Bisakah Sampah Plastik Diubah Menjadi Hidrogen? Peneliti Kembangkan Metode Tanpa Perlu Pemilahan

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 17 Juli 2026 | 12:41 WIB
Bisakah Sampah Plastik Diubah Menjadi Hidrogen? Peneliti Kembangkan Metode Tanpa Perlu Pemilahan
Ubah limbah plastik jadi hidrogen bersih (dok. Unsplash/Hermes Rivera)

Suara.com - Plastik merupakan salah satu jenis limbah yang paling sulit terurai. Bergantung pada jenisnya, plastik dapat membutuhkan waktu antara 10 hingga 1.000 tahun untuk terurai secara alami di lingkungan.

Daur ulang menjadi salah satu cara untuk mengurangi penumpukan sampah plastik. Namun, prosesnya tidak sederhana karena plastik harus dipilah berdasarkan jenisnya sebelum dapat diolah kembali. Kompleksitas ini membuat tingkat daur ulang plastik masih rendah.

Diperkirakan hanya sekitar 9 persen sampah plastik yang berhasil didaur ulang, sementara 79 persen berakhir di tempat pembuangan dan 12 persen dibakar, yang turut melepaskan emisi karbon dioksida ke atmosfer.

Berangkat dari persoalan tersebut, para peneliti dari University of California Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat, dan Ewha Womans University, Korea Selatan mengembangkan metode yang mampu mengubah campuran tiga jenis plastik yang paling banyak digunakan menjadi hidrogen berkemurnian tinggi tanpa perlu melalui proses pemilahan.

Penelitian yang terbit dalam Proceedings of National Academy of Sciences menemukan bahwa proses alkaline thermal treatment (ATT) dapat menghemat proses dalam mengatasi limbah campuran polietile tereftalat (PET), polietilen (PE), dan polipropilen (PP) dalam satu reaktor sehingga menghasilkan gas hidrogen dengan kemurnian lebih dari 90 persen tanpa memerlukan pemilahan jenis plastik.

“Kami menyelesaikan dua masalah global yang mendesak ini secara bersamaan. Limbah plastik menumpuk dengan begitu cepat, dan hidrogen bersih sangat penting untuk dekarbonisasi energi. Teknologi ini mengatasi kedua tantangan ini dengan cara yang kreatif dan terukur,” jelas Profesor Teknik Kimia dan Biomolekuler UCLA sekaligus penulis utama studi Ah-Hyung “Alissa” Park, Samueli.

Pada awalnya metode ini kurang efektif untuk plastik jenis polietilen dan polipropilen dalam memproduksi gas hydrogen, karena adanya ikatan karbon-hidrogen serta kimiawi inert dalam kondisi basa. Kemudian para peneliti mengembangkan tahap perlakuan awal oksidasi termal agar plastik bereaktif dalalm kondisi basa.

Para peneliti menggunakan proses ATT yang telah dimodifikasi ini untuk mengubah PET, PE, dan PP menjadi hydrogen dengan kemurnian tinggi.

Ketiga jenis plastik yang telah aktif menjadi terurai secara efisien. Selama reaksi karbon ditangkap oleh pereaksi natrium hidroksida dan diubah menjadi natrium karbonat padat.

baca juga

Ditemukan lebih dari 75 persen karbon plastik asli ini berakhir sebagai karbonat stabil atau residu organik cair. Kurang dari 13 persen hadir dalam bentuk gas dan pelepasan karbonnya langsung ke atmosfer.

Terobosan penelitian ini adalah mengembangkan ATT sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan tiga jenis plastik tersebut. Dengan gasifikasi, suhu tinggi dapat mengatasi plastik campuran yang tidak dipilah, tetapi melepaskan karbon dioksida dalam jumlah besar.

“Dengan mengurangi biaya penyortiran dan kompleksitas proses yang selama ini menjadi hambatan utama bagi komersialisasi, teknologi ini punya potensi untuk menjadi teknologi utama generasi selanjutnya yang mendukung ekonomi hydrogen dan ekonomi sirkular,” ungkap Kim.

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memaksimalkan proses dan menilai kelayakan ekonomi sebelum diterapkan dalam skala besar.

Penulis: Chairun Nisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buang Sampah Sembarangan: Mengapa Kita Masih Takut Menegur Pelanggar?

Buang Sampah Sembarangan: Mengapa Kita Masih Takut Menegur Pelanggar?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:15 WIB

Mikroplastik Tembus Lautan Dalam, Keseimbangan Ekosistem Laut Terganggu

Mikroplastik Tembus Lautan Dalam, Keseimbangan Ekosistem Laut Terganggu

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:54 WIB

Sampah Menggunung 2 Meter di Rusun Waduk Pluit, Pramono Target Bakal Beres 10 Hari

Sampah Menggunung 2 Meter di Rusun Waduk Pluit, Pramono Target Bakal Beres 10 Hari

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:22 WIB

Terkini

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:30 WIB

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:26 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:16 WIB

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 12:10 WIB

×