Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Vania Rossa

Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Mengenal Profesi Mixologist. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Industri F&B Indonesia kini sangat membutuhkan profesi mixologist kreatif untuk menciptakan resep minuman unik.
  • Polaris Mixologist Competition 2026 Season 3 sukses menantang peserta mengolah bahan lokal bernilai internasional.
  • Profesi mixologist berkembang pesat melalui tren gaya hidup sehat serta pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Suara.com - Di balik segelas mocktail yang menyegarkan atau cocktail dengan tampilan artistik, ada sosok mixologist yang berperan meracik setiap elemen menjadi sebuah pengalaman.

Profesi ini semakin dikenal seiring berkembangnya industri makanan dan minuman (F&B), kafe, hotel, hingga restoran di Indonesia.

Meski kerap disamakan dengan bartender, mixologist memiliki peran yang berbeda. Jika bartender lebih berfokus pada penyajian minuman kepada pelanggan, mixologist bertugas menciptakan resep baru, mengeksplorasi berbagai bahan, serta menghasilkan kombinasi rasa yang unik dan seimbang.

Seorang mixologist juga dituntut memahami karakter setiap bahan, mulai dari buah-buahan, rempah, sirup, soda, kopi, teh, hingga berbagai jenis mixer.

Tak hanya soal rasa, mereka juga memikirkan aroma, tekstur, tampilan, bahkan cerita di balik setiap racikan yang disajikan.

Tren ini semakin berkembang seiring meningkatnya budaya dining out dan pengalaman kuliner di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan wisatawan mencapai 15,39 juta sepanjang 2025 atau meningkat 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan sektor pariwisata, hotel, restoran, dan kafe ikut membuka peluang bagi profesi mixologist.

Deputy Managing Director Cosmetics, Consumer & Health Care PT Tempo Scan Pacific Tbk, Winny Yunitawati, mengatakan minuman kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan lagi sekadar pelepas dahaga.

"Minuman tidak lagi sekadar pelepas dahaga, tetapi telah menjadi bagian dari pengalaman yang melengkapi berbagai momen, mulai dari membuat kreasi minuman sendiri di rumah, bersantai di kafe, menikmati hidangan di restoran, hingga perjalanan wisata," ujarnya.

baca juga

Menurut Winny, perubahan tersebut mendorong kebutuhan akan inovasi dan kreativitas yang semakin tinggi di industri beverage.

Karena itu, para mixologist memiliki peran penting dalam menghadirkan pengalaman baru melalui racikan minuman yang unik.

Salah satu wadah yang mendorong lahirnya talenta baru adalah Polaris Mixologist Competition 2026 Season 3. Kompetisi nasional ini mempertemukan para peracik minuman dari berbagai daerah di Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menciptakan minuman inovatif.

Pada babak final, para peserta mengusung tema "Spark of Nusantara" dengan tantangan mengolah kekayaan bahan lokal Indonesia menjadi minuman yang memiliki karakter kuat.

Head Judge Polaris Mixologist Competition 2026 Season 3, Arey Barker, melihat kualitas para peserta terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Tahun ini kami melihat peningkatan kualitas peserta yang sangat signifikan. Banyak finalis berhasil mengolah kekayaan bahan lokal Indonesia dan memadukannya menjadi kreasi minuman yang tidak hanya unggul dari sisi teknik, tetapi juga memiliki karakter, storytelling, dan cita rasa yang kuat," katanya.

Menurut Arey, kemampuan tersebut menunjukkan bahwa bahan-bahan lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk diolah menjadi minuman yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Tak hanya identik dengan cocktail, profesi mixologist kini juga berkembang ke ranah mocktail dan minuman non-alkohol.

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, banyak mixologist mulai mengeksplorasi buah segar, rempah-rempah Nusantara, teh, kopi, hingga sparkling water sebagai bahan utama racikan.

Selain kreativitas, seorang mixologist juga membutuhkan pemahaman mengenai teknik pencampuran, keseimbangan rasa, keamanan pangan, hingga kemampuan berkomunikasi dengan pelanggan.

Tak heran jika profesi ini semakin dibutuhkan oleh industri hotel, restoran, kafe, hingga berbagai ajang kompetisi internasional.

Di tengah pesatnya perkembangan industri F&B dan pariwisata, profesi mixologist pun tak lagi dipandang sekadar sebagai peracik minuman. Mereka kini menjadi sosok kreatif yang berperan menghadirkan pengalaman baru sekaligus mengangkat kekayaan cita rasa lokal Indonesia melalui setiap gelas yang disajikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 Hal yang Menentukan Seorang Profesi Guru yang Baik

8 Hal yang Menentukan Seorang Profesi Guru yang Baik

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:25 WIB

4 Rekomendasi Showcase Minuman Termurah yang Kapasitasnya Besar dan Hemat Listrik

4 Rekomendasi Showcase Minuman Termurah yang Kapasitasnya Besar dan Hemat Listrik

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:32 WIB

Richard Lee Klaim Lolos Sidang Etik, Dakwaan Pidana Tetap Bergulir

Richard Lee Klaim Lolos Sidang Etik, Dakwaan Pidana Tetap Bergulir

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:37 WIB

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:30 WIB

×