- Insaf Putra memerankan karakter Ishaya dalam serial komedi Kontrakan Rempong yang ditayangkan melalui kanal YouTube Warintil Official.
- Lokasi syuting serial tersebut memanfaatkan rumah keluarga Insaf di kawasan Medan untuk memproduksi konten komedi kreatif.
- Kegigihan Insaf dan tim menghasilkan lebih dari 13 juta pelanggan meskipun awalnya sempat berjuang selama delapan bulan.
Suara.com - Di balik sosok Ishaya, janda genit yang kerap mengundang tawa dalam serial komedi Kontrakan Rempong di kanal YouTube Warintil Official, ada kisah perjuangan panjang yang jarang diketahui publik.
Pemeran karakter ikonik tersebut adalah Insaf Putra, kreator asal Medan yang kini menjadi salah satu wajah paling dikenal di Warintil Official. Berkat konsistensi bersama timnya, kanal YouTube tersebut telah berkembang menjadi salah satu kanal komedi terbesar di Indonesia dengan lebih dari 13 juta subscriber dan jutaan penonton di setiap video.
Namun, kesuksesan itu tidak diraih secara instan.
Awal Perjalanan
Insaf Putra merupakan anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Sejak muda, ia dikenal aktif mengikuti berbagai kompetisi yang mengandalkan kreativitas, baik secara online maupun offline.
Berkat kreativitasnya, ia beberapa kali meraih juara. Salah satu pencapaian yang paling berkesan adalah ketika berhasil memenangkan hadiah perjalanan ke Australia dari sebuah kompetisi.
Meski demikian, dunia hiburan digital saat itu belum terpikirkan sebagai profesi utama.
Rumah Keluarga Jadi Lokasi Syuting
Saat Warintil Official mulai dirintis, Insaf menjadi salah satu sosok yang menawarkan lingkungan tempat tinggal orang tuanya di kawasan Jalan Rumah Potong Hewan, Mabar Pasar 1, Medan, sebagai lokasi syuting.
Bahkan, beberapa rumah milik keluarganya turut digunakan sebagai latar serial Kontrakan Rempong, yang kemudian menjadi salah satu konten paling populer Warintil.
Di serial tersebut, Insaf tidak hanya memerankan Ishaya, seorang janda yang ditinggal suaminya dengan karakter genit dan percaya diri. Ia juga piawai memainkan berbagai karakter lain seperti Yayuk Jamu, penjual jamu yang mengalami gangguan pendengaran, Wati, perempuan Melayu berkarakter antagonis, hingga Pendi, pria lajang yang menjadi kekasih Nining.
Kemampuan memainkan banyak karakter dengan kepribadian berbeda menjadi salah satu kekuatan yang membuat penampilan Insaf selalu dinanti penonton.
Delapan Bulan Tanpa Hasil
Kesuksesan Warintil ternyata tidak langsung datang. Selama kurang lebih delapan bulan pertama, kanal YouTube yang mereka bangun nyaris belum menghasilkan apa pun.
Di tengah perjuangan tersebut, Insaf tetap harus mencari nafkah.
Ia menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari berjualan burger hingga menjadi pengemudi ojek online. Semua itu dilakukan sambil tetap mengikuti proses syuting bersama tim Warintil.
Tak hanya berakting, Insaf juga memegang peran penting di balik layar sebagai editor video Warintil Official.
Konsisten Jadi Kunci
Bagi Insaf, konsistensi menjadi prinsip utama. Meski berkali-kali menghadapi tantangan dan belum melihat hasil, ia memilih terus berkarya bersama teman-temannya.
Keputusan itu akhirnya membuahkan hasil. Warintil Official kini memiliki lebih dari 13 juta pelanggan dengan rata-rata jutaan penonton di setiap video yang diunggah.
Perjalanan Insaf Putra menjadi bukti bahwa kesuksesan di era digital tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga kerja keras, kesabaran, dan kemauan untuk terus bertahan ketika hasil belum terlihat.
Dari menjual burger, menjadi ojek online, hingga menghibur jutaan masyarakat Indonesia sebagai Ishaya, kisah Insaf Putra menjadi inspirasi bahwa proses panjang sering kali menjadi fondasi dari sebuah kesuksesan besar.