- Laboratorium independen Valisure menemukan kontaminasi residu benzena karsinogenik pada sejumlah produk sunscreen spray merek besar.
- Paparan benzena melalui inhalasi dan penyerapan kulit dapat meningkatkan risiko leukemia, kanker darah, serta gangguan sumsum tulang.
- Konsumen disarankan beralih menggunakan sunscreen bentuk lotion atau krim untuk menghindari bahaya kontaminasi aerosol.
Meskipun kadar dalam sunscreen biasanya lebih rendah, kombinasi dengan sumber paparan lain (asap kendaraan, rokok, atau lingkungan) dapat menambah beban total.
6. Kontaminasi Tidak Konsisten Antar Batch
Salah satu temuan penting adalah variasi kadar benzena antar batch produk yang sama. Satu lot bisa mengandung kadar tinggi, sementara lot lain bersih.
Ini menunjukkan bahwa kontaminasi terjadi selama proses manufaktur, kemungkinan dari propelan aerosol (seperti isobutane), etanol berbahan dasar petroleum, atau agen pengental. Konsumen sulit mengetahui produk mana yang aman hanya dari label.
7. Anak-Anak dan Kelompok Rentan Lebih Berisiko
Kulit anak lebih tipis dan luas permukaan tubuh relatif lebih besar dibanding orang dewasa. Paparan benzena dari sunscreen spray yang sering digunakan pada anak-anak berpotensi memberikan dosis lebih tinggi per kilogram berat badan.
Ibu hamil dan orang dengan gangguan sumsum tulang juga termasuk kelompok yang perlu ekstra hati-hati.
8. Tidak Ada Tingkat Paparan yang Benar-Benar Aman
Banyak ahli menekankan bahwa tidak ada kadar benzena yang sepenuhnya aman untuk manusia. FDA menetapkan batas kondisional sekitar 2 ppm untuk beberapa produk obat, namun keberadaan zat ini dalam produk konsumen sehari-hari tetap menjadi isu.
Beberapa produk yang ditarik bahkan mengandung kadar jauh di atas ambang tersebut.
9. Manfaat Sunscreen Tetap Penting, Tapi Pilih Bentuk yang Lebih Aman
Perlindungan dari radiasi UV tetap krusial untuk mencegah kanker kulit. Namun, para ahli menyarankan beralih ke lotion, krim, atau stick sunscreen daripada spray.
Jika terpaksa menggunakan spray, semprotkan ke tangan terlebih dahulu lalu oleskan ke kulit, dan hindari menghirup kabutnya. Simpan produk di tempat sejuk karena suhu tinggi dapat memengaruhi stabilitas bahan.
10. Perlunya Pengawasan dan Transparansi Industri
Temuan berulang mengenai benzena dalam sunscreen spray dan produk aerosol lain menunjukkan perlunya pengujian kontaminan yang lebih ketat oleh produsen dan regulator.
Konsumen berhak mendapatkan produk yang bebas dari zat berbahaya yang tidak seharusnya ada. Memilih merek yang transparan dan secara rutin menguji bahan baku menjadi langkah praktis yang bisa dilakukan.
Kesimpulannya, residu benzena pada sunscreen spray membawa risiko kesehatan yang tidak sepele, terutama terkait kanker darah dan gangguan sistem hematopoietik. Meskipun tidak semua produk terkontaminasi, data menunjukkan bahwa bentuk aerosol lebih rentan.
Dengan memilih formulasi sunscreen non-spray dan memperhatikan cara aplikasi, risiko paparan dapat diminimalkan tanpa mengorbankan perlindungan dari sinar matahari. Selalu prioritaskan keamanan jangka panjang di samping kenyamanan sehari-hari.