Lindungi Paru Anak dari Abu Krakatau! Jangan Nyalakan Kipas Angin, AC Harus Mode Resirkulasi

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Senin, 07 September 2026 | 10:23 WIB
Lindungi Paru Anak dari Abu Krakatau! Jangan Nyalakan Kipas Angin, AC Harus Mode Resirkulasi
Foto udara Gunung Anak Krakatau, Sabtu (5/9/2026) petang. [ANTARA/HO Badan Geologi]
baca 10 detik
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia meminta orang tua melindungi anak dari sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Orang tua diimbau mengatur penggunaan pendingin ruangan dan melarang penggunaan kipas angin guna mencegah debu vulkanik terhirup di dalam rumah.
  • Paparan abu vulkanik berbahaya karena dapat memicu iritasi saluran pernapasan akut hingga serangan asma pada anak-anak.

Suara.com -
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai sejumlah wilayah membuat anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perlindungan ekstra.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua untuk membatasi paparan abu, termasuk memperhatikan penggunaan AC dan kipas angin di dalam rumah.

Ketua IDAI Piprim Basarah Yanuarso meminta orang tua mematikan alat yang menghisap udara dari luar ke dalam rumah. Jika tetap menggunakan AC, pengaturan perlu diubah ke mode sirkulasi ulang.

"Matikan alat yang menghisap udara luar masuk rumah (mis. AC), atur mode air recirculation/closed vent," saran Piprim dalan pernyataannya, Senin (7/9/2026).

Tak hanya AC, kipas angin juga perlu diperhatikan. IDAI melarang orang tua menyalakan kipas ketika abu vulkanik sudah mengendap di dalam rumah karena aliran udara dapat membuat partikel kembali beterbangan.

"Jangan nyalakan kipas angin karena justru akan meniupkan partikel debu yang sudah mengendap di permukaan furnitur atau lantai ke udara, dan akan terhirup," imbuhnya.

Sejumlah warga di Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang terbawa angin. [ANTARA]
Sejumlah warga di Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang terbawa angin. [ANTARA]

Saat rumah dibersihkan dari abu vulkanik, anak-anak juga diminta menjauh dari lokasi.

Pembersihan sebaiknya menggunakan lap atau kain basah. Lantai dan benda yang terkena abu dapat dibasahi terlebih dahulu agar partikel tidak kembali beterbangan ke udara.

Jika anak terpaksa keluar rumah, IDAI merekomendasikan masker khusus anak untuk mereka yang berusia lebih dari 2 tahun. Masker harus terpasang dengan baik dan anak perlu diajarkan cara menggunakannya.

baca juga

Anak juga dianjurkan memakai pelindung mata, seperti kacamata anak, serta pakaian tertutup untuk mengurangi paparan abu pada kulit. Setelah kembali dari luar rumah, anak diminta segera membersihkan diri dan mengganti pakaian.

Piprim menjelaskan abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Material tersebut terbentuk dari pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik berukuran sangat halus dengan permukaan tajam dan abrasif.

Ketika terhirup, partikel tersebut dapat menggores dan mengiritasi saluran pernapasan. Abu vulkanik juga dapat mengandung gas iritan seperti sulfur dioksida (SO) dan karbon monoksida (CO).

Ketua UKK Respirologi IDAI, Wahyuni Indawati, mengatakan paparan abu vulkanik dapat memicu gangguan pernapasan akut, terutama pada anak dengan kondisi kesehatan tertentu.

"Gejala yang paling umum adalah iritasi saluran napas yang menyebabkan bersin, batuk, pilek, hingga sesak napas. Pada anak dengan riwayat asma, alergi, atau penyakit paru kronis, paparan ini dapat memicu serangan akut atau eksaserbasi yang berbahaya," jelas Wahyuni.

IDAI meminta orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda gangguan pernapasan, seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, atau saturasi oksigen di bawah 94 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perlu Perlindungan Ekstra! 3,3 Juta Lansia Berisiko Kena Dampak Abu Vulkanik Krakatau

Perlu Perlindungan Ekstra! 3,3 Juta Lansia Berisiko Kena Dampak Abu Vulkanik Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 09:39 WIB

BNPB Siapkan OMC untuk Luruhkan Abu Anak Krakatau, Pesawat Sudah Siaga di Pondok Cabe

BNPB Siapkan OMC untuk Luruhkan Abu Anak Krakatau, Pesawat Sudah Siaga di Pondok Cabe

News | Senin, 07 September 2026 | 09:18 WIB

Abu Anak Krakatau Mengarah ke Jabar! Sekolah Terapkan PJJ, Kasus Kesehatan Dipantau Harian

Abu Anak Krakatau Mengarah ke Jabar! Sekolah Terapkan PJJ, Kasus Kesehatan Dipantau Harian

News | Senin, 07 September 2026 | 08:56 WIB

Terkini

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:48 WIB

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

Kalbar | Selasa, 15 September 2026 | 10:47 WIB

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 10:42 WIB

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:39 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:34 WIB

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:32 WIB

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:30 WIB

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

×