- Tradisi Tionghoa mengaitkan makanan dengan simbol kemakmuran, keharmonisan, serta keseimbangan energi berdasarkan shio dan lima elemen.
- Rekomendasi makanan pembawa keberuntungan ditentukan melalui karakteristik simbolis masing-masing shio dan elemen tetapnya.
- Panduan makanan tradisional tersebut berfungsi sebagai referensi budaya, feng shui, serta astrologi untuk perayaan.
Suara.com - Makanan pembawa keberuntungan sesuai shio kerap dicari ketika seseorang ingin menciptakan suasana yang dianggap lebih harmonis.
Dalam tradisi Tionghoa, makanan bukan hanya soal rasa dan nutrisi, tetapi juga dapat memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kemakmuran, umur panjang, keharmonisan keluarga, hingga keseimbangan energi.
Konsep tersebut berkaitan dengan filosofi Yin-Yang dan Wuxing (Lima Fase/Elemen), yakni kayu, api, tanah, logam, dan air. British Library menjelaskan bahwa sistem zodiak Tionghoa terdiri dari siklus 12 hewan yang berpadu dengan lima elemen dalam siklus 60 tahun. Dengan demikian, setiap tahun memiliki kombinasi shio, elemen, serta Yin atau Yang.
Sementara itu, konsep Wuxing sendiri merupakan bagian dari filsafat Tiongkok yang mengelompokkan berbagai proses berdasarkan lima fase, yaitu Wood/Kayu, Fire/Api, Earth/Tanah, Metal/Logam, dan Water/Air.
Stanford Encyclopedia of Philosophy menjelaskan bahwa kelima fase tersebut digunakan untuk memahami hubungan dan perubahan antarkomponen dalam kosmologi Tiongkok.
Lantas, makanan apa yang dipercaya cocok untuk membawa keberuntungan sekaligus membantu menyeimbangkan energi berdasarkan shio?
Mengenal konsep makanan dan energi dalam tradisi Tionghoa
Sebelum melihat makanan berdasarkan shio, penting memahami bahwa rekomendasi ini merupakan bagian dari tradisi budaya, feng shui, astrologi Tionghoa, dan pengobatan tradisional, bukan aturan medis yang terbukti secara klinis dapat mendatangkan keberuntungan.
Dalam pengobatan tradisional Tionghoa, makanan memang memiliki klasifikasi berdasarkan sifat, rasa, dan hubungannya dengan konsep Yin-Yang serta Lima Elemen. Literatur yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food menjelaskan bahwa konsep medicinal food Tiongkok menggunakan teori Yin-Yang, Qi, darah, Lima Elemen, lima rasa, serta sifat makanan seperti dingin, sejuk, netral, hangat, dan panas.
Penelitian dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition mengenai Huang Di Nei Jing atau The Yellow Emperor's Inner Classic juga mencatat bahwa tradisi pengobatan Tiongkok kuno menekankan pola makan yang seimbang dan beragam.
Dalam salah satu kajian mengenai terapi makanan dalam tradisi Tiongkok, keseimbangan rasa dan karakter "panas-dingin" makanan menjadi bagian dari prinsip diet tradisional tersebut. Namun, konsep ini sebaiknya tidak disamakan dengan penjelasan medis modern.
Makanan pembawa keberuntungan sesuai 12 shio
Berikut panduan yang dapat digunakan sebagai referensi budaya dan simbolis, dengan menghubungkan shio dengan elemen tetapnya dan karakter simbolik makanan dalam tradisi Tionghoa.
1. Shio Tikus — elemen Air

Shio Tikus secara tradisional dikaitkan dengan elemen Air. British Library mencatat bahwa Tikus termasuk dalam siklus shio yang setiap tahunnya bergerak melalui lima elemen. (International Dunhuang Programme)
Untuk simbol keberuntungan, makanan yang berkaitan dengan kelimpahan dan aliran rezeki dapat dipilih, seperti ikan, rumput laut, dan jeruk.
Ikan menjadi pilihan menarik karena dalam tradisi Tahun Baru Imlek, ikan utuh melambangkan kelimpahan atau kemakmuran. Dalam bahasa Mandarin, kata untuk ikan (yu) memiliki kemiripan bunyi dengan kata yang berkaitan dengan surplus atau kelimpahan.
Pilihan makanan: ikan utuh, rumput laut, jeruk, dan sup ikan.
2. Shio Kerbau — elemen Tanah

Kerbau termasuk kelompok shio dengan elemen tetap Tanah. Untuk simbol keseimbangan, makanan berwarna kuning atau keemasan dapat dipilih sebagai representasi kemakmuran.
Nasi, jagung, ubi, labu, dan makanan berbahan serealia bisa menjadi pilihan sehari-hari. Untuk momen perayaan, nian gao atau kue beras ketan juga dapat dipilih karena memiliki simbolisme khusus dalam Tahun Baru Imlek.
Pilihan makanan: jagung, ubi, labu, nasi, dan nian gao.
3. Shio Macan — elemen Kayu

Macan secara tradisional memiliki elemen tetap Kayu. Dalam teori Lima Elemen, Kayu berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan.
Karena itu, sayuran hijau dan bahan makanan nabati dapat digunakan sebagai simbol pertumbuhan, seperti bok choy, sawi, bayam, dan rebung.
Rebung juga memiliki makna simbolis dalam tradisi Tahun Baru Imlek. Academy of Nutrition and Dietetics mencatat bahwa rebung termasuk sayuran yang dikaitkan dengan harapan akan umur panjang.
Pilihan makanan: bok choy, sawi, bayam, rebung, dan sayuran hijau.
4. Shio Kelinci — elemen Kayu

