Mengenal 7 Jenis Umbi-umbian Lokal, Ada Kimpul yang Kaya Nutrisi dan Bisa Jadi Pengganti Nasi

Yasinta Rahmawati

Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:05 WIB
Mengenal 7 Jenis Umbi-umbian Lokal, Ada Kimpul yang Kaya Nutrisi dan Bisa Jadi Pengganti Nasi
ilustrasi kimpul (unsplash/Jason Leung)
baca 10 detik
  • Wanita asal Bantul mempopulerkan tren olahan kimpul di TikTok akhir-akhir ini.
  • Konten kreatif tersebut berhasil menarik jutaan penonton dan memperkenalkan berbagai jenis umbi lokal.
  • Tujuh jenis umbi lokal kaya nutrisi berpotensi menjadi alternatif pengganti nasi yang menyehatkan.

Suara.com - Belakangan tren "saya ganti kimpul" viral di TikTok. Tren tersebut berawal dari konten akun @black.sheep8208, wanita asal Bantul yang kerap menggunakan kimpul sebagai sumber karbohidrat dalam masakannya.

Dengan tangan terampilnya, ia bisa mengolah umbi lokal itu ke berbagai menu western seperti mashed potato, lasagna, hingga salad.

Kreativitas dan konsistensinya membuahkan hasil. Kontennya terbukti menarik jutaan penonton dan membuat umbi-umbian lokal itu kembali jadi sorotan.

Dan tak hanya kimpul, akun tersebut juga mengenalkan umbi-umbian lain seperti gembili, uwi, dan lain sebagainya.

Tak sedikit warganet mengaku baru pertama kali mendengar nama-nama umbi yang ia olah. Padahal, dulunya umbi-umbian tersebut merupakan sumber karbohidrat yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.

7 Jenis Umbi-umbian Lokal 

Umbi-umbian lokal umumnya kaya karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral sehingga berpotensi menjadi alternatif pengganti nasi.

Selain itu, banyak di antaranya juga memiliki manfaat kesehatan jika diolah dengan benar. Berikut beberapa jenis umbi-umbian lokal yang patut diketahui.

1. Kimpul

Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) merupakan salah satu umbi lokal yang banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Umbi ini memiliki tekstur lembut setelah dimasak dengan cita rasa gurih dan sedikit manis.

baca juga

Kimpul mengandung karbohidrat, serat, serta berbagai mineral yang dapat menjadi sumber energi.

Umbi ini biasanya diolah dengan cara direbus, dikukus, digoreng, hingga dijadikan tepung atau olahan tradisional seperti getuk.

2. Ganyong

Ganyong (Canna edulis) termasuk umbi lokal yang kaya pati dan telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan tradisional.

Umbi ini memiliki rasa yang cenderung manis dengan tekstur empuk setelah direbus.

Selain dikonsumsi langsung, ganyong juga sering diolah menjadi tepung sebagai bahan pembuatan kue, mi, maupun bubur.

Kandungan karbohidratnya menjadikan ganyong sebagai salah satu sumber energi yang baik.

3. Suweg

Suweg (Amorphophallus campanulatus) masih satu keluarga dengan porang, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda.

Umbi ini berukuran besar dan banyak tumbuh di daerah pedesaan.

Suweg kaya akan serat sehingga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Biasanya suweg diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dijadikan bahan berbagai makanan tradisional.

4. Gadung

Gadung (Dioscorea hispida) dikenal sebagai umbi yang harus melalui proses pengolahan khusus sebelum dikonsumsi.

Pasalnya, ia mengandung senyawa alami yang dapat bersifat racun jika tidak dihilangkan terlebih dahulu.

Setelah diproses dengan benar, gadung dapat diolah menjadi keripik maupun makanan tradisional lainnya.

Umbi ini juga mengandung karbohidrat yang cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif.

5. Uwi

Uwi (Dioscorea alata) memiliki bentuk yang menyerupai ubi dengan daging berwarna putih hingga ungu, tergantung varietasnya.

Umbi ini telah lama dikonsumsi oleh masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

Selain menjadi sumber karbohidrat, uwi juga mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan.

Umbi ini dapat diolah dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, maupun dijadikan tepung.

6. Gembili

Gembili (Dioscorea esculenta) merupakan umbi berukuran kecil yang kaya serat dan mengandung inulin, yaitu prebiotik yang bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan.

Menurut Warung Sains Teknologi, gembili juga mengandung senyawa bioaktif seperti dioscorin dan diosgenin serta dapat membantu menjaga kadar gula darah dan kesehatan usus.

Umbi ini dapat dikonsumsi dengan cara dikukus, dijadikan keripik, maupun diolah menjadi tepung.

7. Porang

Porang menjadi salah satu umbi lokal yang semakin populer karena kandungan glukomanannya yang tinggi.

Senyawa ini dikenal mampu menyerap air sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama.

Porang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung, mi shirataki, beras analog, hingga berbagai produk pangan sehat.

Selain berpotensi menjadi alternatif sumber karbohidrat, porang juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Itulah sejumlah umbi-umbian lokal yang bisa menjadi pengganti nasi. Mana yang paling ingin kamu coba?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kimpul Itu Apa? Mengenal Umbi Lokal yang Lagi Viral Lewat Tren 'Saya Ganti Kimpul'

Kimpul Itu Apa? Mengenal Umbi Lokal yang Lagi Viral Lewat Tren 'Saya Ganti Kimpul'

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Stop Makan Nasi Terus! Dokter Ungkap Sumber Karbohidrat Lebih Sehat dari Nasi

Stop Makan Nasi Terus! Dokter Ungkap Sumber Karbohidrat Lebih Sehat dari Nasi

Lifestyle | Jum'at, 14 Februari 2025 | 06:15 WIB

Dapat Menunda Kehamilan, Berikut 3 Risiko Mengonsumsi Talas Berlebihan

Dapat Menunda Kehamilan, Berikut 3 Risiko Mengonsumsi Talas Berlebihan

Your Say | Minggu, 05 November 2023 | 09:05 WIB

Terkini

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:35 WIB

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:34 WIB

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:28 WIB

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:25 WIB

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 18:21 WIB

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:14 WIB

×