Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Vania Rossa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:22 WIB
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
Dua inovasi siswa menunjukkan cara sederhana membangun sekolah ramah anak. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Siswa SDN Pelambuan 4 Banjarmasin menciptakan Papan Kompas untuk mengurangi ucapan kasar dan menumbuhkan sikap saling menghargai.
  • Siswa SMP Negeri 1 Lubuk Pakam mengembangkan aplikasi Perisai Pintar agar siswa bisa menyampaikan keluhan secara anonim kepada guru BK.
  • Kedua inovasi tersebut merupakan bagian dari Program GENERASI Trakindo 2026 yang melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah ramah anak.

Hasil observasi menunjukkan sekitar 60 persen siswa mendukung pengembangan Perisai Pintar. Dalam prosesnya, siswa juga belajar membuat aplikasi berbasis AI dan mengembangkan situs tersebut bersama tim.

Perwakilan siswa, Angelika Patresia Gultom, mengatakan aplikasi tersebut dapat menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan persoalan yang sulit dibicarakan secara langsung.

“Kalau ada Perisai Pintar ini, kami punya tempat untuk berkeluh kesah,” ujarnya.

Guru BK SMP Negeri 1 Lubuk Pakam, Mennusuriani Saragih, mengatakan pendekatan Challenge Based Learning (CBL) mendorong siswa bekerja sama dan bergotong royong dalam menyelesaikan persoalan di sekolah.

Anak Dilibatkan dalam Menciptakan Perubahan

Kedua inovasi tersebut merupakan bagian dari Program GENERASI Trakindo 2026, yang menggunakan pendekatan CBL untuk mendorong siswa mengenali masalah, merancang solusi, dan menciptakan perubahan bersama warga sekolah.

Hingga 2026, Program GENERASI telah menjangkau 205 sekolah di 18 provinsi, terdiri atas 30 SDN dan SMPN mitra serta 175 sekolah imbas. Sejak 2021, program ini telah mendorong lahirnya lebih dari 150 inovasi.

Corporate Communication & CSR Manager PT Trakindo Utama, Candy Sihombing, mengatakan keterlibatan siswa menjadi bagian penting dalam menciptakan sekolah ramah anak.

“Ketika siswa diberikan ruang untuk memahami persoalan di sekitarnya dan dipercaya untuk mencari solusi, mereka belajar bahwa suara dan gagasan mereka dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekolah,” ujarnya.

baca juga

Menurut Candy, keberhasilan program tidak hanya diukur dari inovasi yang dihasilkan, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian dan kepercayaan diri siswa.

Kisah Papan Kompas dan Perisai Pintar menunjukkan bahwa sekolah ramah anak dapat tumbuh dari hal-hal sederhana: anak didengar, diberi ruang untuk bersuara, dipercaya mencari solusi, dan dilibatkan dalam menciptakan perubahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Identitas Pelaku Penembakan Sekolah Katolik Filipina, Bapaknya Kerja di Bea Cukai

Identitas Pelaku Penembakan Sekolah Katolik Filipina, Bapaknya Kerja di Bea Cukai

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:20 WIB

4 Orang Tewas di Penembakan Siswa di Sekolah Katolik Filipina, 9 Orang Luka

4 Orang Tewas di Penembakan Siswa di Sekolah Katolik Filipina, 9 Orang Luka

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:59 WIB

Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Daftar Kampusnya di Sini!

Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Daftar Kampusnya di Sini!

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×