Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 04 September 2026 | 12:09 WIB
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
Ilustrasi hutan. FOTO ANTARA/HO/Warsi
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menginstruksikan Menhan memberikan privilese khusus suku Dayak menjadi prajurit TNI pada 4 September 2026.
  • Guru Besar UGM Gabriel Lele menilai kebijakan tersebut sebagai strategi kooptasi rezim guna mengamankan kepentingan bisnis hutan Kalimantan.
  • Kebijakan penenangan sementara itu berisiko memecah belah masyarakat adat Dayak dan memicu benturan internal secara masif.

Suara.com - Arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta Menhan menyiapkan privilese bagi suku Dayak untuk menjadi prajurit TNI disinyalir bukan sekadar program afirmasi biasa.

Kebijakan tersebut ditengarai sebagai bentuk korporatisme negara atau strategi perangkulan guna menundukkan kelompok masyarakat adat yang berpotensi menjadi oposisi kritis pemerintah.

Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM, Gabriel Lele, menilai bahwa kebijakan tersebut perlu dibaca secara kritis dari kacamata politik kekuasaan.

Menurutnya, pemerintah tengah berupaya merangkul seluruh poros kekuatan di daerah agar tidak memicu gejolak politik atau tuntutan yang merugikan kepentingan rezim.

"Ini kan pemerintah dalam hal ini Presiden ingin memastikan bahwa semua sumber, semua sumbu yang potensial menjadi oposisi, itu harus dirangkul dan ditundukkan. Jadi, ini kan strategi perangkulan aja, strategi kooptasi supaya jangan minta yang aneh-aneh," kata Gabriel, kepada Suara.com, Jumat (4/9/2026).

Langkah kooptasi ini juga disinyalir erat kaitannya dengan upaya mengamankan aset serta ekspansi bisnis penguasaan hutan di wilayah Kalimantan.

Menurut Gabriel, pemerintah sangat mengkhawatirkan munculnya gerakan penolakan secara masif dari warga Dayak.

"Apakah misalnya orang Dayak ada permintaan khusus karena sentimen tertentu yang bisa mengancam, katakanlah Prabowo kan punya kepentingan soal penguasaan hutan di sana. Kalau orang Dayak secara bersama-sama tampil untuk melakukan gerakan penolakan kan berbahaya juga untuk kepentingan bisnisnya. Ya sudah, dirangkul," tuturnya.

Namun, strategi perangkulan pragmatis ini dinilai berisiko tinggi memecah belah internal masyarakat adat. Gabriel memperingatkan bahwa penyerapan warga Dayak ke dalam institusi TNI hanya akan melahirkan benturan antara kelompok.

baca juga

Satu sisi mencari keuntungan material jangka pendek dengan sisi lain kelompok adat ideologis yang konsisten memperjuangkan hak-hak wilayah mereka.

Ia menambahkan, narasi penempatan prajurit dari suku lokal untuk pengamanan kawasan pada dasarnya hanya instrumen rezim untuk melindungi kepentingannya sendiri.

Tindakan ini dinilai sebagai strategi penenangan sementara (appeasement) yang membuai masyarakat tanpa pernah menyentuh akar permasalahan marjinalisasi.

"Jadi orang Dayak jangan senang lah ya. Wong ini Prabowo sedang menundukkan mereka untuk nantinya digunakan sebagai alat untuk menghadapi sesama orang Dayak kok," cetusnya.

Gabriel menyimpulkan bahwa keputusan perangkulan ini mencerminkan pola kepemimpinan emosional yang amat reaktif. Minimnya kajian ilmiah sistematis di balik keputusan ini membuat kebijakan privilese militer tersebut sulit dipertanggungjawabkan secara publik maupun akademis.

"Ini kan watak reaktif dari seorang Prabowo. Tidak pernah berpikir lebih jauh, lebih sistematis, tapi sangat reaktif, sehingga kebijakannya tidak bisa dijelaskan secara memadai," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragedi Orang Utan Sempurna Mati Terpapar Asap, Anggota DPR Tagih Komitmen Kemenhut Atasi Karhutla

Tragedi Orang Utan Sempurna Mati Terpapar Asap, Anggota DPR Tagih Komitmen Kemenhut Atasi Karhutla

News | Jum'at, 04 September 2026 | 11:20 WIB

Malaysia dan Brunei Seret Masalah Kebakaran Hutan Kalimantan ke ASEAN

Malaysia dan Brunei Seret Masalah Kebakaran Hutan Kalimantan ke ASEAN

News | Jum'at, 04 September 2026 | 09:30 WIB

Apa itu ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution untuk Solusi Kebakaran Hutan Kalimantan?

Apa itu ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution untuk Solusi Kebakaran Hutan Kalimantan?

News | Jum'at, 04 September 2026 | 09:17 WIB

Media Inggris: Indonesia Dianggap Tidak Becus Tangani Kebakaran Hutan

Media Inggris: Indonesia Dianggap Tidak Becus Tangani Kebakaran Hutan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 09:09 WIB

Tersiksa dengan Kabut Asap Kalimantan, Malaysia Desak ASEAN Tinjau Perjanjian AATHP

Tersiksa dengan Kabut Asap Kalimantan, Malaysia Desak ASEAN Tinjau Perjanjian AATHP

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:50 WIB

Sarawak Operasi Hujan Buatan Usai Kualitas Udara Masuk Level Berbahaya karena Kebakaran Hutan

Sarawak Operasi Hujan Buatan Usai Kualitas Udara Masuk Level Berbahaya karena Kebakaran Hutan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:22 WIB

Mitra MBG Banyak Terlilit Utang Bank, UGM: Ini Perangkap dari Kebijakan Mentah!

Mitra MBG Banyak Terlilit Utang Bank, UGM: Ini Perangkap dari Kebijakan Mentah!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:25 WIB

Terkini

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:50 WIB

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:46 WIB

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

×