- Tranexamic acid banyak digunakan untuk membantu menyamarkan hiperpigmentasi.
- Pemakaian topikal tetap dapat memicu reaksi pada sebagian kulit.
- Iritasi, kering, kemerahan, dan gatal termasuk efek yang pernah dilaporkan.
Suara.com - Tranexamic acid (TXA) cukup populer dalam produk skincare karena digunakan untuk membantu mengatasi masalah hiperpigmentasi, terutama melasma.
Meski umumnya ditoleransi dengan baik, bahan aktif ini tetap dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang, terutama saat digunakan secara topikal.
Menyadur dari DermNet, reaksi penggunaan TXA tergolong ringan dan tidak dialami oleh sebagian besar pengguna.
Untuk pemakaian skincare, berikut efek samping tranexamic acid untuk wajah yang perlu diperhatikan.
Setiap kandungan skincare memang punya manfaat, tetapi pada kondisi kulit tertentu, bahan aktif juga bisa memicu efek samping yang perlu diperhatikan.

1. Iritasi Kulit
Iritasi menjadi salah satu efek samping tranexamic acid untuk wajah yang dapat muncul setelah pemakaian topikal. Gejalanya dapat berupa kulit terasa tidak nyaman, perih, atau lebih sensitif dari biasanya.
Dalam tinjauan sistematis mengenai penggunaan tranexamic acid untuk melasma, iritasi kulit termasuk reaksi yang dilaporkan pada penggunaan topikal.
Meski begitu, angka iritasinya relatif rendah dibandingkan beberapa bahan pencerah lain.
2. Kulit Kering
Tranexamic acid topikal juga dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering. Kondisi ini dapat terlihat dari permukaan kulit yang terasa kasar, tertarik, atau mudah mengelupas.
Penelitian mengenai penggunaan tranexamic acid pada melasma melaporkan xerosis atau kulit kering sebagai salah satu efek samping pada penggunaan topikal.
3. Kulit Bersisik
Kulit bersisik masih berkaitan dengan efek kering dan iritasi. Pada sebagian pengguna, reaksi tersebut dapat membuat lapisan terluar kulit terlihat mengelupas atau memiliki serpihan halus.
Sebuah meta-analisis mengenai tranexamic acid untuk melasma mencatat adanya kasus kulit kering dan scaling pada penggunaan topikal.
4. Kemerahan
Kemerahan atau erythema juga pernah dilaporkan pada penggunaan tranexamic acid untuk kulit. Reaksi ini biasanya terlihat sebagai area wajah yang menjadi lebih merah setelah penggunaan.
Data penelitian menunjukkan bahwa erythema dapat muncul pada berbagai rute pemberian tranexamic acid, termasuk topikal, meski efek sampingnya secara umum tergolong ringan.
5. Rasa Gatal
Rasa gatal juga termasuk reaksi kulit yang pernah ditemukan dalam penelitian mengenai tranexamic acid. Bila muncul bersamaan dengan kemerahan atau iritasi yang semakin berat, pemakaian produk sebaiknya dihentikan terlebih dahulu.
Tinjauan penelitian yang lebih baru juga mencatat pruritus atau rasa gatal sebagai salah satu reaksi kulit yang dilaporkan dalam studi penggunaan tranexamic acid.
Apakah Tranexamic Acid Aman untuk Wajah?
Secara umum, tranexamic acid topikal memiliki tolerabilitas yang cukup baik dalam penelitian mengenai melasma.
Review yang membahas berbagai metode pemberian TXA juga menyebut penggunaan topikal cenderung lebih mudah ditoleransi dibandingkan beberapa terapi topikal lain.
Meski begitu, hasil tersebut bukan berarti tranexamic acid bebas dari risiko. Konsentrasi produk, kombinasi dengan bahan aktif lain, kondisi skin barrier, serta cara pemakaian dapat memengaruhi respons kulit.
Perlu diperhatikan pula bahwa tranexamic acid untuk melasma masih digunakan secara off-label dalam dermatologi, sehingga bukti keamanan penggunaan jangka panjang, terutama pada kondisi tertentu, masih terus dikaji.
Jika setelah memakai skincare dengan tranexamic acid muncul iritasi berat, pembengkakan, atau reaksi yang tidak kunjung membaik, pemakaian sebaiknya dihentikan dan kondisi kulit diperiksa oleh dokter kulit.