- CCO SCGI Agency Edgar Alexander membagikan strategi pemasaran bagi UKM bermodal sepuluh juta rupiah.
- Pelaku UKM dapat mengalokasikan anggaran terbatas tersebut untuk konten kreatif, iklan digital, dan promosi fisik.
- Strategi alokasi dana yang tepat bertujuan membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan penjualan produk secara signifikan.
"Cek video mana yang mendapat respons organik paling bagus, lalu berikan dorongan (boost) dengan iklan berbayar pada video tersebut," imbuhnya.
Jangan lupa, gunakan grup WhatsApp sebagai kanal broadcast gratis untuk menjaga loyalitas pelanggan.
3. "Gerilya" di Jalur Darat (Alokasi: Rp2 Juta)
Meski berjualan secara online, kehadiran fisik tetap krusial untuk membangun kepercayaan. Alokasikan Rp2 juta untuk mencetak banner mikro atau stiker.
Titik pemasangannya pun harus strategis: warung kopi, pos ronda, pasar, hingga gang-gang padat penduduk.
Tujuannya sederhana, agar nama brand Anda terus menempel di ingatan warga sekitar saat mereka melakukan aktivitas sehari-hari.
4. Kekuatan Komunitas dan Tokoh Lokal (Alokasi: Rp2 Juta)
Sisa dana Rp2 juta dapat digunakan untuk membangun hubungan personal. Edgar menyarankan pelaku UKM untuk turun langsung ke lapangan, menemui komunitas, organisasi kepemudaan, hingga pengurus RT/RW.
"Kerja sama dengan tokoh setempat bisa menjadi mesin promosi yang efektif. Berikan edukasi tentang produk Anda, sediakan konsumsi yang layak saat pertemuan, atau buat program giveaway kecil-kecilan," ucapnya.
Interaksi tatap muka ini jauh lebih ampuh membangun kepercayaan dibandingkan sekadar iklan di layar ponsel.
Kesimpulan
Keterbatasan budget bukanlah penghalang untuk sukses di e-commerce.
Dengan strategi yang tepat, menggabungkan kekuatan konten digital, iklan yang tertarget, kehadiran fisik, dan kedekatan komunitas, dana Rp10 juta bisa menjadi batu loncatan besar bagi UKM untuk naik kelas.