- Double cleansing seharusnya membantu membersihkan wajah, bukan membuat kulit semakin bermasalah.
- Cleanser, frekuensi mencuci wajah, dan cara menggosok kulit bisa menjadi pemicunya.
- Produk yang tidak cocok juga dapat membuat beruntusan semakin terlihat.
Suara.com - Double cleansing dilakukan untuk membantu membersihkan makeup, sunscreen, minyak, dan kotoran dari wajah. Namun, pada sebagian orang, rutinitas ini dapat diikuti munculnya masalah beruntusan.
Kondisi tersebut bisa jadi pertanda ada bagian dari rutinitas pembersihan wajah yang kurang cocok. Selain itu, produk yang digunakan, cara membersihkan wajah, hingga seberapa sering kulit dicuci dapat ikut memengaruhi munculnya masalah beruntusan.
Double cleansing memang bertujuan membersihkan wajah, tetapi rutinitas ini tetap berpotensi menimbulkan masalah jika produk atau caranya tidak cocok dengan kondisi kulit.
Lantas, apa penyebab wajah makin beruntusan setelah double cleansing?

1. Cleanser terlalu keras untuk kulit
Salah satu penyebab wajah makin beruntusan setelah double cleansing bisa berasal dari cleanser yang digunakan. Formula yang terlalu keras dapat membuat kulit kering dan mengalami iritasi.
Kulit yang terasa tertarik, perih, kering, atau kemerahan setelah mencuci wajah bisa menjadi tanda bahwa pembersih tersebut kurang cocok.
Untuk kulit yang mudah berjerawat, pilih cleanser yang lembut dan tidak abrasif. Hindari pembersih yang membuat wajah terasa sangat kesat setelah digunakan.
2. Wajah dibersihkan terlalu sering
Double cleansing berarti wajah dibersihkan melalui dua tahap. Jika setelahnya masih ditambah mencuci wajah berkali-kali dalam sehari, kulit bisa mendapatkan pembersihan yang terlalu berlebihan.
Terlalu sering mencuci wajah dapat menyebabkan kulit mengalami iritasi dan membuat breakout terlihat semakin parah. Frekuensi mencuci wajah sebaiknya tetap dibatasi, terutama jika kulit mulai terasa kering atau sensitif.
3. Terlalu kuat menggosok wajah
Bukan hanya produk, cara membersihkan wajah juga perlu diperhatikan. Menggosok wajah terlalu kuat dengan tangan, spons, waslap, atau alat pembersih dapat membuat kulit mengalami iritasi.
Saat menggunakan cleanser, cukup pijat lembut menggunakan ujung jari. Makeup dan sunscreen juga tidak perlu dihapus dengan menggosok kulit berulang kali.
4. Produk yang digunakan tidak cocok
Beruntusan yang muncul setelah double cleansing bisa saja berkaitan dengan salah satu produk dalam rutinitas tersebut.
Cleansing balm, cleansing oil, makeup remover, maupun cleanser dapat menjadi produk yang perlu dievaluasi jika tekstur kulit mulai berubah setelah pemakaian. Untuk kulit yang rentan berjerawat, produk berlabel non-comedogenic, oil-free, atau won't clog pores dapat menjadi pilihan.
Jika beruntusan muncul setelah mencoba produk baru, perhatikan perubahan tersebut dan pertimbangkan untuk menghentikan produk yang dicurigai.
5. Kulit menjadi terlalu kering
Membersihkan wajah secara berlebihan dapat membuat kulit kehilangan kelembapan dan terasa kering. Kondisi ini juga dapat membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi.
Kulit yang terlalu kering dapat memicu produksi minyak lebih banyak. Minyak berlebih kemudian berpotensi menyumbat pori-pori dan menyebabkan breakout.
Setelah membersihkan wajah, gunakan pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit. Untuk kulit yang mudah berjerawat, pilih produk dengan keterangan non-comedogenic, oil-free, atau won't clog pores.
Cara Double Cleansing agar Tidak Memicu Beruntusan
Double cleansing sebaiknya dilakukan dengan gerakan yang lembut, bukan menggosok wajah sampai terasa kesat. Tahap pertama dapat digunakan untuk membantu mengangkat makeup dan sunscreen, lalu dilanjutkan dengan cleanser yang lembut.
Gunakan ujung jari saat mencuci wajah dan bilas dengan air suam-suam kuku. Setelahnya, keringkan dengan menepuk wajah secara perlahan menggunakan handuk bersih.
Jika wajah justru makin beruntusan setelah melakukan double cleansing, coba evaluasi kembali produk yang digunakan, cara membersihkan wajah, dan frekuensinya. Bila beruntusan terus muncul atau semakin parah, kondisi tersebut sebaiknya diperiksakan untuk memastikan penyebabnya.