Merawat Budaya Lewat Kopi, Cublak Suweng Hadir dengan Cerita dan Filosofi Nusantara

Dinda Rachmawati

Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:06 WIB
Merawat Budaya Lewat Kopi, Cublak Suweng Hadir dengan Cerita dan Filosofi Nusantara
Merawat Budaya Lewat Kopi, Cublak Suweng Hadir dengan Cerita dan Filosofi Nusantara (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Roemah Koffie meluncurkan Cublak Suweng di PIK 2 pada 16 Juli yang memadukan kopi Gayo dan Temanggung.
  • Produk ini menggabungkan kekayaan cita rasa kopi Indonesia dengan filosofi budaya Jawa tentang ketenangan dan kehidupan.
  • Roemah Koffie mendukung keberlanjutan melalui pemberdayaan petani kopi serta memperkuat hilirisasi produk kreatif di pasar global.

Suara.com - Indonesia tak hanya dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di dunia, tetapi juga memiliki kekayaan rasa yang lahir dari bentang alam yang berbeda-beda. 

Biji kopi yang ditanam di Aceh, Jawa, Flores, hingga Toraja mampu menghadirkan karakter yang unik karena dipengaruhi ketinggian, jenis tanah, iklim, dan curah hujan di masing-masing daerah.

Keragaman itulah yang menjadi inspirasi Roemah Koffie saat memperkenalkan Cublak Suweng, racikan premium yang memadukan kopi Gayo, Aceh dengan Temanggung, Jawa Tengah. 

Perpaduan tersebut menghasilkan profil rasa yang seimbang, memunculkan sentuhan fruity, karamel, hazelnut, cokelat, dengan tingkat keasaman yang rendah serta body yang padat.

CEO Roemah Koffie, Felix TJ, mengatakan setiap daerah penghasil kopi di Indonesia memiliki identitas rasa yang tidak bisa disamakan.

"Setiap origin di kopi itu menciptakan rasa yang berbeda karena topografi, tanah, dan datarannya. Arabika yang ditanam di daerah berbeda akan menghasilkan karakter yang berbeda pula. Karena itu kami ingin menghadirkan rasa yang balance dan harmonis dari dua origin," ujar Felix dalam acara Press Conference Cublak Suweng di outlet Roemah Koffie PIK 2 Kamis (16/07).

Merawat Budaya Lewat Kopi, Cublak Suweng Hadir dengan Cerita dan Filosofi Nusantara (Dok. Istimewa)
Merawat Budaya Lewat Kopi, Cublak Suweng Hadir dengan Cerita dan Filosofi Nusantara (Dok. Istimewa)

Namun, bagi Felix, keistimewaan Cublak Suweng bukan hanya terletak pada cita rasanya. Nama tersebut diambil dari lagu sekaligus permainan tradisional Jawa yang menyimpan filosofi mendalam tentang kehidupan.

Ia mengaku baru benar-benar memahami makna Cublak Suweng ketika mempelajari kembali warisan budaya tersebut.

"Dulu saya pikir Cublak Suweng hanya lagu anak-anak yang ceria. Ternyata maknanya sangat dalam. Harta karun yang paling berharga sebenarnya kita temukan ketika kita mau berhenti sejenak dan tenang," tuturnya.

baca juga

Felix menjelaskan, kehidupan modern sering membuat orang terus berlari mengejar berbagai target hingga lupa memberi ruang untuk berhenti dan merefleksikan diri.

"Kadang kita terlalu terburu-buru mengejar banyak hal. Padahal jawabannya sering kali sudah ada ketika kita mau pause dan menenangkan diri," katanya.

Pemikiran itu kemudian diterjemahkan ke dalam filosofi tiga lingkaran yang menjadi identitas Cublak Suweng, yakni hubungan manusia dengan dirinya sendiri (Inner Circle), hubungan dengan sesama (Shared Circle), serta hubungan dengan alam (Eternal Circle). 

Menurut Felix, ketiga unsur tersebut sama pentingnya untuk menciptakan keseimbangan, sebagaimana perpaduan dua karakter kopi yang saling melengkapi.

Nilai budaya itu juga terlihat pada kemasannya yang mengangkat kisah kura-kura dan kancil. Cerita rakyat tersebut mengingatkan pada falsafah Jawa "alon-alon asal kelakon", bahwa ketekunan dan kesabaran sering kali membawa hasil yang lebih baik daripada tergesa-gesa.

Tak berhenti pada secangkir kopi, Roemah Koffie juga menghadirkan pengalaman Tasting & Sensory Experience yang memperkenalkan karakter rasa Cublak Suweng melalui penyajian Kopi Walik. 

Bahkan, aroma kopi tersebut diolah bersama Boemi Botanical menjadi botanical room fragrance, menunjukkan bahwa kopi dapat dinikmati bukan hanya sebagai minuman, tetapi juga sebagai pengalaman sensorik.

