- HEPA filter efektif menangkap partikel mikroskopis seperti debu halus, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan di rumah.
- Karbon aktif berfungsi mengadsorpsi polutan berbentuk gas, asap rokok, bau masakan, serta berbagai senyawa organik volatil.
- Pengguna dapat memilih perangkat kombinasi kedua filter tersebut untuk menangani partikel dan bau secara bersamaan.
Suara.com - Air purifier kini banyak dipilih untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah, terutama ketika debu, asap, dan bau mengganggu kenyamanan.
Namun, tidak semua filter pada air purifier memiliki fungsi yang sama.
HEPA filter dirancang untuk menangkap partikel-partikel kecil di udara, sedangkan karbon aktif lebih berfokus pada gas dan bau.
Memahami perbedaan keduanya penting agar kamu tidak salah memilih perangkat sesuai kebutuhan rumah.
Lantas, mana yang lebih cocok, air purifier dengan HEPA atau karbon aktif?
1. Fungsi
Mengutip situs Daikin, HEPA filter merupakan penyaring berdaya saring tinggi yang bekerja menangkap partikel seperti debu halus, serbuk sari, bulu hewan, dan PM2.5.
Standar HEPA dapat menangkap hingga 99,97 persen partikel berukuran 0,3 mikron pada kondisi pengujian tertentu.
Sementara itu, karbon aktif bekerja dengan mengikat atau mengadsorpsi polutan berbentuk gas, termasuk bau, asap, dan sejumlah senyawa organik volatil (VOC).
2. Jenis Polutan
Jika masalah utama di rumah adalah debu, alergan, serbuk sari, atau partikel asap, HEPA lebih sesuai karena memang dirancang untuk menyaring partikel.
Sebaliknya, karbon aktif lebih berguna untuk mengurangi bau masakan, asap rokok, aroma hewan peliharaan, serta sebagian gas dan VOC yang tidak menjadi target utama HEPA.
3. Cara Kerja
HEPA menggunakan lapisan serat yang rapat untuk menangkap partikel ketika udara melewatinya. Prosesnya melibatkan beberapa mekanisme, termasuk interception, impaction, dan diffusion.
Karbon aktif memiliki struktur berpori dengan area permukaan luas yang membantu mengadsorpsi molekul gas dan penyebab bau.