Sama seperti Macan, Kelinci dikaitkan dengan elemen Kayu.
Untuk simbol keseimbangan, makanan berbahan sayuran hijau dapat menjadi pilihan. Buah segar juga dapat melengkapi menu agar lebih beragam.
Dalam konteks simbolisme Imlek, jeruk dan jeruk mandarin termasuk buah yang dikaitkan dengan keberuntungan dan kemakmuran.
Pilihan makanan: sayuran hijau, rebung, jeruk mandarin, dan buah-buahan segar.
5. Shio Naga — elemen Tanah

Naga memiliki elemen tetap Tanah. Karena Naga merupakan simbol yang kuat dalam kebudayaan Tionghoa, pilihan makanan dapat diarahkan pada hidangan yang melambangkan kelimpahan dan keberhasilan.
Ikan utuh cocok untuk acara perayaan karena melambangkan kelimpahan. Selain itu, jiaozi atau pangsit juga dapat digunakan sebagai simbol kemakmuran.
Pangsit secara tradisional diasosiasikan dengan bentuk batangan emas kuno sehingga menjadi salah satu makanan keberuntungan saat Imlek.
Pilihan makanan: ikan utuh, pangsit, jagung, ubi, dan nian gao.
6. Shio Ular — elemen Api

Ular memiliki elemen tetap Api. Dalam teori Lima Elemen, Api merupakan salah satu dari lima fase utama.
Untuk simbol keberuntungan, makanan berwarna merah dapat dipilih, misalnya stroberi, semangka, paprika merah, atau buah naga merah.
Namun, pemilihan makanan tersebut lebih tepat dimaknai sebagai simbol warna dan budaya, bukan karena warna merah terbukti secara ilmiah dapat mengubah energi seseorang.
Pilihan makanan: buah naga merah, semangka, stroberi, paprika merah, dan tomat.
7. Shio Kuda — elemen Api
![Buah Semangka. [Dok.Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/07/29/85459-buah-semangka.jpg)
Kuda juga memiliki elemen tetap Api. Dalam tradisi simbolik, makanan berwarna merah dan hidangan yang diasosiasikan dengan vitalitas dapat menjadi pilihan.
Buah berwarna merah seperti semangka dan stroberi dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan beragam. Untuk perayaan, hidangan yang menggunakan paprika merah atau tomat juga dapat menjadi alternatif.
Pilihan makanan: semangka, stroberi, tomat, paprika merah, dan buah naga.
8. Shio Kambing — elemen Tanah
![Ilustrasi jagung yang siap dikonsumsi. [Freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/20/79469-ilustrasi-jagung.jpg)
Kambing atau Domba termasuk shio dengan elemen Tanah.
Makanan yang berasal dari serealia dan umbi dapat digunakan sebagai simbol kestabilan dan kecukupan. Nasi, jagung, ubi, labu, dan kacang-kacangan bisa menjadi pilihan menu.
Untuk perayaan Imlek, nian gao juga menarik karena secara tradisional memiliki makna harapan agar tahun yang baru menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya.
Pilihan makanan: nasi, jagung, ubi, labu, kacang-kacangan, dan nian gao.
9. Shio Monyet — elemen Logam

Monyet memiliki elemen tetap Logam, bersama dengan Shio Ayam.
Untuk simbolisme, makanan berwarna putih atau cerah dapat digunakan sebagai pelengkap. Pilihan yang mudah ditemukan antara lain pir, lobak, jamur, tahu, dan nasi.
Jamur juga muncul dalam tradisi makanan Imlek sebagai bahan yang memiliki makna keberuntungan atau kemakmuran.
Pilihan makanan: jamur, tahu, pir, lobak, dan nasi.
10. Shio Ayam — elemen Logam

Ayam juga dikaitkan dengan elemen Logam. Hidangan ayam utuh dapat menjadi pilihan khususnya saat perayaan keluarga. Dalam tradisi Tahun Baru Imlek, ayam utuh melambangkan keutuhan, reuni keluarga, dan kehidupan yang lengkap.
Karena itu, ayam utuh bukan hanya cocok secara simbolis untuk Shio Ayam, tetapi juga memiliki makna budaya yang kuat dalam jamuan keluarga.
Pilihan makanan: ayam utuh, tahu, pir, lobak, dan jamur.
11. Shio Anjing — elemen Tanah

Shio Anjing secara tradisional dikaitkan dengan elemen Tanah.
Makanan yang berasal dari bumi, seperti ubi, jagung, labu, kacang-kacangan, dan serealia dapat digunakan sebagai simbol kestabilan dan kecukupan.
Pilihan ini juga mudah diterapkan dalam menu harian tanpa harus mengandalkan makanan khusus.
Pilihan makanan: ubi, jagung, labu, kacang-kacangan, dan nasi.
12. Shio Babi — elemen Air
![ilustrasi ikan bakar [shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/04/05/56397-ilustrasi-ikan-bakar-fish-grill.jpg)
Babi merupakan shio dengan elemen tetap Air.
Untuk simbol kelimpahan, ikan dan makanan laut dapat menjadi pilihan simbolis. Buah seperti jeruk mandarin juga cocok untuk melengkapi hidangan karena dalam tradisi Imlek dikaitkan dengan keberuntungan.
Pilihan makanan: ikan utuh, makanan laut, rumput laut, jeruk mandarin, dan jeruk.