Kain Tenun Sumba Gak Boleh Sembarang Dipotong, Desainer Terapkan Teknik Draperi

Nur Khotimah, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:30 WIB
Kain Tenun Sumba Gak Boleh Sembarang Dipotong, Desainer Terapkan Teknik Draperi
Koleksi terbaru VIVIZUBEDI ditampilkan di Indonesia International Modest Fashion Festival atau IN2MF 2026 pada Minggu (18/10/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
baca 10 detik
  • Desainer Vivi Mar'i Zubedi mengangkat tenun Sumba sebagai material utama koleksi VIVIZUBEDI di penutupan IN2MF 2026.
  • Teknik draperi digunakan untuk menata kain tanpa mengguntingnya agar bentuk dan makna tenun tetap terjaga.
  • Pendekatan ini menghadirkan wastra Nusantara dalam modest fashion modern sekaligus menjadikan kain tradisional sebagai elemen utama busana.

Suara.com - Tenun Sumba bukan sekadar kain, melainkan warisan budaya. Karena itu, memotong tenun untuk menyesuaikannya dengan pola busana berisiko mengubah bentuk kain sekaligus mengurangi nilai yang melekat padanya.

Pola pikir itu pula yang diterapkan desainer Vivi Mar'i Zubedi atau dikenal sebagai Vivi Zubedi saat menjadikan kain tenun Sumba sebagai material utama dalam koleksi terbaru VIVIZUBEDI yang ditampilkan pada penutupan Indonesia International Modest Fashion Festival atau IN2MF 2026.

Alih-alih menggunting kain untuk mengikuti pola pakaian, Vivi memanfaatkan teknik drapery atau draperi yang memungkinkan kain ditata dengan cara dilipat dan digerai sehingga karakter aslinya tetap terlihat.

Koleksi terbaru VIVIZUBEDI ditampilkan di Indonesia International Modest Fashion Festival atau IN2MF 2026 pada Minggu (18/10/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Koleksi terbaru VIVIZUBEDI ditampilkan di Indonesia International Modest Fashion Festival atau IN2MF 2026 pada Minggu (18/10/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Teknik draperi itu untuk yang justru bukan bahan besarnya ya. Karena kan itu selendang-selendang yang udah jadi, yang justru kalau dia digunting, hilang maknanya," ujar Vivi usai peragaan busana kepada awak media di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (18/10/2026).

Pendekatan ini digunakan Vivi untuk menerjemahkan wastra Nusantara ke dalam busana modest fashion kekinian.

Baginya, tenun daerah tidak harus selalu hadir sebagai aksen kecil atau material pelengkap. Kain tradisional bisa menjadi elemen utama yang membentuk keseluruhan tampilan busana.

"Karena kan selama ini kalau kain-kain daerah tuh paling dijadiin kombinasi, hanya kombinasi-kombinasi kecil. Tapi ini kita full pakai di badan," kata Vivi.

Desainer Vivi Mar'i Zubedi ditemui usai acara IN2MF di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (18/10/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Desainer Vivi Mar'i Zubedi ditemui usai acara IN2MF di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (18/10/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Vivi blak-blakan mengaku belum pernah mengeksplorasi tenun Sumba. Eksplorasi wastra dari Indonesia Timur ini juga menjadi bentuk persembahannya untuk Tanah Air.

Sebelumnya, ia lebih sering mengeksplorasi kain Sasirangan yang menjadi salah satu favoritnya.

baca juga

"Kali ini dengan memadukan kekayaan tenun Sumba dan karakter bold serta edgy yang menjadi identitas kami," ungkap Vivi.

"Semoga persembahan ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap produk lokal sekaligus menginspirasi lebih banyak upaya untuk melestarikan wastra Indonesia," imbuhnya.

Eksplorasi tenun Sumba tidak sebatas persoalan memotong kain, tetapi juga mencakup penentuan palet warna.

Koleksi terbaru VIVIZUBEDI ditampilkan di Indonesia International Modest Fashion Festival atau IN2MF 2026 pada Minggu (18/10/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Koleksi terbaru VIVIZUBEDI ditampilkan di Indonesia International Modest Fashion Festival atau IN2MF 2026 pada Minggu (18/10/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Saat ia kerap memainkan warna-warna tegas dan gelap, tenun Sumba justru hadir dalam koleksi bernuansa pastel.

"Susah karena biasa saya suka yang bold-bold, yang dark gitu. Ini agak pastel gitu ya. Kombinasinya dengan styling-nya Fizu," pungkas Vivi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pulang dari Belanda ke Jakarta: Kapan Artefak Adat Benar-Benar Merdeka?

Pulang dari Belanda ke Jakarta: Kapan Artefak Adat Benar-Benar Merdeka?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Pemerintah Kebut Revitalisasi 200 Titik Warisan Budaya, Museum hingga Keraton Disasar

Pemerintah Kebut Revitalisasi 200 Titik Warisan Budaya, Museum hingga Keraton Disasar

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Gule Bustaman, Kuliner Legendaris Semarang yang Kini Jadi Warisan Nasional

Gule Bustaman, Kuliner Legendaris Semarang yang Kini Jadi Warisan Nasional

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Review Paralyzed by Hope: The Maria Bamford Story, Tawa dan Luka Mental

Review Paralyzed by Hope: The Maria Bamford Story, Tawa dan Luka Mental

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Bantah Berkonflik dengan Singapura

Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Bantah Berkonflik dengan Singapura

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:23 WIB

IHSG Mulai Menguat Pagi Ini Menuju Level 5.400, Cek Saham TLKM

IHSG Mulai Menguat Pagi Ini Menuju Level 5.400, Cek Saham TLKM

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Jeon Do Yeon Diprediksi Masuk Nominasi Oscar Berkat Film Possible Love

Jeon Do Yeon Diprediksi Masuk Nominasi Oscar Berkat Film Possible Love

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:15 WIB

TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026

TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:06 WIB

Lonely Planet: Kisah Cinta Penulis Novel dan Pekerja Kantoran di Maroko

Lonely Planet: Kisah Cinta Penulis Novel dan Pekerja Kantoran di Maroko

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Sepatu Mills Hypercharge R26 Cocok untuk Lari Apa? Intip Teknologi, Harga, dan Ulasannya

Sepatu Mills Hypercharge R26 Cocok untuk Lari Apa? Intip Teknologi, Harga, dan Ulasannya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air

Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air

Kaltim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Lahan di Pulau Tidung

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Lahan di Pulau Tidung

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Nasib UMKM RI: Modal dan Akses Pasar Jadi Tantangan

Nasib UMKM RI: Modal dan Akses Pasar Jadi Tantangan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:38 WIB

×