Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia

Vania Rossa

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:28 WIB
Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia
Eksibitor Thailand di IFRA 2026. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Departemen Promosi Perdagangan Internasional Thailand membawa sembilan waralaba ke pameran IFRA 2026 di ICE BSD pada 28 Agustus 2026 untuk menjajaki peluang bisnis di Indonesia.
  • Direktur Thai Trade Center Jakarta, Hataichanok Sivara, menyatakan bahwa populasi besar dan kelas menengah Indonesia menciptakan peluang signifikan bagi sektor makanan dan minuman, pendidikan, kesehatan, serta ritel.
  • Wakil Direktur Thai Trade Center Jakarta, Nassaree Pathan, menjelaskan bahwa sembilan waralaba tersebut telah melalui kurasi ketat oleh DITP agar sesuai dengan karakter pasar dan kebutuhan konsumen Indonesia.

Suara.com - Pilihan produk dan layanan yang tersedia untuk konsumen Indonesia semakin beragam. Mulai dari makanan dan minuman, kecantikan, fesyen, hingga berbagai layanan gaya hidup, merek dari berbagai negara kini semakin mudah ditemukan di pasar Indonesia.

Di tengah pilihan yang semakin banyak, konsumen juga mulai lebih selektif. Harga bukan lagi satu-satunya pertimbangan ketika memilih sebuah produk. Kualitas, reputasi merek, hingga kesesuaian produk dengan kebutuhan dan gaya hidup ikut menjadi faktor yang diperhatikan.

Kondisi ini membuka peluang bagi merek internasional, termasuk dari Thailand, untuk semakin dikenal oleh konsumen Indonesia.

Thailand sendiri memiliki beragam merek yang bergerak di sektor makanan dan minuman, pendidikan, kesehatan dan kecantikan, ritel, gaya hidup, hingga layanan bisnis. Sejumlah sektor tersebut dinilai memiliki peluang untuk berkembang di pasar Indonesia.

Director of Thai Trade Center Jakarta, Mrs. Hataichanok Sivara, mengatakan perubahan pola konsumsi masyarakat Indonesia menjadi salah satu peluang bagi merek internasional.

“Indonesia adalah salah satu pasar waralaba yang paling menarik di Asia Tenggara, didorong oleh populasi yang besar, kelas menengah yang berkembang, dan pengeluaran konsumen yang kuat. Saat ini, kami melihat peluang signifikan di beberapa sektor, termasuk makanan dan minuman, pendidikan, kesehatan dan kecantikan, ritel dan gaya hidup, serta layanan bisnis,” kata Hataichanok.

Konsumen Makin Selektif

Semakin banyaknya pilihan membuat konsumen memiliki lebih banyak pertimbangan sebelum membeli sebuah produk. Selain harga, kualitas dan reputasi merek menjadi bagian dari proses menentukan pilihan.

Bagi merek Thailand, perubahan perilaku konsumen tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan. Produk yang ingin masuk ke Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan popularitas, tetapi juga perlu memiliki kualitas dan model bisnis yang sesuai dengan karakter pasar lokal.

baca juga

Peluang tersebut salah satunya terlihat dalam keikutsertaan Thailand pada pameran waralaba, lisensi, dan konsep bisnis IFRA 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Jumat (28/8/2026).

Melalui Department of International Trade Promotion (DITP), Ministry of Commerce Thailand, sebanyak sembilan eksibitor Thailand hadir untuk menjajaki peluang bisnis di Indonesia. Lima di antaranya bergerak di sektor makanan dan minuman atau F&B.

Deputy Director of Thai Trade Center Jakarta, Mrs. Nassaree Pathan, mengatakan kehadiran sembilan franchise tersebut ditujukan untuk mempertemukan pemilik usaha Thailand dengan calon investor dan mitra bisnis Indonesia.

“Dari DITP, Ministry of Commerce of Thailand, kami membawa 9 franchise yang bergabung di event ini. Kami sebagai DITP menjadi jembatan untuk menghubungkan pengusaha Thailand dengan investor Indonesia, termasuk melalui business matching. Dari 9 eksibitor tersebut, ada 5 yang bergerak di sektor makanan dan minuman dan kebanyakan memiliki sertifikasi halal dari Thailand,” ujar Nassaree.

F&B Jadi Salah Satu yang Menonjol

Sektor makanan dan minuman menjadi salah satu bidang yang dibawa dalam keikutsertaan Thailand di IFRA 2026.

Bagi konsumen Indonesia, produk F&B tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga semakin dekat dengan gaya hidup. Pengalaman mencoba makanan baru, mengenal cita rasa dari negara lain, hingga munculnya berbagai pilihan tempat makan membuat sektor ini memiliki ruang yang luas untuk berkembang.

