- Indonesia kini fokus mengolah sumber daya mineral lokal bernilai tinggi guna memperkuat sektor manufaktur nasional.
- Messe Düsseldorf Asia dan Pamerindo Indonesia akan menyelenggarakan pameran GIFA serta METEC Indonesia 2026 di JIExpo.
- Pameran dagang internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 9 hingga 12 September 2026 di Jakarta.
Suara.com - Pernahkah kamu memperhatikan mengapa gadget terbaru kini makin tipis dan kokoh, desain mobil listrik makin futuristik, atau dekorasi rumah bernuansa industrial terasa kian estetis? Jawabannya ada pada satu material yang makin dekat dengan kehidupan kita sehari-hari: logam dan aluminium berkualitas tinggi.
Di balik tampilan visual yang serba sleek serta tren hidup berkelanjutan (eco-living), terdapat proses panjang pengolahan material yang kini makin canggih. Logam tak lagi identik dengan pabrik berat yang kotor, melainkan teknologi presisi, efisiensi energi, dan daur ulang aluminium yang ramah lingkungan.
Indonesia sendiri sedang bertransformasi besar-besaran untuk mengolah sumber daya mineral lokal menjadi produk jadi bernilai tinggi yang langsung menyokong industri gaya hidup, otomotif, hingga teknologi.
“Indonesia sedang bergerak dari model ekspor sumber daya menuju model industri yang lebih terintegrasi, yakni mengolah sumber daya mineral dalam negeri bernilai tambah lebih tinggi, sekaligus memperkuat basis manufakturnya,” ungkap Lars Wismer, Managing Director Messe Düsseldorf Asia.

Bagi kamu yang penasaran bagaimana inovasi dan teknologi di balik barang-barang penunjang gaya hidup modern ini diciptakan, ajang GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 hadir untuk menjawab rasa penasaran tersebut.
Memasuki edisi ketiganya, pameran dagang internasional ini akan diselenggarakan oleh Messe Düsseldorf Asia bersama PT Pamerindo Indonesia (bagian dari Informa Markets) pada 9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo).
Ajang ini tak sekadar menjadi tempat berkumpulnya ratusan perusahaan global, tetapi juga ruang pameran teknologi otomasi, manufaktur berkelanjutan, hingga simulasi digital terkini.
“Melalui pameran ini, kami menyediakan platform bagi industri Indonesia untuk berinteraksi dengan pemasok global dan mengidentifikasi solusi untuk kebutuhan produksi nasional yang berkembang,” kata Lia Indriasari, Country General Manager Pamerindo Indonesia.
Sorotan Baru: Aluminium Pavilion untuk Produk Ramah Lingkungan
Salah satu daya tarik utama yang wajib disimak tahun ini adalah hadirnya Aluminium Pavilion untuk pertama kalinya. Aluminium kini menjadi material favorit dunia modern karena sifatnya yang ringan, kuat, dan sangat mudah didaur ulang—mulai dari komponen mobil listrik hingga casing perangkat elektronik.
Melalui area khusus ini, pengunjung dapat melihat dari dekat bagaimana teknologi peleburan, pengolahan scrap (daur ulang), hingga pemotongan presisi bekerja untuk menghasilkan komponen manufaktur masa kini.
“Aluminium berada di titik temu sejumlah prioritas industri Indonesia, termasuk hilirisasi, daya saing manufaktur, pembangunan infrastruktur, integrasi rantai pasok otomotif, serta transisi energi,” tambah Lars Wismer.
Melihat bagaimana teknologi manufaktur berkembang pesat, kita makin menyadari bahwa kenyamanan, keindahan, dan keberlanjutan gaya hidup modern hari ini dimulai dari inovasi material yang digunakan di dalamnya.