- Desainer Anita Boentarman mengembangkan AB Collection bersama Vinoti Living dengan prinsip desain tahan lama dan fleksibel.
- Vinoti Living juga berkolaborasi dengan Amanda Hartanto meluncurkan koleksi aksesori Ruang Setaman bermotif batik di PIK 2.
- Kedua kolaborasi produk lokal tersebut dirancang untuk melengkapi kebutuhan interior hunian modern yang berkarakter.
Suara.com - Furnitur lokal kini tak lagi identik dengan pilihan yang sekadar mengisi ruang. Perkembangan industri kreatif Indonesia membuat furnitur buatan dalam negeri semakin berani menawarkan desain yang memiliki karakter, memperhatikan detail, sekaligus mampu mengikuti perkembangan gaya interior global.
Salah satu pendekatan tersebut terlihat dalam perjalanan AB Collection by Anita Boentarman x Vinoti Living. Memasuki satu tahun kehadirannya, koleksi ini terus dikembangkan dengan prinsip desain yang tidak mudah lekang oleh tren.
Bagi desainer interior Anita Boentarman, membuat furnitur bukan sekadar menciptakan bentuk yang menarik secara visual. Ada pertimbangan proporsi, kenyamanan, fungsi hingga daya tahan yang harus diperhatikan sejak awal.
“Saya mendesain sesuatu yang sangat-sangat bisa long lasting,” ujar Anita.
Prinsip tersebut menjadi penting di tengah tren interior yang terus berganti. Jika tren terlalu cepat diikuti, furnitur berisiko mudah terlihat usang ketika selera berubah. Karena itu, Anita memilih pendekatan yang lebih fleksibel, sehingga furnitur tetap dapat digunakan dan dipadukan dengan konsep ruang yang berbeda.
Menurut Anita, sebuah produk furnitur juga tidak bisa diperlakukan seperti pakaian yang mudah diganti ketika pemilik mulai bosan. “Furniture itu harus yang long lasting. Jadi enggak mungkin ganti-ganti furniture secepat kita ganti fashion,” katanya.

Keuntungan lain dari desain yang timeless adalah fleksibilitas. Sebuah sofa, misalnya, dapat disusun ulang atau dipadukan dengan elemen lain ketika pemilik ingin mengubah suasana ruangan.
Konsep mix and match ini memungkinkan satu produk memiliki umur penggunaan yang lebih panjang tanpa kehilangan relevansinya.
“Ini bisa di-mix and match atau bisa diganti-ganti. Jadi kalau misalkan ruangannya mau berubah, bisa disambung dengan yang berbeda. Jadi sangat fleksibel,” jelas Anita.
Gaya desain Anita juga banyak dipengaruhi kedekatannya dengan alam. Aktivitas olahraga, traveling, hingga pengalamannya menikmati lanskap Indonesia menjadi sumber inspirasi dalam menerjemahkan bentuk.
Untuk AB Collection, inspirasi tersebut hadir melalui garis yang lebih organik dan tidak terlalu kaku. Anita juga berusaha menciptakan desain yang berada di tengah, tidak terlalu feminin maupun maskulin, sehingga lebih mudah masuk ke berbagai karakter interior.
“Saya enggak mau terlalu feminin, tapi saya juga enggak mau terlalu maskulin. Sehingga akan lebih luwes,” tuturnya.
Pendekatan itu membuat furnitur dapat ditempatkan dalam ruang modern, contemporary, hingga interior yang lebih personal dengan permainan warna, tekstil, artwork dan benda-benda koleksi pemilik rumah.
Koleksi AB Collection pun terus bertambah. Setelah sebelumnya menghadirkan berbagai elemen untuk ruang hunian, babak terbaru ditandai dengan kehadiran barstool dan kitchen stool yang melengkapi area kitchen dan dining.
Produk tersebut dirancang dengan memperhatikan kebutuhan ruang masa kini, termasuk tren penggunaan kitchen island dengan ketinggian yang beragam.