- Soffie, pengusaha asal Surabaya, berhasil mendirikan dan mengelola empat gerai Mixue sejak tiga tahun lalu.
- Gerai pertamanya mencapai titik balik modal dalam waktu sepuluh bulan berkat keterlibatan langsung dalam operasional.
- Soffie kini mempekerjakan empat belas karyawan dan memanfaatkan pengalaman bisnis sebelumnya untuk memperluas usahanya.
Suara.com - Tidak semua pelaku usaha di industri makanan dan minuman memulai bisnis dari latar belakang yang sama. Hal itu terlihat dari perjalanan Soffie, pengusaha asal Surabaya yang kini mengelola empat gerai Mixue meski sebelumnya lebih dikenal menjalankan usaha roti dan kue.
Sekitar tiga tahun lalu, Soffie memutuskan merambah bisnis minuman setelah mempertimbangkan sejumlah pilihan merek.
Keputusannya didasarkan pada potensi keberlanjutan usaha, bukan semata tren yang sedang berkembang.
"Konsumen Indonesia sangat memperhatikan keseimbangan antara harga dan kualitas. Jadi yang saya lihat bukan cuma produknya, tetapi apakah harga, pilihan menu, dan sasaran pembelinya bisa membentuk usaha yang bertahan lama," ujar Soffie.
Ia memulai usahanya dari satu gerai. Pada tahap awal, Soffie terlibat langsung dalam berbagai aspek operasional, mulai dari menentukan lokasi, merekrut karyawan, menjaga kualitas produk, hingga menarik pelanggan di sekitar gerai.
Menurutnya, gerai pertama mencapai titik balik modal dalam waktu sekitar 10 bulan. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk memperluas usahanya.
"Yang paling terasa bertambah justru kemampuan mengelola. Dari satu gerai, saya belajar mengatur orang, mengatur stok, dan membaca kebiasaan pembeli. Itu yang kemudian dipakai saat membuka gerai berikutnya," katanya.
Dalam proses pengembangan usaha, Soffie mengaku memperoleh dukungan dari pihak pusat, salah satunya melalui analisis lokasi usaha dan pendampingan operasional setelah gerai mulai beroperasi.
Tim operasional turut memberikan contoh promosi langsung di depan gerai sebagai bagian dari pendampingan kepada mitra.
"Saya perhatikan caranya, lalu kami tiru sendiri. Sekarang tim saya rutin promosi di depan gerai pada jam-jam tertentu. Itu jadi cara kami menambah pengunjung," tuturnya.
Di luar panduan yang diberikan perusahaan, Soffie juga memanfaatkan pengetahuannya terhadap lingkungan sekitar.
Beberapa gerainya berada di dekat sekolah sehingga ia mengembangkan layanan pemesanan dalam jumlah besar untuk berbagai kegiatan.
Pengalaman mengelola bisnis roti dinilai turut membantu proses adaptasi.
Meski berbeda jenis usaha, pengelolaan bahan baku, stok, hingga pelayanan kepada pelanggan memiliki pola yang serupa.
Perbedaan utamanya terletak pada kecepatan pelayanan di gerai minuman yang membutuhkan alur kerja lebih efisien.