- Survei Ipsos Indonesia pada April 2026 mengungkapkan kemudahan transaksi menjadi pertimbangan utama 300 pengguna bank digital.
- Mayoritas responden menilai proses transaksi yang cepat serta kelengkapan produk sangat mendorong penggunaan aplikasi perbankan digital.
- SeaBank, Bank Jago, Neobank, Superbank, dan Allo Bank memperoleh penilaian positif terkait performa serta keandalan aplikasi.
Suara.com - Kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat dalam menggunakan layanan bank digital. Hal itu terungkap dalam survei Ipsos Indonesia yang dilakukan pada April 2026 terhadap 300 pengguna aktif bank digital di Indonesia.
Dalam survei tersebut, sebanyak 71 persen responden menyebut proses transaksi yang mudah dan cepat sebagai salah satu faktor utama dalam menggunakan aplikasi bank digital.
Faktor berikutnya adalah kelengkapan produk dan fitur transaksi yang dipertimbangkan oleh 66 persen responden. Sementara itu, 61 persen responden menilai aplikasi yang mudah digunakan menjadi faktor penting.
Kemudahan juga terlihat dalam proses pembukaan rekening. Sebanyak 57 persen responden menyebut proses pembukaan rekening yang sederhana sebagai salah satu faktor yang mendorong penggunaan aplikasi bank digital.
Managing Director Ipsos Indonesia Hansal Savla mengatakan, pengalaman menggunakan bank digital kini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan layanan perbankan melalui aplikasi.
“Seiring semakin terintegrasinya bank digital dengan aktivitas finansial sehari-hari, pengguna bank digital tidak hanya membutuhkan akses terhadap layanan perbankan secara digital, tetapi juga pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan,” ujar Hansal.
Menurut dia, performa aplikasi dan kemudahan penggunaan menjadi bagian penting dari pengalaman pengguna ketika layanan perbankan semakin banyak dilakukan melalui perangkat digital.
Performa Aplikasi Jadi Perhatian Pengguna
Survei Ipsos juga melihat persepsi pengguna terhadap performa dan keandalan sejumlah aplikasi bank digital.
Untuk atribut kelancaran dan kecepatan respons aplikasi dalam memproses transaksi, SeaBank memiliki persepsi positif sebesar 67 persen, disusul Bank Jago 54 persen dan Neobank 42 persen.
Selanjutnya, Superbank mencatat 39 persen dan Allo Bank 29 persen pada atribut yang sama.
Pada aspek stabilitas aplikasi dengan minim gangguan atau error, SeaBank mencatat 66 persen, Bank Jago 51 persen, dan Superbank 47 persen.
Berikutnya, Neobank memperoleh 43 persen dan Allo Bank 26 persen.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman pengguna terhadap aplikasi tidak hanya berkaitan dengan banyaknya fitur yang tersedia, tetapi juga bagaimana aplikasi tersebut digunakan dalam aktivitas transaksi sehari-hari.
Kemudahan Interface dan Buka Rekening
Selain performa teknis, kemudahan memahami dan menggunakan interface juga menjadi bagian yang dinilai dalam survei.
Pada atribut kemudahan dan kesederhanaan memahami interface, SeaBank mencatat persepsi positif sebesar 56 persen. Posisi berikutnya ditempati Allo Bank 52 persen dan Bank Jago 50 persen, kemudian Superbank 47 persen serta Neobank 43 persen.
Sementara pada atribut kemudahan membuka rekening, Neobank dan SeaBank sama-sama mencatat 54 persen. Selanjutnya, Superbank memperoleh 46 persen, Allo Bank 45 persen, dan Bank Jago 41 persen.
Hansal mengatakan kebutuhan pengguna terhadap layanan bank digital dapat berubah seiring semakin seringnya aplikasi digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi.
“Preferensi konsumen terhadap bank digital terus berkembang seiring semakin beragamnya kebutuhan transaksi sehari-hari. Ketika aplikasi menjadi bagian dari aktivitas finansial yang semakin rutin, pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan menjadi semakin relevan dalam membangun pengalaman konsumen terhadap layanan digital banking,” katanya.
Survei Ipsos Indonesia dilakukan pada April 2026 menggunakan metode online melalui panel digital Ipsos. Studi ini melibatkan 300 responden berusia 18–55 tahun dari Jabodetabek, Jawa non-Jabodetabek, dan luar Jawa.
Seluruh responden merupakan pengguna aktif bank digital dengan frekuensi penggunaan minimal satu kali dalam satu bulan, serta berasal dari berbagai latar belakang sosial ekonomi.