- Posisi sofa sebaiknya memungkinkan pandangan ke arah pintu.
- Hindari sofa menghalangi pintu atau jalur keluar-masuk.
- Sisakan ruang yang cukup agar sirkulasi tetap nyaman.
5. Sesuaikan Posisi Sofa dengan Bentuk Ruangan
Tidak semua ruang tamu memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Oleh karena itu, posisi sofa tidak harus dibuat persis seperti contoh feng shui tertentu.
Untuk ruang tamu kecil, sofa menempel pada dinding bisa menjadi pilihan paling masuk akal. Sementara pada ruangan yang lebih luas, sofa dapat digunakan untuk membentuk area percakapan tanpa harus menutup jalur utama.
6. Hindari Sofa Membelakangi Pintu jika Ada Pilihan Lain
Posisi sofa dengan bagian belakang langsung menghadap pintu sebaiknya dihindari jika masih ada alternatif penataan. Selain kurang ideal dari sudut pandang feng shui, posisi ini juga membuat orang yang duduk di sofa tidak bisa melihat siapa yang masuk.
Jika kondisi ruangan membuat posisi tersebut tidak bisa dihindari, penataan dapat disiasati dengan mengubah arah sofa atau menggunakan elemen lain yang tetap memungkinkan pandangan ke arah pintu.
7. Jangan Membuat Ruang Tamu Terlalu Penuh
Sofa yang terlalu besar untuk ukuran ruangan bisa membuat ruang tamu terasa sesak. Kondisi ini juga membuat jalur pergerakan menjadi terbatas.
Pilih ukuran sofa yang seimbang dengan ruangan dan sisakan area kosong yang cukup. Dalam feng shui, ruang yang tidak penuh oleh barang memberi kesempatan bagi energi untuk mengalir dengan lebih baik.
8. Perhatikan Keseimbangan Furnitur
Sofa biasanya menjadi furnitur terbesar di ruang tamu sehingga perlu diseimbangkan dengan elemen lain. Kursi, meja, karpet, atau dekorasi dapat ditempatkan untuk membuat komposisi ruang tidak terasa berat di satu sisi.
Tidak perlu membuat semuanya seragam. Yang penting, posisi furnitur tidak membuat salah satu bagian ruangan terlihat terlalu penuh sementara bagian lainnya kosong.