Aspek halal juga menjadi perhatian bagi brand F&B Thailand yang ingin mengembangkan bisnis di Indonesia. DITP membuka peluang untuk menghubungkan perusahaan Thailand dengan pihak terkait di Indonesia guna membantu proses penyesuaian dan sertifikasi halal sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, pilihan konsumen tidak berhenti pada F&B. DITP juga melihat peluang pada sektor kesehatan dan kecantikan, ritel dan gaya hidup, pendidikan, serta layanan bisnis.

Keragaman sektor tersebut menunjukkan bahwa peluang merek Thailand di Indonesia tidak hanya datang dari produk yang dikonsumsi, tetapi juga dari layanan dan kebutuhan yang mengikuti perkembangan gaya hidup masyarakat.

Merek Thailand Dikurasi Sebelum Masuk Pasar

Menariknya, merek yang dibawa ke Indonesia melalui DITP tidak dipilih secara sembarangan. Perusahaan Thailand yang tertarik mengembangkan bisnis di Indonesia terlebih dahulu mengajukan aplikasi.

DITP Jakarta kemudian melakukan seleksi dengan mempertimbangkan kualitas produk serta kesesuaian model bisnis dengan karakter pasar Indonesia.

“Kami menghubungkan eksibitor-eksibitor kami yang berminat untuk melakukan bisnis di Indonesia. Mereka mengirim aplikasi, kemudian DITP kami di Jakarta menerima dan memilih yang berkualitas di Thailand. Jadi kami mengumpulkan yang terbaik di sini. Bisnis mana pun yang sekiranya cocok dengan pasar Indonesia akan dibawa ke sini,” kata Nassaree.

Menurutnya, Indonesia dipilih karena memiliki pasar yang dinilai cukup besar. DITP berharap produk-produk Thailand dapat berkembang sekaligus menciptakan hubungan bisnis dan kerja sama jangka panjang dengan pelaku usaha Indonesia.

Bukan Cuma Soal Nama Besar

Bagi konsumen, semakin banyaknya merek asing yang hadir di Indonesia memberikan lebih banyak pilihan. Namun, banyaknya pilihan juga membuat konsumen perlu lebih jeli sebelum menentukan produk.

Hal serupa berlaku bagi calon investor yang ingin membawa sebuah franchise ke pasar Indonesia. Hataichanok menyarankan agar popularitas merek tidak menjadi satu-satunya pertimbangan.

Kemampuan modal, rekam jejak perusahaan, model bisnis, target konsumen, serta dukungan dari franchisor juga perlu diperhitungkan.

Sebab, merek yang berhasil di satu negara belum tentu dapat langsung diterapkan dengan cara yang sama di negara lain.

Perbedaan regulasi, perizinan, sertifikasi, kebiasaan konsumen, hingga strategi pemasaran membuat proses adaptasi menjadi bagian penting dalam ekspansi bisnis.

Bagi merek Thailand, memahami karakter konsumen Indonesia menjadi salah satu kunci agar produk yang ditawarkan tidak sekadar hadir, tetapi juga dapat diterima dan berkembang di pasar lokal.

Pada akhirnya, daya tarik sebuah merek di mata konsumen bukan hanya ditentukan oleh negara asalnya. Kualitas produk, reputasi, kesesuaian dengan kebutuhan, serta kemampuan memahami gaya hidup konsumen menjadi faktor yang ikut menentukan apakah sebuah merek dapat bertahan dan mendapatkan tempat di pasar Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belanja Kini Makin Seru, Kuliner Lezat dan Promo Menarik Jadi Magnet Baru Pengunjung

Belanja Kini Makin Seru, Kuliner Lezat dan Promo Menarik Jadi Magnet Baru Pengunjung

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Nutrisi Keluarga Harus Tetap Optimal: Tips Bijak Belanja di Tengah Tekanan Ekonomi

Nutrisi Keluarga Harus Tetap Optimal: Tips Bijak Belanja di Tengah Tekanan Ekonomi

Health | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:13 WIB

Tren Belanja Online di Indonesia Berubah, Konsumen Kini Tak Cuma Cari Harga Murah dan Diskon!

Tren Belanja Online di Indonesia Berubah, Konsumen Kini Tak Cuma Cari Harga Murah dan Diskon!

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:48 WIB

Terkini

Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele

Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia

Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak

Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:21 WIB

5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal

5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai

Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai

Otomotif | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol

Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Hearts2Hearts dan Youth Culture yang Terus Berkembang, dari Gaya Hidup hingga Tren Makanan

Hearts2Hearts dan Youth Culture yang Terus Berkembang, dari Gaya Hidup hingga Tren Makanan

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:12 WIB

Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital

Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Alasan Wadirut GOTO Catherine Sutjahyo Mundur

Alasan Wadirut GOTO Catherine Sutjahyo Mundur

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:02 WIB

Boyfriend Material Banget! 5 Inspirasi Outfit Kekinian ala Song Kang

Boyfriend Material Banget! 5 Inspirasi Outfit Kekinian ala Song Kang

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:00 WIB

×