- Amanda Rigby mengawali karier lewat sitkom Kejar Tayang.
- Ia sempat vakum dari entertainment untuk kuliah di Singapura.
- Sebelum memilih Singapura, Amanda juga sempat apply kuliah di Australia.
Suara.com - Kabar bahagia datang dari Amanda Rigby. Artis 34 tahun itu resmi dipersunting Andre Taulany pada Minggu, 20 September 2026.
Andre Taulany memberikan mahar berupa uang tunai Rp20.092.026 dan seperangkat alat salat. Nominal tersebut disesuaikan dengan tanggal pernikahan mereka.
Kabar pernikahan Amanda Rigby dan Andre Taulany pun menarik perhatian publik. Di tengah sorotan tersebut, perjalanan Amanda di dunia entertainment juga menarik untuk diketahui.
Berikut ulasan perjalanan karier Amanda yang baru-baru ini dipersunting Andre Taulany.
Di balik kariernya di dunia entertainment, Amanda sempat mengubah arah dengan meninggalkan aktivitas syuting demi menyelesaikan pendidikan S-1 di luar negeri.

Awal Karier Amanda Rigby di Indonesia
Amanda Lintang Larasati Rigby alias Amanda Rigby merupakan anak tunggal dari pasangan Jocelyn dan Rima. Ia memiliki latar belakang keluarga Inggris-Jawa.
Nama Amanda mulai dikenal luas setelah membintangi sitkom Kejar Tayang pada 2009–2010 sebagai Lea Michelle. Setelah itu, ia melanjutkan kiprahnya di dunia entertainment melalui berbagai program televisi, film, hingga pembawa acara.
Namun, perjalanan karier Amanda sempat terhenti setelah dirinya menyelesaikan SMA. Ia memilih meninggalkan aktivitas di dunia entertainment untuk melanjutkan pendidikan S-1 di Singapura.
Cerita tersebut disampaikan Amanda saat menjadi bintang tamu dalam siniar yang tayang di kanal YouTube MAIA ALELDUL TV pada 12 September 2025.
"Kebetulan selesai SMA itu aku sempat syuting stripping. Terus memang mau menyelesaikan S-1 dulu, jadi sempat pindah ke Singapura kuliah," beber Amanda.
Selama menempuh pendidikan di Singapura, Amanda juga menjalani program magang. Menurut pengakuannya, internship tersebut merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan S-1.
"Internship itu salah satu syarat untuk aku lulus S-1 di sana gitu," tutur Amanda.
Program magang tersebut juga berlangsung bersamaan dengan kegiatan perkuliahan. Amanda pun tetap harus mengikuti kelas selama menjalani internship.
"Karena waktu itu internship-nya itu bareng sama kuliahnya juga. Jadi, hari-hari aku harus tetap ke kelas gitu," ungkapnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Amanda sempat memiliki rencana untuk mencoba bekerja di lingkungan kantoran. Namun, rencana tersebut kembali berubah setelah ia mendapat tawaran bermain dalam sitkom.
"Sebenarnya waktu itu pulang kuliah, penginnya coba kerja kantoran, tapi ditawarin main sitkom lagi, terus keterusan sampai sekarang," cerita Amanda.
Dari situlah Amanda kembali menekuni dunia entertainment setelah sebelumnya sempat vakum untuk menyelesaikan pendidikan S-1.
Keputusan Amanda untuk menyelesaikan kuliah juga tidak lepas dari permintaan orang tuanya. Di tengah kesibukannya menjalani syuting stripping, ia tetap diminta menuntaskan pendidikan.
"Sempat pas aku syuting stripping, memang permintaan orang tua, mereka pengin selesai S-1," ungkap Amanda.
Sejumlah sitkom yang pernah dibintangi Amanda di antaranya Kejar Tayang, The Transmart, hingga Main Hakim Sendiri.
Selain aktif di layar kaca, Amanda juga melebarkan kiprahnya ke film layar lebar. Beberapa judul yang pernah dibintanginya yakni Sara & Fei: Stadhuis Schandaal (2018), I (2021), Survive (2021), Atas Nama Surga (2022), Marni: The Story of Wewe Gombel (2024), hingga film terbarunya, Yakin Nikah (2025).
![Andre Taulany dan Amanda Rigby akan segera menikah? [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/15/12612-andre-taulany-dan-amanda-rigby.jpg)
Sempat Apply Kuliah di Australia
Pilihan Amanda Rigby untuk melanjutkan pendidikan di Singapura ternyata bukan satu-satunya rencana. Sebelum itu, ia juga sempat mendaftar kuliah di Australia.
Amanda kemudian memilih Singapura setelah diterima di program manajemen yang sesuai dengan minatnya, yakni manajemen bisnis.
"Singapura waktu itu, aku apply juga ke Australia. Kebetulan di Singapura dapat program manajemen yang cocok buat aku, manajemen bisnis," ungkap Amanda.
Amanda pun akhirnya memutuskan melanjutkan pendidikan di Singapura. Ia menyebut program tersebut ditempuh selama tiga tahun.
"Kebetulan waktu itu memang pengin pindah ke Singapura, apply, terus diterima, dan cocok sama programnya. Dan di sana kan 3 tahun kuliahnya," imbuhnya.