Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura

Vania Rossa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:23 WIB
Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura
Tari Kipas Ajer. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Sanggar Svadara Warna Indonesia meraih Gold Medal pada 13th Asia Arts Festival 2026 di Singapura melalui Tari Kipas Ajer.
  • Tari Kipas Ajer merupakan tari kreasi baru yang memadukan ragam gerak tradisional Betawi dengan nilai filosofi kebudayaan lokal.
  • Prestasi tersebut memperkuat diplomasi budaya Indonesia serta menjadi wadah pengembangan karakter bagi para penari binaan Dinas Kebudayaan DKI.

Suara.com - Sanggar tari binaan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Svadara Warna Indonesia, kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Kali ini, Svadara berhasil meraih Gold Medal kategori Small Group A dalam ajang 13th Asia Arts Festival (AAF) 2026 yang berlangsung di School of the Arts (SOTA), Singapura.

Prestasi tersebut diraih berkat penampilan Tari Kipas Ajer, sebuah tari kreasi baru yang dikembangkan dari ragam gerak tradisional Betawi, khususnya gerak Cokek dan Topeng Betawi. Tarian ini mengangkat filosofi keindahan kipas sebagai simbol kecantikan gadis Betawi melalui gerakan yang anggun, lembut, ceria, sekaligus mencerminkan nilai kebersamaan dan harmoni.

Sebanyak 11 penari membawakan Tari Kipas Ajer setelah menjalani latihan intensif bersama Camelia Ashe, yang juga bertugas sebagai pelatih sekaligus official tim.

Tak sekadar menjadi karya pertunjukan, Tari Kipas Ajer juga telah memperoleh Surat Pencatatan Ciptaan sebagai bentuk perlindungan hak cipta. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Svadara dalam menghadirkan karya-karya baru yang tetap berpijak pada akar budaya Nusantara.

Program Manager sekaligus Team Leader Svadara Warna Indonesia, Diah Sri Utari atau yang akrab disapa Didi, mengatakan misi budaya yang dijalankan sanggar tidak semata-mata mengejar kemenangan dalam kompetisi.

"Bagi kami, misi budaya selalu lebih dari sekadar mengikuti kompetisi. Ini adalah ruang belajar bagi para penari untuk membangun disiplin, kemandirian, kemampuan beradaptasi, serta rasa bangga terhadap budaya Indonesia. Prestasi tentu membanggakan, tetapi pengalaman menjadi duta budaya adalah nilai terbesar yang mereka bawa pulang," ujar Didi.

Bertemu KBRI Singapura

Di sela penyelenggaraan festival, delegasi Svadara juga melakukan audiensi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Rombongan diterima langsung oleh Wakil Duta Besar RI untuk Singapura Thomas Ardian Siregar serta Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Singapura, Rizki Kusumastuti.

Dalam pertemuan tersebut, KBRI memberikan apresiasi atas konsistensi Svadara membawa seni budaya Indonesia ke panggung internasional sekaligus mendorong generasi muda terus berprestasi melalui seni.

baca juga

Menurut Didi, pertemuan tersebut membuka peluang baru bagi pengembangan program misi budaya Svadara di Singapura.

"Ke depan kami berharap misi budaya tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga dilengkapi dengan program studi banding bersama sekolah seni maupun sanggar tari di Singapura. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, kami ingin membuka wawasan para penari sekaligus membangun jejaring internasional yang dapat memperkuat diplomasi budaya Indonesia," katanya.

Konsisten Membawa Budaya Indonesia ke Dunia

Keberhasilan di Singapura melanjutkan rekam jejak internasional Svadara yang dalam beberapa tahun terakhir aktif mengikuti berbagai misi budaya di luar negeri.

Sepanjang 2025, Svadara tampil dalam berbagai ajang di Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga Labuan, Malaysia. Mereka meraih Gold Award pada Asia Arts Festival 2025, tampil di Indonesian Night Kyoto dan Osaka World Expo 2025 di Jepang, menyabet Bronze Award kategori International Folk Dance pada Powerful Daegu Festival di Korea Selatan, serta berpartisipasi dalam Borneo Art Festival 2025 di Labuan, Malaysia.

Deretan pencapaian tersebut mempertegas komitmen Svadara menjadikan seni pertunjukan sebagai sarana diplomasi budaya sekaligus wadah pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

Keikutsertaan Svadara dalam Asia Arts Festival 2026 mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Bank Jakarta, dan Banyu Communications.

Melalui setiap misi budaya yang dijalankan, Svadara menegaskan bahwa tujuan mereka bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun jembatan persahabatan antarbangsa melalui seni sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemegahan Budaya Ranah Minang Tersaji di Festival Minangkabau 2026

Kemegahan Budaya Ranah Minang Tersaji di Festival Minangkabau 2026

Foto | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:00 WIB

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:44 WIB

Awas Macet! Ada Haul Akbar di Monas Malam Ini, Cek 8 Rute Alternatif dan Lokasi Parkir

Awas Macet! Ada Haul Akbar di Monas Malam Ini, Cek 8 Rute Alternatif dan Lokasi Parkir

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:07 WIB

Terkini

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:45 WIB

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:38 WIB

×