- Mahasiswa Untag Surabaya Moch Dzikry Nur Alam meraih juara III Wildlife Journalism Competition 2024 di Madura.
- Dzikry bersama timnya berhasil mendapatkan juara II dalam ajang Digital Leadership Challenge di Yogyakarta tahun 2025.
- Ia mengelola usaha digital masdzikry.com serta aktif mendampingi para pelaku UMKM memanfaatkan berbagai kanal digital.
Suara.com - Moch Dzikry Nur Alam, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, menunjukkan kiprah di bidang penulisan dan kompetisi akademik melalui sejumlah prestasi dalam dua tahun terakhir.
Salah satu pencapaian Dzikry diraih pada Wildlife Journalism Competition (WJC) 2024. Ia bersama Syahrial Fathur Rozi Darmawan meraih juara III kategori penulisan feature dalam kompetisi tersebut.
Keduanya mengangkat persoalan konflik antara masyarakat dan monyet liar di Desa Buddan, Madura.
Karya berjudul “Monyet Kelaparan dan Konflik Ekologis di Buddan: Kekeringan, Pertambangan, dan Kesadaran Lingkungan yang Memudar” mencoba melihat persoalan tersebut dari sisi lingkungan, bukan sekadar konflik antara warga dan satwa.
Untuk menyusun tulisan itu, keduanya melakukan peliputan selama sekitar dua bulan. Observasi lapangan dan wawancara dengan warga membawa mereka pada temuan bahwa kerusakan habitat, kekeringan berkepanjangan, dan aktivitas pertambangan turut memengaruhi perilaku satwa.
Dzikry mengaku proses peliputan menjadi tantangan tersendiri karena kondisi medan dan akses terhadap narasumber.
“Kami menghadapi jalanan yang rusak, jarak tempuh yang jauh, hingga sulitnya mendapatkan informasi dari warga. Meski melelahkan, proses ini sangat berharga karena memberi kami banyak pelajaran tentang dunia jurnalistik dan isu lingkungan,” ujarnya.
Setahun setelah prestasi tersebut, Dzikry kembali meraih penghargaan. Kali ini, ia bersama tim mendapat juara II dalam kompetisi Digital Leadership Challenge: A Brief Case Analysis yang digelar Universitas Atma Jaya di Yogyakarta.
Kompetisi tersebut menguji kemampuan peserta menganalisis persoalan kepemimpinan digital dan menyusun solusi berdasarkan studi kasus. Salah satu topik yang dihadapi berkaitan dengan tantangan agensi digital akibat perkembangan kecerdasan buatan.
Persiapan menghadapi kompetisi dilakukan dalam waktu singkat. Setelah tiba di Yogyakarta pada malam hari, Dzikry dan tim langsung mempersiapkan materi hingga dini hari.
Pada babak enam besar, format kompetisi berubah menjadi debat langsung. Dzikry mengakui kemampuan komunikasi lisan menjadi salah satu tantangan yang harus diatasi.
“Terkadang kalimat yang ingin saya sampaikan menjadi sulit dipahami dan belibet. Ini menjadi tantangan besar untuk saya,” katanya.
Ia kemudian mengandalkan kerja sama tim dan menjaga ketenangan selama menghadapi babak tersebut.
“Strategi saya tetap tenang, percaya dengan kemampuan tim, serta rendah hati. Dengan begitu kami bisa berpikir jernih dan bekerja sama secara efektif,” tuturnya.
Ketertarikan Dzikry pada dunia menulis sebenarnya telah dimulai sejak 2019. Ia rutin menulis di blog pribadi dengan tema teknologi dan edukasi sebelum kemudian mendalami SEO.