Di balik produk tersebut, Roemah Koffie juga membangun ekosistem kopi dari hulu hingga hilir dengan menggandeng petani dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil panen kemudian diolah melalui fasilitas roastery PT Dewa Kopi Indonesia dengan standar internasional.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, perusahaan tengah menyiapkan program pemberdayaan bagi petani kopi dan keluarga petani di Temanggung agar kesejahteraan mereka ikut meningkat seiring berkembangnya industri kopi nasional.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, menilai pendekatan tersebut menjadi nilai tambah yang membedakan kopi Indonesia di pasar global.

"Indonesia adalah salah satu coffee producer terbesar di dunia. Apa yang dilakukan Roemah Koffie melalui Cublak Suweng adalah wujud nyata hilirisasi yang luar biasa. Storytelling budaya dan tradisi Indonesia di balik produk ini merupakan unique selling point yang hanya kita miliki. Jika dikemas dengan tepat, narasi seperti ini bisa membawa produk kreatif kita menjadi pemenang di panggung global," ujar Irene.

Ia juga mengingatkan bahwa permainan tradisional Cublak Suweng mengandung pesan agar setiap orang tetap mau belajar dan bertumbuh, tanpa memandang usia.

"Melalui permainan tradisional Cublak Suweng, kita semua diingatkan untuk tetap 'bermain' dan belajar tanpa memandang usia. Di tengah berbagai tantangan, semangat untuk membawa nama Indonesia dan menjadikan kopi sebagai bagian dari diplomasi di ranah internasional harus kita dukung bersama," tutup Irene.

Lewat Cublak Suweng, kopi Indonesia tak hanya berbicara soal kekayaan rasa, tetapi juga menjadi medium untuk merawat cerita, filosofi, dan nilai-nilai budaya Nusantara agar tetap hidup sekaligus dikenal lebih luas di panggung dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Bidik Ekspor Kopi Indonesia Tembus Rp100 Triliun

Kementan Bidik Ekspor Kopi Indonesia Tembus Rp100 Triliun

Video | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:20 WIB

Glorifikasi Budaya Kerja Lembur: Mengapa Tenggo Masih Dipandang Negatif?

Glorifikasi Budaya Kerja Lembur: Mengapa Tenggo Masih Dipandang Negatif?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:00 WIB

Ekspor Kopi RI Mau Digenjot 2,5 Kali Lipat, Target Rp100 Triliun!

Ekspor Kopi RI Mau Digenjot 2,5 Kali Lipat, Target Rp100 Triliun!

Foto | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Apa yang Harus Dilakukan Jika Tidak Sanggup Membayar Pinjol?

Apa yang Harus Dilakukan Jika Tidak Sanggup Membayar Pinjol?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 11:08 WIB

Konsisten Lindungi Pekerja, PLN Pertahankan Predikat Terbaik Nasional di Satya JKN Awards 2026

Konsisten Lindungi Pekerja, PLN Pertahankan Predikat Terbaik Nasional di Satya JKN Awards 2026

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:08 WIB

Gencarkan Perang Narkoba, Pramono Anung Beri Sinyal Ikut Batasi Vape di Lingkungan ASN DKI

Gencarkan Perang Narkoba, Pramono Anung Beri Sinyal Ikut Batasi Vape di Lingkungan ASN DKI

News | Senin, 02 November 2026 | 11:08 WIB

3 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Kahf yang Tepat untuk Tipe Kulit Pria Berminyak dan Berjerawat

3 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Kahf yang Tepat untuk Tipe Kulit Pria Berminyak dan Berjerawat

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 11:07 WIB

Konser Titik Sadrah Sukses, Sebuah Perayaan for Revenge Tuntaskan Perjalanan 20 Tahun

Konser Titik Sadrah Sukses, Sebuah Perayaan for Revenge Tuntaskan Perjalanan 20 Tahun

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 11:05 WIB

60 Entrepreneur Muda Siap Ikut Bootcamp, Bersaing Ketat Menjadi Juara Pertamuda 2026

60 Entrepreneur Muda Siap Ikut Bootcamp, Bersaing Ketat Menjadi Juara Pertamuda 2026

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:03 WIB

Siapa Istri Asnawi Mangkualam? Ini Profil dan Pekerjaannya yang Tak Sembarangan

Siapa Istri Asnawi Mangkualam? Ini Profil dan Pekerjaannya yang Tak Sembarangan

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 11:02 WIB

El Nino Ekstrem Ancam Picu Megafire, Lahan Gambut Kering Bisa Jadi Pemicu

El Nino Ekstrem Ancam Picu Megafire, Lahan Gambut Kering Bisa Jadi Pemicu

News | Senin, 02 November 2026 | 11:02 WIB

Kim Da Mi, Jo Bo Ah, Jo Aram Jadi Trio Pembunuh di Drama Baru The Obedient Killer

Kim Da Mi, Jo Bo Ah, Jo Aram Jadi Trio Pembunuh di Drama Baru The Obedient Killer

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:00 WIB

Bukan Sekadar Lahan Pertanian, Terasering Sawah Gowa Disulap Jadi Destinasi Wisata

Bukan Sekadar Lahan Pertanian, Terasering Sawah Gowa Disulap Jadi Destinasi Wisata

Foto | Senin, 02 November 2026 | 11:00 WIB

×