- Majelis Ulama Indonesia menjelaskan rentang waktu pelaksanaan salat sunah Duha dari pagi hingga menjelang zuhur.
- Waktu paling utama mengerjakan salat Duha adalah pukul 09.00 hingga 11.00 ketika matahari terasa panas.
- Umat Muslim dapat melaksanakan ibadah salat Duha minimal dua rakaat menggunakan tata cara umum.
Suara.com - Salat Duha merupakan salah satu salat sunah yang dikerjakan pada pagi hingga menjelang siang.
Ibadah ini sering menjadi pilihan untuk mengawali aktivitas dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memanfaatkan waktu pagi untuk beribadah.
Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, salat Duha paling bagus jam berapa?
Hal ini penting diketahui karena salat Duha memiliki waktu mulai dan batas akhir tertentu, serta ada waktu yang dinilai lebih utama untuk mengerjakannya.
Agar tidak bingung lagi, berikut penjelasan mengenai waktu terbaik, niat, tata cara, hingga doa salat Duha yang dapat menjadi panduan.
Kapan Waktu Terbaik untuk Salat Duha?
![Ilustrasi sholat Dhuha. [Suara.com/ChatGPT]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/28/96544-sholat-duha.jpg)
Waktu salat Duha dimulai setelah matahari terbit dan telah naik dari ufuk sekitar satu tombak.
Melansir laman resminya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperkirakan waktu tersebut sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit atau dalam praktiknya sekitar pukul 06.30-07.00 WIB, meski waktu pastinya mengikuti waktu terbit matahari di masing-masing wilayah.
Sementara itu, batas akhir salat Duha adalah sesaat sebelum matahari tergelincir atau masuk waktu Zuhur.
Artinya, salat Duha dapat dilakukan dalam rentang pagi hingga menjelang Zuhur selama belum memasuki waktu zawal.
Lalu, salat Duha paling bagus jam berapa? Waktu yang lebih utama adalah ketika matahari sudah tinggi dan panasnya mulai terasa, yang secara umum berada pada pertengahan pagi atau sekitar pukul 09.00–11.00 WIB, tergantung lokasi dan waktu terbit matahari.
Pendapat tersebut sejalan dengan penjelasan Rumaysho yang menyebut waktu afdal salat Duha adalah ketika matahari sudah terasa panas.
Meski demikian, salat Duha tetap sah dilakukan sejak matahari meninggi setelah terbit hingga mendekati waktu zawal. Dengan demikian, waktu salat Duha dapat dipahami dalam tiga bagian:
- Waktu mulai: sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit.
- Waktu paling utama: ketika matahari sudah cukup tinggi dan panas mulai terasa, umumnya sekitar pertengahan pagi.
- Waktu berakhir: menjelang masuk waktu Zuhur atau sebelum matahari tergelincir.
Perlu diperhatikan bahwa patokan jam tersebut bukan angka mutlak karena waktu terbit matahari berbeda-beda di setiap daerah. Karena itu, sebaiknya sesuaikan dengan jadwal salat setempat.
Niat, Tata Cara, dan Doa Salat Duha

Niat Salat Duha
Niat salat Duha dilakukan dalam hati untuk menunaikan salat sunah Duha karena Allah SWT. Jika ingin melafalkannya, bacaan niat yang umum digunakan adalah:
Ushalli sunnatad-duha rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat salat sunah Duha dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Salat Duha paling sedikit dikerjakan sebanyak dua rakaat.
Mengenai jumlah rakaat, terdapat beberapa riwayat tentang pelaksanaannya, sementara MUI menyebut delapan rakaat sebagai jumlah yang utama dan 12 rakaat sebagai batas maksimal menurut pendapat yang dikutip dalam artikelnya.
Tata Cara Salat Duha
Secara umum, tata cara salat Duha sama seperti salat sunah lainnya. Salat dapat dikerjakan dua rakaat dan salam, kemudian dilanjutkan dua rakaat berikutnya jika ingin menambah jumlah rakaat. Berikut langkah sederhananya:
- Berwudu dan memastikan tubuh, pakaian, serta tempat salat dalam keadaan suci.
- Menghadap kiblat.
- Membaca niat salat Duha dalam hati.
- Takbiratul ihram, kemudian melaksanakan rakaat pertama seperti salat pada umumnya.
- Membaca Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat pendek.
- Melakukan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kedua.
- Berdiri untuk rakaat kedua dan mengerjakan rangkaian salat seperti rakaat pertama.
Setelah tahiyat akhir, mengucapkan salam.
Jika ingin menambah rakaat, salat Duha dapat dilanjutkan dalam dua rakaat berikutnya.
MUI menyebut beberapa surah yang dianjurkan dibaca setelah Al-Fatihah, di antaranya Asy-Syams dan Ad-Duha, atau Al-Kafirun dan Al-Ikhlas. Namun, bacaan surah tersebut tidak menjadi syarat sah salat Duha.
Doa Salat Duha
Setelah menyelesaikan salat Duha, umat Muslim dapat berdoa dan memohon kepada Allah SWT sesuai kebutuhan. Doa dapat berisi permohonan ampun, kesehatan, keberkahan, kemudahan urusan, maupun rezeki yang baik.
Salah satu doa salat Duha yang populer diamalkan adalah:
Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka.
Artinya:
"Ya Allah, bahwasanya waktu duha itu waktu duha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu".
Pada akhirnya, salat Duha paling utama dilakukan ketika matahari sudah tinggi dan panas mulai terasa, bukan tepat setelah matahari terbit.
MUI memberikan gambaran sekitar pukul 09.00–11.00 WIB sebagai waktu yang umumnya sesuai, tetapi patokan tersebut perlu disesuaikan dengan lokasi masing-masing.
Meski begitu, tidak perlu menunggu waktu paling utama jika ada kesibukan. Selama sudah masuk waktu Duha dan belum mendekati atau memasuki waktu Zuhur, salat Duha tetap dapat dikerjakan sesuai kemampuan.