Dampak Nikel di Halmahera, Koalisi Sipil Desak Aturan Rantai Pasok RI-Korea

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 05 November 2026 | 15:28 WIB
Dampak Nikel di Halmahera, Koalisi Sipil Desak Aturan Rantai Pasok RI-Korea
Ilustrasi tambang nikel. (Antara)
baca 10 detik
  • Tiga organisasi mendesak pemerintah Indonesia dan Korea Selatan memperketat regulasi rantai pasok nikel di Halmahera pada Kamis (5/11/2026).
  • Produksi nikel Indonesia melonjak menjadi 2,6 juta ton pada 2025 namun memicu deforestasi serta kerusakan lingkungan yang parah.
  • Koalisi menuntut penghentian perizinan proyek baru serta penerapan uji tuntas hak asasi manusia terhadap perusahaan Korea Selatan.

Suara.com - Tiga organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari Alliance for Resource & Climate Justice Center (ARC Center), Institute for National Democracy Studies (INDIES), dan Fala Lamo mendesak pemerintah Indonesia serta Korea Selatan untuk memperketat regulasi dan akuntabilitas rantai pasok industri nikel.

Desakan tersebut disampaikan menyusul peluncuran laporan hasil riset lapangan yang dilakukan di Pulau Halmahera, Maluku Utara, sepanjang 2026.

Direktur INDIES, Kurniawan Sabar, menegaskan bahwa ketimpangan beban lingkungan dan manfaat ekonomi yang terjadi akibat ekosistem industri nikel ini harus diatasi melalui regulasi yang mengikat secara ketat.

"Masyarakat setempat tidak boleh dibiarkan menanggung seluruh beban tersebut sendirian. Pemerintah, termasuk pemerintah Korea Selatan, harus membangun mekanisme regulasi yang memastikan perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam rantai pasok ini menjalankan tanggung jawabnya untuk menghormati hak asasi manusia dan melindungi lingkungan hidup," beber Kurniawan Sabar saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Dalam dokumen rekomendasinya, ketiga organisasi mendesak pemerintah Indonesia untuk meninjau secara menyeluruh kebijakan pengembangan industri nikel dengan menguji daya dukung lingkungan serta dampak kumulatif di wilayah-wilayah utama penghasil nikel.

Pemerintah didesak menetapkan kawasan hutan alam, ekosistem penting, dan wilayah adat sebagai area dilarang industri (no go areas).

Selain itu, pemerintah diminta menghentikan sementara perizinan proyek baru, menyetop pembangunan PLTU batu bara captive, serta memperketat syarat AMDAL yang menjamin partisipasi masyarakat adat dan lokal.

Kepada pemerintah Korea Selatan, koalisi menuntut pengesahan regulasi uji tuntas hak asasi manusia dan lingkungan hidup di seluruh tahapan rantai pasok.

Aturan ini didesak menjadi syarat mutlak sebelum pemerintah memberi dukungan atau pembiayaan publik untuk proyek mineral di luar negeri.

baca juga

Sementara bagi perusahaan produsen dan pembeli nikel, koalisi mempertegas pentingnya transparansi ketertelusuran bahan baku, pembukaan hasil uji tuntas kepada publik, serta penyediaan mekanisme pemulihan yang efektif bagi masyarakat terdampak.

Jika ditemukan pelanggaran di tingkat pemasok, perusahaan wajib meminta tindakan perbaikan atau mempertimbangkan pemutusan hubungan bisnis secara bertanggung jawab.

Selain itu, lembaga keuangan dan investor institusional didesak untuk menilai risiko HAM serta lingkungan sebelum dan sesudah memberikan pembiayaan, membatasi pembiayaan lanjutan, hingga meninjau kembali hubungan investasi jika persoalan di lapangan tidak dipulihkan.

Berdasarkan laporan ketiga lembaga yang berjudul "Rumah Kami, Nikel Mereka" mencatat produksi nikel Indonesia melonjak 20 kali lipat dalam satu dekade hingga mencapai 2,6 juta ton pada 2025, atau 67 persen pasokan dunia.

Namun, pesatnya hilirisasi baterai kendaraan listrik tersebut diiringi deforestasi masif dan ketergantungan pada PLTU batu bara yang bertolak belakang dengan klaim transisi energi hijau.

Dalam laporannya ketiga lembaga dugaan keterlibatan korporasi serta lembaga keuangan Korea Selatan dalam ekosistem nikel RI, baik lewat impor material baterai maupun kepemilikan aset.

