- Tradisi Tionghoa merekomendasikan penggunaan batu alam dan perhiasan khusus berdasarkan shio yang selaras dengan konsep lima unsur.
- Pemilihan batu permata dan aksesori ini didasarkan pada simbol warna unsur shio masing-masing dalam kebudayaan kuno China.
- Anggapan bahwa batu tersebut mendatangkan keberuntungan hanyalah bagian dari kepercayaan budaya tradisional tanpa pembuktian fakta ilmiah.
Suara.com - Rekomendasi perhiasan dan batu alam keberuntungan sesuai shio banyak dicari sebagai bagian dari kepercayaan dan tradisi budaya Tionghoa. Pilihan tersebut umumnya dikaitkan dengan konsep yin-yang dan lima unsur atau Wu Xing, yakni kayu, api, tanah, logam, dan air.
Dalam tradisi tersebut, setiap shio memiliki unsur yang berkaitan dengannya. Karena itu, batu alam atau aksesori tertentu kerap dipilih berdasarkan simbol warna dan unsur yang dianggap selaras dengan shio seseorang.
Namun, perlu dipahami bahwa anggapan batu tertentu dapat mendatangkan rezeki, keberuntungan, atau perlindungan merupakan bagian dari kepercayaan budaya, bukan fakta ilmiah yang membuktikan batu tersebut memiliki kekuatan supernatural.
Konsep ini tetap menarik dari sisi sejarah. Penelitian yang dimuat dalam Journal of Gems & Gemmology menjelaskan bahwa penggunaan batu permata untuk tujuan yang berkaitan dengan menangkal keburukan dan mencari keberuntungan dalam konteks sejarah China memiliki hubungan dengan doktrin lima unsur, konsep keagamaan, serta tradisi pemakaman.
Selain itu, penelitian Wang Yinqing dalam Journal of Gems & Gemmology membahas bagaimana konsep yin-yang dan lima unsur digunakan sebagai inspirasi dalam desain perhiasan, termasuk melalui pemilihan bentuk, warna, material, dan unsur budaya.
Lantas, apa saja rekomendasi perhiasan dan batu alam keberuntungan sesuai shio?
1. Shio Tikus: Batu Onyx Hitam dan Giok
![Batu onyx hitam [Glamira]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/26/84040-batu-onyx-hitam-glamira.jpg)
Shio Tikus secara tradisional dikaitkan dengan unsur air. Untuk perhiasan, batu dengan warna hitam atau biru tua dapat menjadi pilihan yang selaras dengan simbol unsur tersebut.
Rekomendasi yang bisa dipertimbangkan adalah onyx hitam, obsidian, atau giok bernuansa gelap. Batu tersebut dapat digunakan sebagai liontin, gelang, cincin, maupun manik-manik.
Jika menginginkan tampilan yang lebih klasik, liontin giok dengan desain sederhana bisa menjadi pilihan. Giok sendiri mempunyai sejarah panjang dalam kebudayaan China.
Smithsonian's National Museum of Asian Art mencatat bahwa giok, khususnya nephrite dan jadeite, telah menjadi material yang sangat dihargai dalam sejarah China dan digunakan untuk berbagai benda ornamen serta perhiasan.
2. Shio Kerbau: Giok Kuning atau Tiger's Eye
![Ilustrasi batu giok kuning [Magnific]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/26/74298-ilustrasi-batu-giok-kuning-magnific.jpg)
Shio Kerbau memiliki keterkaitan dengan unsur tanah. Warna-warna seperti kuning, cokelat, dan keemasan dapat digunakan sebagai inspirasi dalam memilih aksesori.
Tiger's eye menjadi salah satu pilihan menarik untuk gelang atau liontin. Batu dengan nuansa cokelat keemasan ini memberikan kesan hangat dan cocok dipadukan dengan aksesori berwarna emas.
Alternatif lainnya adalah giok berwarna kuning atau cokelat yang dibuat menjadi liontin sederhana.