- Dokter Celleen Rei S menyarankan sepatu lari memiliki ruang depan 0,5 hingga 1 sentimeter.
- Bagian tumit sepatu lari harus tetap pas dan stabil tanpa terasa longgar saat digunakan.
- Pelari perlu mempertimbangkan tipe kaki, medan, fungsi, serta mengganti sepatu setelah 500 kilometer.
Suara.com - Sepatu lari lebih baik pas atau longgar menjadi pertanyaan penting bagi pelari karena ukuran sepatu dapat memengaruhi kenyamanan dan risiko cedera saat berlari.
Sepatu yang terlalu sempit dapat membuat kaki terasa tertekan, sementara sepatu yang terlalu longgar berpotensi membuat kaki kurang stabil ketika bergerak.
Dokter spesialis ortopedi olahraga dr. Celleen Rei S, Sp.OT, FICS, AIFO-K menjelaskan bahwa pemilihan sepatu lari perlu memperhatikan ukuran dan fit, termasuk memberikan ruang pada bagian depan kaki.
Sepatu lari yang ideal bukan sekadar terasa pas ketika digunakan berdiri, tetapi juga perlu memberikan ruang gerak yang cukup tanpa membuat tumit mudah terangkat.
Sepatu Lari Lebih Baik Pas atau Longgar?
Menurut dr. Celleen melalui akun Instagram @dr.celleen, sepatu lari sebaiknya memberikan ruang sekitar 0,5 hingga 1 sentimeter di bagian depan jari karena ukuran kaki dapat mengalami perubahan ketika berlari.
“Kaki membesar saat lari, jadi kasih ruang 0,5–1 cm di depan jari,” tulis dr. Celleen dalam unggahannya mengenai cara memilih sepatu lari.
Artinya, bagian depan sepatu sebaiknya tidak menekan ujung jari ketika kaki berada dalam posisi berlari. Ruang tersebut dapat membantu memberikan keleluasaan bagi jari ketika kaki menerima beban dan bergerak berulang kali.
Namun, memberikan ruang di bagian depan bukan berarti seluruh sepatu boleh terasa longgar. Dr. Celleen justru menekankan bahwa bagian tumit harus tetap berada dalam posisi yang pas.
“Tumit harus pas, nggak longgar,” lanjutnya.
Kondisi tersebut membuat pemilihan sepatu lari perlu memperhatikan dua bagian sekaligus, yakni ruang di depan jari dan kestabilan pada tumit.
Sepatu yang terlalu sempit di bagian depan dapat mengurangi kenyamanan, sedangkan tumit yang terlalu longgar dapat membuat kaki lebih mudah bergerak di dalam sepatu.
Selain ukuran, dr. Celleen menyarankan pelari mengenali tipe kaki sebelum memilih sepatu karena kebutuhan kaki datar, lengkung tinggi, dan kaki netral dapat berbeda.
“Kenali tipe kaki. Datar? Lengkung tinggi? Netral? Sepatu yang pas buat tiap tipe kaki beda-beda,” jelasnya.
Pemilihan sepatu juga perlu disesuaikan dengan medan lari, baik jalan raya, lintasan, maupun trail. Perbedaan medan membuat pelari perlu mempertimbangkan karakter sepatu agar penggunaannya tetap nyaman dan sesuai kebutuhan.
Fungsi sepatu juga sebaiknya menjadi pertimbangan utama dibandingkan tampilan. Desain yang menarik dapat menjadi nilai tambahan, tetapi sepatu perlu mendukung gerakan alami kaki saat digunakan berlari.