- Rice cooker yang sering digunakan setiap hari dapat mengalami penurunan performa seiring waktu.
- Usia alat bukan satu-satunya patokan untuk mengganti rice cooker; kondisi dan tanda kerusakan perlu menjadi pertimbangan utama.
- Kerusakan yang berkaitan dengan kelistrikan atau komponen utama sebaiknya tidak diabaikan demi memastikan rice cooker tetap aman digunakan.
Suara.com - Rice cooker menjadi salah satu peralatan dapur yang hampir selalu digunakan setiap hari untuk memasak nasi.
Karena pemakaiannya cukup sering, wajar jika performa alat penanak nasi perlahan mengalami penurunan setelah digunakan dalam waktu lama.
Meski begitu, rice cooker yang sudah berusia beberapa tahun belum tentu harus langsung diganti. Kondisi alat dan tanda-tanda kerusakan justru perlu menjadi pertimbangan utama untuk menentukan apakah rice cooker masih aman digunakan atau sudah waktunya mencari pengganti.
Ada kondisi tertentu yang sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika berkaitan dengan kelistrikan atau komponen utama.
Bagi Anda yang bertanya-tanya kapan rice cooker harus diganti dan apa saja tanda yang perlu diperhatikan, berikut penjelasannya.
Tanda-Tanda Rice Cooker Harus Diganti

Tidak semua masalah pada rice cooker berarti alat harus langsung dibuang dan membeli yang baru.
Beberapa gangguan mungkin masih dapat diperbaiki melalui pusat servis resmi, tetapi tanda-tanda berikut bisa menjadi pertimbangan untuk menghentikan pemakaian dan mengecek kondisi alat.
1. Kabel atau Steker Mengalami Kerusakan
Periksa kabel dan steker rice cooker secara berkala, terutama jika alat sudah digunakan dalam waktu lama. Kabel yang terkelupas, retak, berubah bentuk, mengeras, meleleh, atau terasa sangat panas merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan.
Panduan Panasonic menyarankan agar rice cooker segera dihentikan penggunaannya jika kabel atau steker menunjukkan kerusakan, terlalu panas, atau mengalami perubahan yang tidak normal. Kabel yang rusak juga sebaiknya tidak diperbaiki sendiri, melainkan diperiksa oleh pusat servis resmi.
2. Muncul Bau Gosong atau Asap
Rice cooker seharusnya tidak mengeluarkan bau gosong maupun asap ketika digunakan. Jika muncul aroma seperti komponen terbakar, segera matikan perangkat, cabut steker, dan jangan kembali menggunakannya sebelum diperiksa.
Panduan Panasonic memasukkan bau terbakar dan keluarnya asap dari bodi sebagai kondisi tidak normal yang mengharuskan penggunaan dihentikan. Kondisi seperti ini sebaiknya tidak dianggap sepele karena dapat berkaitan dengan masalah pada komponen listrik.
3. Bodi Rice Cooker Retak, Longgar, atau Berubah Bentuk
Kerusakan fisik pada bagian utama rice cooker juga menjadi tanda penting yang perlu diperhatikan. Bodi yang retak, longgar, berubah bentuk, atau terasa panas secara tidak normal sebaiknya tidak terus digunakan.