- Brand wellness Lencir menggandeng ahli gizi pada tahun 2023 untuk mengedukasi konsumen terkait kandungan produk.
- Konsumen diimbau memahami fungsi dan konteks penggunaan bahan secara utuh agar tidak salah menilai kandungan.
- Edukasi ini bertujuan membantu masyarakat menjadi lebih kritis dalam memilih produk di tengah tren wellness.
Suara.com - Tren hidup sehat dan wellness terus berkembang. Beragam produk hadir dengan menawarkan klaim dan manfaat yang semakin beragam, mulai dari produk untuk menunjang kesehatan tubuh hingga perawatan kulit. Kondisi ini membuat konsumen memiliki semakin banyak pilihan.
Namun, banyaknya pilihan juga membuat konsumen perlu lebih cermat sebelum membeli atau menggunakan sebuah produk. Tidak cukup hanya melihat klaim manfaat yang tercantum pada kemasan.
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah ingredients atau kandungan yang digunakan di dalam produk.
Memahami ingredients menjadi semakin penting karena informasi mengenai berbagai kandungan kini mudah ditemukan di media sosial. Sayangnya, informasi yang beredar tidak selalu disertai penjelasan lengkap mengenai fungsi, penggunaan, maupun konteks kandungan tersebut dalam sebuah produk.
Hal inilah yang menjadi perhatian Lencir. Brand wellness yang didirikan pada 2023 tersebut menggandeng tenaga ahli untuk memberikan edukasi kepada konsumen mengenai berbagai ingredients yang digunakan dalam produk-produknya.
Dalam sesi edukasi tersebut, konsumen diajak untuk tidak langsung memberikan penilaian terhadap sebuah kandungan hanya berdasarkan namanya. Pemahaman perlu dibangun dengan melihat fungsi dan konteks penggunaannya secara utuh.
“Ketika melihat sebuah ingredients, konsumen sebaiknya tidak langsung memberikan label baik atau buruk hanya berdasarkan namanya. Setiap kandungan perlu dilihat berdasarkan fungsi dan konteks penggunaannya di dalam produk. Jadi, yang penting bukan hanya mengenal nama ingredients, tetapi memahami informasi mengenai kandungan tersebut secara utuh,” ujar Melliana, S.Tr.Gz selaku Ahli Gizi.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa membaca label produk bukan sekadar mencari satu atau dua ingredients yang sedang populer. Konsumen juga perlu memahami bagaimana kandungan tersebut digunakan dan apa perannya dalam produk secara keseluruhan.
Kebiasaan ini dapat membantu konsumen menyikapi informasi yang ditemukan di media sosial dengan lebih kritis. Sebab, sebuah ingredients bisa saja dianggap baik atau buruk hanya karena potongan informasi yang belum tentu menggambarkan konteks sebenarnya.
Bagi Lencir, edukasi mengenai ingredients menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Konsumen diharapkan tidak hanya mengenal produk, tetapi juga memahami apa yang terkandung di dalamnya.
“Kami ingin konsumen bukan hanya mengenal produk Lencir, tetapi juga memahami ingredients yang ada di dalamnya. Kami percaya bahwa konsumen yang mendapatkan informasi dengan baik akan lebih kritis dan lebih sadar dalam menentukan pilihan. Karena itu, edukasi menjadi bagian penting dari cara kami membangun komunikasi dengan masyarakat,” jelas Michelle Halim selaku Owner Brand Lencir.
Di tengah pertumbuhan industri wellness, pertimbangan konsumen pun semakin luas. Selain ingredients, masyarakat mulai memperhatikan kualitas, keamanan, legalitas, hingga reputasi brand sebelum menentukan pilihan.
Karena itu, kebiasaan sederhana seperti membaca label, mengenali ingredients, memahami informasi produk, serta mencari referensi dari sumber yang kompeten dapat menjadi langkah awal untuk membuat keputusan yang lebih sadar.
Pada akhirnya, memahami apa yang terkandung dalam sebuah produk membantu konsumen tidak sekadar mengikuti tren wellness yang sedang berkembang. Pilihan pun dapat dibuat berdasarkan informasi yang lebih lengkap dan pemahaman yang lebih baik.