- Ketua Umum Rampas Setia 08, T. Helmi, mengecam pernyataan Budi Arie terkait spekulasi percepatan pemilu.
- Aksi kecaman tersebut disampaikan Helmi dalam acara konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu.
- Helmi menegaskan Presiden Prabowo Subianto akan menuntaskan masa jabatannya hingga dua periode pemerintahan.
Suara.com - Ketua Umum DPP Rampas Setia 08 Berdaulat, T. Helmi, yang menjadi relawan Prabowo Subianto, mengecam pernyataan Budi Arie yang berspekulasi akan adanya percepatan pemilihan umum (pemilu) sebelum 2029.
Helmi mempertanyakan kapasitas Ketua Umum Projo tersebut. Ia menuding Budi Arie hanya sedang mencari kekuasaan.
"Emang Budi Arie itu siapa sih dia? Apa yang pernah dia lakukan di bangsa dan negara ini? Nggak ada itu budi arie. Dia cuma nafsu, hanya ingin berkuasa terus," kata Helmi dalam diskusi dan konferensi pers "Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Nasional" di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2026).
Helmi mengingatkan bahwa saat ini pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto tengah bekerja melayani rakyat hingga turun ke bawah.
"Sedangkan Budi Arie ini hanya otaknya kekuasaan. Kami dari Rampas Setia 08 mengecam pernyataan Budi Arie, lu jual kami beli," kata Helmi.
Sembari menunjuk, Helmi lantas mengingatkan kepada mantan Menteri Koperasi dan mantan Menkominfo tersebut bahwa Prabowo akan menyelesaikan masa jabatan presiden sesuai dengan waktunya. Bahkan, Helmi berkeyakinan Prabowo menjabat hingga dua periode.
"Eh Budi Arie saya ingatkan ya kepada Anda, Pak Prabowo itu dua periode. Presiden H. Prabowo dua periode, eh Budi Arie kamu dengar ini. Ini pernyataan saya Ketua Umum Rampas cuma itu," kata Helmi.
Helmi turut memperingatkan Budi agar tidak bertindak semena-mena seolah bisa mengatur negara. Ia juga memastikan bahwa Rampas akan selalu berada untuk membela Prabowo.
"Jangan macam-macam kamu di negara ini seakan akan kamu bisa mengatur negara ini. Emang lu siapa? Apa yang pernah kamu lakukan untuk negara ini? Kami tantang kamu. Kamu selalu berada bersama Praabowo walaupun nyawa taruhannya," kata Helmi.