- Accor Indonesia menyelenggarakan peringatan Hari Anak Nasional melalui acara ATFAC Family Fun Walk di Grand Mercure Jakarta Kemayoran.
- Program ATFAC yang diinisiasi sejak 2001 telah mendampingi 75 anak kurang mampu di Jakarta dan Bali dalam bidang pendidikan serta keterampilan.
- Meisya Wulandari, siswi SMKN 46 Jakarta, merasakan langsung manfaat pendampingan aman dan edukatif dari sanggar belajar ATFAC.
Suara.com - Peringatan Hari Anak Nasional kerap menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang aman, memperoleh pendidikan, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan.
Bagi Meisya Wulandari, siswi kelas 3 SMKN 46 Jakarta jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), kesempatan itu hadir melalui sanggar belajar ATFAC.
Program yang diinisiasi Accor di Indonesia sejak 2001 tersebut telah menjadi ruang bertumbuh bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bukan sekadar memberikan bantuan pendidikan, ATFAC juga menghadirkan pendampingan, konseling, hingga ruang yang membuat anak-anak merasa aman dan didengar.
Meisya mengaku sanggar telah menjadi tempat yang sangat berarti dalam hidupnya. Bahkan, selepas sekolah ia lebih memilih menghabiskan waktu di sana sebelum pulang ke rumah.
"Kalau pulang sekolah biasanya langsung ke sanggar. Di sana sudah merasa nyaman, jadi kadang sampai malam baru pulang. Orang tua juga percaya karena selama di sanggar mereka tahu kami aman," ujarnya.

Menurut Meisya, perhatian yang diberikan bukan hanya kepada anak-anak, tetapi juga kepada para orang tua. Setiap kali ada kegiatan pembagian bantuan, selalu disertai ruang diskusi yang mempererat komunikasi antara keluarga dan para pendamping.
Ia juga bersyukur memiliki ibu yang selalu mendukung dan mengingatkannya untuk terus berada di jalan yang benar.
"Mama perhatian banget. Beliau selalu mengingatkan supaya jangan mengecewakan lagi dan percaya kalau selama saya di sanggar, saya berada di tempat yang baik," katanya.
Kisah Meisya menjadi satu dari banyak cerita tentang bagaimana dukungan yang konsisten dapat membantu anak-anak membangun masa depan yang lebih baik.
Semangat itulah yang kembali dihidupkan Accor saat memperingati Hari Anak Nasional melalui kegiatan ATFAC Family Fun Walk di Grand Mercure Jakarta Kemayoran.
Acara tersebut mempertemukan anak-anak binaan ATFAC, para Heartists, sebutan bagi karyawan Accor beserta keluarga dan mitra komunitas dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Kegiatan diawali dengan jalan santai di kawasan Kemayoran, kemudian dilanjutkan sesi edukasi mengenai hak-hak anak bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), lelang amal untuk mendukung keberlangsungan program ATFAC, hingga pemberian apresiasi kepada tiga siswa yang telah lulus dari jenjang sekolah menengah atas.
Accor juga menyerahkan perlengkapan belajar dan dukungan untuk pemeliharaan sanggar ATFAC di Jakarta. Saat ini, ATFAC mendampingi 75 anak, terdiri dari 40 anak di Jakarta dan 35 anak di Bali, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Melalui beasiswa, bimbingan belajar, dukungan gizi, layanan kesehatan, konseling, serta pengembangan keterampilan hidup, program ini berupaya membuka lebih banyak peluang bagi anak-anak untuk berkembang.
"Di Accor, hospitality berakar pada kepedulian serta komitmen kami untuk memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitar hotel-hotel kami. Selama 25 tahun, ATFAC telah membantu anak-anak kurang mampu di Indonesia memperoleh akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan pengembangan keterampilan hidup yang membuka peluang menuju masa depan yang lebih baik," ujar Garth Simmons, Chief Operating Officer, Premium, Midscale and Economy Division, Accor Asia.
Lebih lanjut, kata Garth, Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk mengapresiasi pencapaian mereka, sekaligus dedikasi para Heartists dan mitra yang terus mendukung perjalanan tersebut.
Di balik kemeriahan peringatan Hari Anak Nasional, kisah Meisya menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari ruang sederhana yang menghadirkan rasa aman, perhatian, dan kesempatan.
Bagi anak-anak seperti dirinya, dukungan yang berkelanjutan bukan hanya membantu mereka menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menumbuhkan keyakinan untuk menatap masa depan dengan lebih optimistis.