- Mills meluncurkan sepatu lari lokal Hypercharge R26.
- Sepatu ini berbobot ringan untuk mendukung kecepatan dan perlombaan lari jarak jauh.
- Mills Hypercharge R26 dibekali teknologi mutakhir dan dijual dengan harga Rp2,4 jutaan.
Suara.com - Mills Hypercharge R26 menjadi salah satu pilihan sepatu lari lokal yang menarik bagi pelari yang untuk meningkatkan performa saat berlomba.
Supershoes ini mengandalkan bobot ringan, bantalan responsif, dan pelat karbon yang dirancang membantu menghasilkan dorongan lebih optimal ketika berlari.
Kombinasi tersebut membuatnya menarik untuk pelari yang ingin mengejar catatan waktu terbaik atau personal record (PR).
Lantas, Mills Hypercharge R26 cocok untuk jenis lari apa, bagaimana spesifikasinya, dan berapa harganya?
Bobot Ringan untuk Mendukung Kecepatan
Mills Hypercharge R26 menempati posisi teratas dalam lini sepatu lari Mills, di atas seri Enercharge M2.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah bobotnya yang sangat ringan, yakni sekitar 150–164 gram, berdasarkan spesifikasi dalam bahan produk.
![Mills Hypercharge R26. [Mills]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/27/38232-mills-hypercharge-r26.jpg)
Bobot tersebut didukung penggunaan material Hyperlite mesh pada bagian atas sepatu. Material ini dirancang tipis dan memiliki sirkulasi udara yang baik untuk membantu menjaga kaki tetap nyaman selama berlari.
Konstruksinya yang minimalis juga mengurangi material tambahan yang berpotensi menambah beban.
Dengan desain modern, Hypercharge R26 ditujukan bagi pelari yang membutuhkan sepatu ringan untuk menunjang kecepatan, terutama ketika mengikuti perlombaan atau menjalani latihan intensitas tinggi.
Teknologi PBX Turbo Plus dan Pelat Karbon Aerospring X
Performa Mills Hypercharge R26 didukung perpaduan teknologi bantalan dan pelat karbon yang menjadi bagian penting dari konstruksinya.
1. Midsole PBX Turbo Plus
Teknologi PBX Turbo Plus menggunakan konfigurasi busa dual density, dengan lapisan atas yang lebih empuk dan lapisan bawah yang lebih padat.
Susunan ini dirancang untuk memberikan kombinasi kenyamanan, respons pantulan, dan kestabilan saat kaki menapak.
![Mills Hypercharge 26. [Mills]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/09/73445-mills-hypercharge-26.jpg)
Dibandingkan seri Enercharge M2, teknologi tersebut diposisikan sebagai peningkatan untuk mendukung responsivitas ketika pelari meningkatkan kecepatan.
2. Pelat Karbon Aerospring X
Mills Hypercharge R26 juga dilengkapi full-length carbon plate atau pelat karbon yang membentang sepanjang sepatu.
Pelat ini memiliki karakter relatif kaku dan dirancang membantu transisi langkah serta memberikan sensasi dorongan ke depan. Kombinasi pelat karbon dan busa responsif dapat mendukung efisiensi gerakan saat berlari cepat.
Mills Hypercharge R26 Cocok untuk Lari Apa?
Mills Hypercharge R26 ditujukan untuk race day dan latihan kecepatan atau speed session. Sepatu ini dapat dipertimbangkan untuk lomba 10K, half marathon, hingga full marathon, selama karakter sepatu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pelari.
Berdasarkan karakter yang ditawarkan, sepatu ini lebih relevan bagi pelari yang terbiasa berlari dengan tempo cepat.
Rentang pace 3:00–4:30 menit per kilometer disebut sebagai area penggunaan yang potensial, tetapi bukan batas mutlak kemampuan sepatu.
Sebaliknya, untuk easy run dengan pace lambat, Hypercharge R26 belum tentu menjadi pilihan paling nyaman.
Karakter pelat karbon yang kaku dan desain berorientasi kecepatan dapat terasa kurang sesuai bagi pelari yang mengutamakan fleksibilitas dan kenyamanan saat berlari santai.
Harga, Ukuran, dan Review Pengguna
Mills Hypercharge R26 dibanderol sekitar Rp2.499.000 di toko resmi berdasarkan informasi dalam bahan artikel. Pilihan ukuran yang disebutkan tersedia mulai 39 hingga 44.
Calon pembeli tetap perlu memeriksa kualitas, stok dan panduan ukuran sebelum melakukan transaksi.
Sejumlah ulasan pengguna di Shopee turut memberikan gambaran mengenai pengalaman pemakaian sepatu ini.
“Buat lari di aspal nanjak enak, kualitas terbaik,” tulis pembeli dengan akun akbar***.
“Sepatu sudah terbukti digunakan di podium lomba di Indonesia, cocok untuk pelari yang ingin mengejar PR,” ungkap pengguna lainnya.
Sementara itu, akun run*** menuliskan, “Sampai jarak 20 km penggunaan masih oke, namun soal keawetan jangka panjang masih perlu diuji.”