- Pemilik rumah wajib mencuci AC secara rutin setiap 3 hingga 4 bulan sekali untuk mencegah lonjakan tagihan listrik.
- Pengguna harus mengatur suhu AC pada level ideal 24 sampai 25 derajat Celcius guna menghemat konsumsi daya listrik.
- Masyarakat perlu memastikan ruangan tertutup rapat serta membersihkan filter udara secara mandiri setiap 2 minggu sekali.
Suara.com - Memiliki AC (Air Conditioner) yang dingin dan sejuk di rumah tentu menjadi impian semua orang, terutama di tengah cuaca tropis Indonesia yang menyengat.
Namun, sering kali pemilik rumah dikagetkan dengan tagihan listrik yang tiba-tiba melonjak drastis. Salah satu penyebab utamanya bukanlah durasi pemakaian, melainkan kondisi unit AC yang kotor.
Lantas, berapa bulan sekali AC harus dicuci agar kinerjanya tetap optimal dan hemat daya? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Alasan AC Wajib Dicuci Rutin dan Frekuensi Idealnya
Banyak orang mengira AC hanya perlu dicuci saat sudah tidak terasa dingin. Padahal, menunggu AC tidak dingin sama saja dengan membiarkan mesin bekerja "tersiksa" dan memakan lebih banyak listrik.
Secara umum, para ahli menyarankan untuk mencuci AC secara rutin setiap 3 hingga 4 bulan sekali.
Namun, frekuensi ini bisa lebih cepat misalnya 2 bulan sekali jika unit AC berada di lingkungan yang banyak debu, dekat jalan raya, atau jika AC menyala selama 24 jam penuh.
Mengapa harus rutin dicuci? Ketika filter dan kumparan (evaporator) tertutup debu tebal, aliran udara akan terhambat. Hal ini memaksa kompresor bekerja ekstra keras untuk mencapai suhu yang kamu inginkan.
Semakin keras kompresor bekerja, semakin besar pula daya listrik yang disedot. Dengan melakukan cuci AC rutin, kamu memastikan sirkulasi udara lancar dan kompresor bekerja dalam beban normal, sehingga tagihan listrik tetap stabil.
6 Tips Ampuh agar Tagihan Listrik Tidak Membengkak saat Pakai AC
Selain rutin mencuci AC setiap 3-4 bulan, ada beberapa langkah cerdas yang bisa kamu terapkan agar penggunaan pendingin ruangan tidak membuat kantong jebol. Berikut adalah tipsnya:
1. Atur Suhu di Level Ideal (24–25 Derajat Celcius)
Banyak orang langsung mengatur suhu di angka 16 derajat saat baru menyalakan AC.
Ini adalah kesalahan besar. Semakin rendah suhu yang dipasang, semakin lama kompresor bekerja di daya maksimal. Mengatur suhu di angka 24–25 derajat Celcius sudah cukup sejuk untuk iklim Indonesia dan sangat efektif menghemat konsumsi listrik.
2. Pastikan Ruangan Tertutup Rapat
AC bekerja dengan cara mendinginkan udara di dalam ruangan secara tertutup. Jika pintu atau jendela sering terbuka, udara dingin akan keluar dan udara panas dari luar akan masuk.
Akibatnya, AC akan terus bekerja keras tanpa henti untuk mendinginkan ruangan, yang berujung pada lonjakan tagihan listrik.