Mereka menuliskan LX International tercatat menguasai saham tambang PT Adhi Kartiko Pratama (AKP), POSCO Holdings di kawasan IWIP, dan EcoPro Group di PT Green Eco Nickel. Pendanaan proyek-proyek ini juga disokong perbankan Korea Selatan seperti Shinhan Bank, Hana Bank, KB Bank, dan Woori Investment & Securities.

Tiga organisasi masyarakat sipil merilis laporan investigasi bersama dengan tema "Rumah Kami, Nikel Mereka: Dampak Lingkungan dan Sosial dari Industri Nikel di Indonesia dan Tanggung Jawab Rantai Pasok Korea Selatan" di Jakarta, Kamis (5/11/2026). [Suara.com/Yaumal]
Tiga organisasi masyarakat sipil merilis laporan investigasi bersama dengan tema "Rumah Kami, Nikel Mereka: Dampak Lingkungan dan Sosial dari Industri Nikel di Indonesia dan Tanggung Jawab Rantai Pasok Korea Selatan" di Jakarta, Kamis (5/11/2026). [Suara.com/Yaumal]

Masuknya modal tersebut dinilai berdampak terhadap kerusakan lingkungan dan masalah sosial di lapangan. Di area operasional AKP, IWIP, dan Bahodopi, riset mendokumentasikan pencemaran sungai dan udara, kerusakan lahan warga, sengketa tanah, hingga ancaman terhadap sumber penghidupan masyarakat adat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

KRAS Kucurkan 350 Juta Dolar AS untuk Produksi Stainless Steel Slab

KRAS Kucurkan 350 Juta Dolar AS untuk Produksi Stainless Steel Slab

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:52 WIB

Terorisme Lingkungan: Menuju Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Terorisme Lingkungan: Menuju Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Danantara Buka Peluang Mitra Strategis, MIND ID Perkuat Hilirisasi Nikel

Danantara Buka Peluang Mitra Strategis, MIND ID Perkuat Hilirisasi Nikel

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Kali Bekasi Kembali Menghitam dan Berbusa

Kali Bekasi Kembali Menghitam dan Berbusa

Foto | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Tepis Isu Perang Bintang, Kapolri: Kasus Penyadapan Listyo Sigit Murni Penegakan Hukum!

Tepis Isu Perang Bintang, Kapolri: Kasus Penyadapan Listyo Sigit Murni Penegakan Hukum!

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:28 WIB

Kasus Kematian Tragis Striker Spanyol: Kiper Jesus Owono Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan

Kasus Kematian Tragis Striker Spanyol: Kiper Jesus Owono Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 15:26 WIB

Ribuan Anak Korban Amputasi di Gaza Terancam Cacat Permanen Gara-gara Kelakuan Israel Ini

Ribuan Anak Korban Amputasi di Gaza Terancam Cacat Permanen Gara-gara Kelakuan Israel Ini

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:26 WIB

Youth Economic Summit 2026 Siap Digelar, Dorong Peran Anak Muda Bangun Ekonomi Berkelanjutan

Youth Economic Summit 2026 Siap Digelar, Dorong Peran Anak Muda Bangun Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:26 WIB

Suket Gibran Dibatalkan MA, PKB Kaji Serius Penggunaan Hak Angket di DPR

Suket Gibran Dibatalkan MA, PKB Kaji Serius Penggunaan Hak Angket di DPR

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:24 WIB

Mahasiswa Asal Padang Diduga Terlibat Perdagangan Orang dan Eksploitasi Seksual Anak

Mahasiswa Asal Padang Diduga Terlibat Perdagangan Orang dan Eksploitasi Seksual Anak

Sumbar | Kamis, 05 November 2026 | 15:22 WIB

Mengurai Benang Kusut Komersialisasi Paten: Kenapa Inovasi Kampus Gagal Jadi Cuan?

Mengurai Benang Kusut Komersialisasi Paten: Kenapa Inovasi Kampus Gagal Jadi Cuan?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 15:22 WIB

Cara Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Online Lewat Aplikasi JMO, Praktis Langsung Cair

Cara Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Online Lewat Aplikasi JMO, Praktis Langsung Cair

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 15:21 WIB

4 Shio Ini Disarankan Tidak Melayat Sepanjang Tahun 2026, Ini Alasannya

4 Shio Ini Disarankan Tidak Melayat Sepanjang Tahun 2026, Ini Alasannya

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 15:21 WIB

Puan Minta Pemerintah Kaji Ulang Pajak Pembalut: Ini Kebutuhan Esensial, Bukan Gaya Hidup

Puan Minta Pemerintah Kaji Ulang Pajak Pembalut: Ini Kebutuhan Esensial, Bukan Gaya Hidup

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:20 WIB

×