- Pemerintah menetapkan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009.
- UNESCO secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi di Abu Dhabi pada 2009.
- Masyarakat memperingati hari tersebut dengan mengenakan busana batik untuk melestarikan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia.
Suara.com - Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Momen ini, bukan sekadar peringatan tahunan untuk mengenakan busana tradisional kebanggaan Nusantara.
Di balik peringatan Hari Batik Nasional, tersimpan catatan sejarah panjang perjuangan bangsa dalam mempertahankan pengakuan dunia internasional terhadap warisan budaya leluhur.
Tahun ini, Hari Batik Nasional bertepatan pada Jumat, 2 Oktober 2026. Tak ayal, banyak yang memakai kain batik atau aksesori bertema wastra Nusantara ke sekolah, tempat kerja maupun saat beraktivitas.
Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah Hari Batik Nasional dan alasan diperingati setiap 2 Oktober?
Asal-Usul Hari Batik Nasional
Batik merupakan seni tradisional yang sarat akan filosofi dan identitas budaya bangsa Indonesia. Sejarah pembuatan batik sendiri sudah mendarah daging sejak zaman kerajaan kuno, seperti Kerajaan Majapahit dan Mataram, di mana motif-motifnya dulu hanya terbatas di lingkungan keraton.
![Ilustrasi batik. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/06/11/85741-ilustrasi-batik-ist.jpg)
Seiring berjalannya waktu, seni membatik menyebar ke luar tembok istana dan dikembangkan oleh masyarakat luas, terutama di wilayah Jawa seperti Yogyakarta, Solo, Pekalongan, dan Cirebon. Setiap daerah memiliki corak khas yang merefleksikan nilai-nilai kehidupan, status sosial, hingga kepercayaan lokal.
Transformasi besar terjadi ketika Indonesia mulai memperkenalkan seni kriya ini ke kancah global. Puncaknya, pemerintah Indonesia bersama komunitas batik mendaftarkan batik secara resmi kepada UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage (Warisan Budaya Takbenda) pada tahun 2008.
Kenapa Hari Batik Diperingati 2 Oktober?
Banyak yang penasaran, kenapa Hari Batik Nasional diperingati 2 Oktober? Jawabannya terletak pada pengukuhan resmi dunia internasional.
Pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi) dalam sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah yang diselenggarakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Pengakuan global ini merupakan prestasi besar bagi diplomasi budaya Indonesia. Sebagai bentuk rasa syukur dan upaya melestarikan warisan berharga tersebut, pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009 secara resmi menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.
Memperingati Hari Batik Nasional bukan sekadar mengenakan baju batik, melainkan bentuk komitmen nyata kita untuk terus mencintai, merawat, dan menghargai karya perajin lokal agar warisan luhur ini tidak lekang oleh zaman.