- Mesin cuci *front loading* menghemat air karena menggunakan drum horizontal yang tidak perlu terisi penuh.
- Mesin cuci *top loading* konvensional secara umum membutuhkan volume air yang lebih besar selama proses pencucian.
- Kecepatan putaran tinggi pada *front loading* membantu mengurangi sisa air di pakaian sebelum dijemur.
Suara.com - Mesin cuci front loading sering disebut lebih hemat air dibandingkan mesin cuci top loading. Perbedaan ini bukan sekadar karena desain pintunya, tetapi berkaitan dengan cara tabung mencuci dan menggunakan air selama proses pencucian.
Pada mesin cuci front loading, pakaian tidak harus terendam penuh dalam air. Sementara itu, sebagian mesin cuci top loading membutuhkan volume air lebih banyak agar pakaian dapat tercampur dan bergerak bersama air selama proses pencucian.
Lantas, mengapa mesin cuci front loading jauh lebih hemat air dibandingkan top loading?
![Ilustrasi mesin cuci front loading 8 kg [freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/08/53815-ilustrasi-mesin-cuci-front-loading-8-kg-freepik.jpg)
1. Front loading tidak perlu mengisi tabung sampai penuh
Salah satu alasan utama front loading lebih hemat air adalah cara kerjanya.
Menurut Midea Indonesia, produsen elektronik dan home appliance, mesin cuci front loading tidak perlu mengisi tabung hingga penuh dengan air. Sistem pencucian menggunakan gerakan drum horizontal yang mengangkat dan menjatuhkan pakaian secara berulang ketika drum berputar.
Dengan mekanisme tersebut, air yang dibutuhkan cukup untuk membasahi dan membantu proses pencucian pakaian, bukan untuk memenuhi seluruh ruang tabung.
Sebaliknya, mesin cuci top loading konvensional menggunakan tabung vertikal. Pakaian biasanya dicuci menggunakan gerakan pulsator atau agitator yang bekerja bersama volume air lebih besar.
2. Drum horizontal membuat pakaian lebih efektif terkena air
Pada front loading, posisi drum yang horizontal membuat pakaian terangkat mengikuti putaran drum, kemudian jatuh kembali ke bagian bawah.
Gerakan ini membuat pakaian berulang kali bersentuhan dengan air dan deterjen. Midea menjelaskan bahwa mekanisme tersebut memungkinkan air digunakan secara lebih efektif untuk merendam dan menyiram pakaian.
Karena itu, mesin tidak harus menggunakan air dalam jumlah besar hanya untuk membuat seluruh pakaian terendam.
3. Top loading membutuhkan air lebih banyak untuk proses pencucian
Bukan berarti semua mesin cuci top loading boros air. Teknologi pada model terbaru sudah semakin berkembang dan beberapa di antaranya mempunyai pengaturan penggunaan air secara otomatis.
Namun, secara umum, top loading membutuhkan lebih banyak air dibandingkan front loading. Midea juga menjelaskan bahwa top loading membutuhkan air lebih banyak dibandingkan front loading.
Pada model tertentu, bahkan tersedia fitur seperti Water Plus untuk menambahkan air ketika cucian terlalu padat atau membutuhkan pembilasan tambahan.
Artinya, konsumsi air pada top loading sangat bergantung pada desain mesin, kapasitas, program pencucian, jumlah pakaian, serta pengaturan yang dipilih pengguna.
4. Penggunaan air yang lebih sedikit juga bisa mengurangi kebutuhan deterjen
Efisiensi air pada front loading dapat berhubungan dengan penggunaan deterjen. Karena volume air yang digunakan lebih sedikit, kebutuhan deterjen juga cenderung lebih rendah.
Midea menyebutkan bahwa front loading menawarkan efisiensi dalam penggunaan air dan deterjen.
Namun, pengguna tetap perlu mengikuti takaran deterjen yang direkomendasikan. Menambahkan deterjen terlalu banyak bukan berarti pakaian menjadi lebih bersih dan justru dapat meninggalkan residu jika proses pembilasan tidak optimal.
5. Spin lebih tinggi membantu mengurangi air yang tersisa di pakaian
Keunggulan lain front loading berada pada tahap pemerasan atau spin. Mesin cuci front loading umumnya mempunyai kecepatan putaran yang tinggi. Putaran tersebut membantu mengeluarkan lebih banyak air dari pakaian sebelum cucian dijemur.
Midea juga menyebut kemampuan spin pada front loading dapat membantu mengurangi kelembapan pakaian sehingga proses pengeringan berikutnya lebih singkat.
Hal ini memang tidak secara langsung mengurangi air yang digunakan ketika mencuci, tetapi membuat pakaian keluar dari mesin dalam kondisi lebih kering.
Jadi, apakah front loading selalu lebih hemat air?
Tidak selalu. Klaim hemat air tetap harus dilihat dari spesifikasi masing-masing model.
Mesin cuci top loading modern juga sudah dilengkapi berbagai teknologi untuk meningkatkan efisiensi. Midea misalnya, memiliki model top loading dengan program pencucian otomatis yang dapat menentukan pengaturan cuci, bilas, dan putar.
Karena itu, konsumen sebaiknya tidak hanya melihat label front load atau top load, tetapi juga mengecek konsumsi air per siklus, kapasitas mesin, pilihan program, serta teknologi sensor yang digunakan.