- Sepeda lipat sangat praktis digunakan untuk olahraga santai di rute perkotaan yang relatif datar.
- Sepeda gunung dirancang dengan rangka kokoh serta suspensi untuk menaklukkan medan berat dan off-road.
- Pemilihan jenis sepeda bergantung pada rute, tingkat kenyamanan, serta kemudahan penyimpanan dan perawatannya.
Menurut Budiman, pola tersebut cocok menggunakan sepeda lipat ketika jarak first mile dan last mile tidak terlalu jauh.
Ia menyebut pengalaman idealnya sekitar 8-10 kilometer jika jarak first mile dan last mile digabungkan, meskipun jarak tersebut dapat berbeda tergantung gaya bersepeda masing-masing.
Dengan karakter tersebut, sepeda lipat juga cocok untuk olahraga santai akhir pekan yang tidak membutuhkan medan ekstrem.

2. Sepeda Gunung Lebih Cocok untuk Medan Berat
Jika tujuan bersepeda pada akhir pekan adalah mencari tantangan, menjelajah alam atau melewati jalan yang tidak rata, MTB lebih unggul.
Bicycle Free menjelaskan bahwa sepeda gunung lebih cocok digunakan untuk medan kasar, termasuk tanjakan dan jalur off-road. Rangka serta komponennya memang dirancang untuk menghadapi kondisi tersebut.
"Kalau sepeda gunung cocok untuk medan-medan kasar tanjakan, artinya dia lebih kuat. Ditambah suspensi dan rangkanya juga kuat untuk offroad. Cocok untuk jelajah alam."
Karena itu, MTB lebih tepat untuk pengguna yang ingin melakukan aktivitas seperti trail riding, cross-country ringan atau bersepeda di jalur pedesaan yang memiliki permukaan tanah dan bebatuan.
3. Bagaimana dengan Kecepatan?
Dari sisi kecepatan, jangan hanya melihat ukuran roda. Kecepatan sepeda juga dipengaruhi oleh posisi tubuh, jenis ban, bobot sepeda, gearing, kondisi medan dan kemampuan pesepeda.
Namun, untuk penggunaan umum di jalan raya, sepeda dengan roda berukuran lebih besar seperti 26 inci atau 700c dapat terasa lebih stabil ketika mempertahankan laju dibanding sepeda lipat dengan roda kecil.
Budiman Ramadhan juga memberikan pandangan berdasarkan pengalamannya.
"Kalau tidak naik kendaraan umum, misal kalau jarak rumah anda ke kantor cuman 5km jenis sepeda apapun tidak masalah. Hal yang perlu diperhatikan posisi bersepeda pakai sepeda biasa 26" atau 700c lebih enak daripada sepeda lipat yang pakai roda maksimal 20"."
Untuk olahraga akhir pekan, faktor ini menjadi penting apabila pengguna ingin menempuh jarak cukup jauh dengan kecepatan yang relatif konsisten.
4. Mana yang Lebih Nyaman?
Soal kenyamanan, jawabannya sangat bergantung pada jenis rute dan posisi berkendara.
Sepeda gunung biasanya menggunakan posisi berkendara yang lebih condong ke depan dibanding sepeda dengan desain upright. Posisi tersebut membantu pengendalian ketika menghadapi medan menanjak maupun teknis.
Namun, untuk perjalanan santai di jalan perkotaan, sepeda dengan posisi berkendara lebih tegak dapat terasa lebih nyaman.
Budiman bahkan mengatakan dirinya lebih menyarankan sepeda dengan desain upright untuk penggunaan sehari-hari dibanding MTB karena posisi tubuhnya lebih santai.
Jadi, jika olahraga akhir pekan yang diinginkan berupa gowes santai sambil menikmati suasana kota, sepeda lipat atau sepeda dengan posisi upright bisa lebih sesuai.
5. Perawatan Sepeda Lipat vs MTB
Sepeda lipat bukan berarti bebas perawatan. Bagian engsel dan mekanisme lipatan perlu diperhatikan karena merupakan komponen khas yang tidak dimiliki sepeda biasa.
Bicycle Free menyebut sepeda lipat relatif mudah dirawat karena komponennya cenderung lebih sederhana, meskipun mekanisme lipatan juga menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian.
Sementara itu, MTB dapat membutuhkan perawatan lebih intensif, khususnya jika sering digunakan di medan berat.
Suspensi, rem, drivetrain dan komponen lain dapat lebih cepat kotor atau mengalami keausan apabila sepeda sering digunakan di jalur tanah, lumpur atau bebatuan.
Dengan demikian, sepeda lipat lebih praktis untuk penggunaan perkotaan, sedangkan MTB lebih siap menghadapi penggunaan yang menuntut kemampuan off-road.