- Marriott Bonvoy meluncurkan kampanye bertajuk There’s More to Indonesia untuk memperkenalkan berbagai destinasi wisata tersembunyi.
- Kampanye ini menyoroti beragam lokasi menarik seperti Ubud, Lombok, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya beserta akomodasinya.
- Program promosi ini menawarkan diskon 10 persen untuk anggota hingga periode menginap Maret 2027.
Suara.com - Kalau bicara soal liburan di Indonesia, Bali dan Jakarta mungkin menjadi dua nama yang paling cepat muncul. Bali dengan pantai dan suasana liburannya, sementara Jakarta menawarkan wajah Indonesia yang lebih urban.
Padahal, Indonesia punya begitu banyak cerita lain yang bisa dijelajahi. Ada kota yang menarik karena kulinernya, pulau yang cocok untuk melambat sejenak, sampai kawasan yang menyimpan jejak sejarah di balik hiruk-pikuk kota.
Inilah yang coba diangkat Marriott Bonvoy lewat kampanye “There’s More to Indonesia”, yang mengajak traveler melihat Indonesia dari sisi yang mungkin selama ini terlewat.
Mencari suasana tenang di balik destinasi populer
Menariknya, untuk mencari suasana yang lebih tenang, traveler sebenarnya tidak selalu harus pergi jauh.
Di Bali, misalnya, Ubud bisa menjadi pilihan ketika ingin mengambil jeda dari kawasan yang lebih ramai. Lanskap persawahan dan pepohonan yang masih hijau membuat kawasan ini punya suasana yang berbeda dari Bali yang identik dengan pantai.

Salah satu pilihan tempat menginap adalah Hiliwatu, Bali Ubud, a Tribute Portfolio Resort, yang berada di tengah suasana alam Ubud. Konsepnya memang diarahkan untuk traveler yang ingin lebih dekat dengan alam, termasuk lewat fasilitas wellness yang mengangkat tradisi lokal Bali.
Kalau ingin bergeser ke pulau lain, Lombok punya cerita sendiri. Pantai pasir putih, laut jernih, hingga lanskap Gunung Rinjani membuat pulau ini menarik untuk dijelajahi tanpa harus terburu-buru.
Di pesisir utara Lombok, The Sira, a Luxury Collection Resort & Spa, Lombok bisa menjadi titik awal untuk menikmati kawasan sekitar. Dari sini, traveler dapat mencoba aktivitas di laut, menjelajahi Kepulauan Gili, atau sekadar menikmati suasana pesisir.
Sementara itu, Belitung menawarkan pengalaman yang berbeda lagi. Pulau ini dikenal dengan batuan granit besar dan laut yang jernih. Sheraton Belitung Resort berada di kawasan yang cocok untuk traveler yang memang ingin mencari suasana lebih santai.
Menikmati kota lewat makanan dan cerita lokal
Perjalanan di Indonesia juga tidak harus selalu tentang pantai. Bandung, misalnya, punya kombinasi yang sulit ditolak: udara yang relatif sejuk, makanan, kreativitas, dan kawasan kota yang punya cerita. Dari Dago, perjalanan bisa dilanjutkan ke Braga atau Gedung Sate, sambil berburu kuliner yang membuat Bandung selalu punya alasan untuk didatangi lagi.
Four Points by Sheraton Bandung berada di kawasan Dago dan bisa menjadi salah satu pilihan tempat bermalam ketika ingin menjelajahi sisi kota tersebut.
Di ujung barat Pulau Jawa, Lampung juga mulai menarik perhatian dengan karakter wisatanya yang lebih santai. Salah satu yang bisa dijelajahi adalah kawasan Pantai Hurun, tempat Lampung Marriott Resort & Spa berada.

Bukan hanya pemandangan laut yang menjadi daya tarik. Lampung juga punya kuliner yang layak dicoba, terutama bagi traveler yang ingin mengenal cita rasa daerah lewat makanan.
Cerita serupa bisa ditemukan di Manado. Kota ini punya reputasi kuat soal makanan berbumbu dan cita rasa yang berani. Jadi, kalau perjalananmu biasanya berakhir dengan mencari tempat makan lokal, Manado bisa menjadi destinasi yang menyenangkan untuk dieksplorasi.
Courtyard by Marriott Manado menjadi salah satu pilihan akomodasi yang berada tidak jauh dari bandara dan dapat digunakan sebagai titik awal untuk menjelajahi kota.
Ada cerita di balik kota-kota tua
Buat traveler yang senang berjalan tanpa terlalu banyak mengejar destinasi, kota-kota di Jawa menawarkan pengalaman yang berbeda.
Jakarta, misalnya. Di balik gedung perkantoran dan kemacetan, ada kawasan Menteng yang menyimpan jejak ibu kota pada masa lalu.
Salah satunya adalah The Hermitage, a Tribute Portfolio Hotel, Jakarta, yang menempati bangunan bergaya Art Deco dari era 1920-an. Dari kawasan ini, perjalanan bisa diteruskan ke Jalan Surabaya untuk melihat deretan toko barang antik atau ke Blok M yang kini kembali ramai dengan tempat makan dan ruang kreatif.
Di Yogyakarta, traveler juga bisa mencoba keluar sedikit dari rute yang biasanya dipenuhi wisatawan.
Selain candi dan Malioboro, ada Kotagede dengan sejarah kerajinan peraknya. Ada pula Museum Ullen Sentalu di kawasan Kaliurang yang menawarkan cara berbeda untuk mengenal sejarah dan budaya Jawa.
Yogyakarta Marriott Hotel bisa menjadi salah satu pilihan tempat bermalam sebelum menjelajahi sisi lain kota ini.
Tidak jauh dari Yogyakarta, ada Solo yang menawarkan suasana Jawa yang lebih tenang. Kawasan Jalan Slamet Riyadi bisa menjadi titik awal sebelum melanjutkan perjalanan ke Keraton Surakarta Hadiningrat atau mencari batik khas Solo.
Moxy Solo berada di kawasan tersebut dan menawarkan suasana hotel yang lebih playful.
Sementara itu, Surabaya punya cerita sendiri lewat kawasan Kota Lama yang kini semakin menarik untuk dijelajahi. Tugu Pahlawan dan Masjid Sunan Ampel juga bisa masuk dalam rute jika ingin mengenal sejarah kota ini lebih jauh.
Untuk urusan tempat bermalam, JW Marriott Hotel Surabaya berada di pusat kota dan dapat menjadi salah satu pilihan.
Jadi, Indonesia punya sisi yang mana?
Mungkin memang tidak ada satu cara yang paling tepat untuk menikmati Indonesia.
Ada kalanya perjalanan terbaik justru terjadi ketika kita tidak terlalu sibuk mengejar tempat yang sedang ramai. Duduk lebih lama menikmati makanan lokal, berjalan menyusuri kawasan tua, ngobrol dengan warga, atau sekadar menemukan jalan kecil yang sebelumnya tidak masuk itinerary.
Semangat untuk melihat Indonesia dari sisi yang lebih beragam inilah yang dibawa Marriott Bonvoy melalui kampanye “There’s More to Indonesia”.
Untuk member Marriott Bonvoy, tersedia potongan 10 persen untuk pemesanan langsung di hotel dan resor yang berpartisipasi. Penawaran ini berlaku hingga 31 Oktober 2026, dengan periode menginap sampai 31 Maret 2027.
Namun, kalau ada satu hal yang bisa diambil dari kampanye ini, mungkin sederhana saja: Indonesia masih punya banyak tempat untuk ditemukan, bahkan ketika kita merasa sudah cukup sering bepergian di dalam negeri.