- Stevia hampir tidak mengandung kalori, sedangkan gula biasa menyumbang energi bagi tubuh.
- Stevia memiliki indeks glikemik rendah, sehingga pengaruhnya terhadap kadar gula darah lebih kecil.
- Periksa komposisi pemanis sebelum membeli karena produk stevia belum tentu mengandung stevia murni.
Suara.com - Stevia menjadi salah satu alternatif pemanis yang banyak dipilih masyarakat untuk mengurangi konsumsi gula sehari-hari, khususnya untuk pejuang diabetes.
Pemanis ini dikenal berasal dari tanaman dan memiliki tingkat kemanisan jauh lebih tinggi daripada gula pasir biasa.
Namun, produk pemanis berbahan stevia yang beredar di pasaran belum tentu hanya mengandung ekstrak stevia.
Hal ini menjadi perhatian setelah produk Beeru Stevia disorot akibat dugaan ketidaksesuaian komposisi dengan informasi pada label.

Temuan ini berawal dari hasil uji laboratorium oleh Dokter Detektif alias Doktif yang menemukan bahwa ada kandungan pemanis buatan lainnya dari produk tersebut.
Hasil uji lab Beeru Stevia menemukan adanya pemanis buatan, seperti sukralosa dan neotam yang tidak sesuai dengan klaim dominan ekstrak daun stevia pada kemasan produk.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kini menelusuri produk tersebut dan melakukan pengujian untuk memastikan kandungannya.
Sementara itu, produsen Beeru Stevia mengumumkan untuk menghentikan sementara penjualan produk tersebut.
Lantas, apa perbedaan stevia dengan gula biasa yang perlu diketahui sebelum memilih pemanis?
Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa
Sumber Pemanis
Mengutip situs RS Rapha Theresia, stevia berasal dari senyawa glikosida steviol yang diekstrak dari daun tanaman Stevia rebaudiana.
Sementara itu, gula pasir umumnya dibuat dari tebu atau bit gula dan mengandung sukrosa.
Kandungan Kalori
Ekstrak stevia murni yang digunakan sebagai pemanis berintensitas tinggi praktis tidak menyumbang kalori dalam jumlah berarti.
Sebaliknya, gula pasir mengandung sekitar 4 kalori per gram. Meski begitu, produk pemanis campuran bisa memiliki kandungan kalori berbeda, bergantung pada bahan tambahannya.
Tingkat Kemanisan
Stevia dapat terasa sekitar 200–300 kali lebih manis daripada gula pasir, tergantung jenis senyawanya.
Oleh karena itu, penggunaannya biasanya hanya memerlukan jumlah sedikit. Gula pasir membutuhkan takaran lebih banyak untuk menghasilkan tingkat kemanisan serupa.
Indeks Glikemik
Menyadur dari Healthline, gula pasir memiliki indeks glikemik sekitar 65, dengan angka 100 menunjukkan indeks glikemik tertinggi yang dapat menyebabkan kenaikan gula darah paling cepat.
Sementara itu, stevia murni memiliki indeks glikemik 0 karena tidak mengandung komponen yang meningkatkan gula darah secara langsung.
Gula, termasuk sukrosa (gula pasir) dan sirup jagung tinggi fruktosa (high-fructose corn syrup atau HFCS), dikaitkan dengan peradangan, obesitas, serta risiko penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Pengaruh terhadap Gula Darah
Stevia murni tidak memberikan efek yang sama seperti gula, tetapi pengaruh produk pemanis campuran bergantung pada komposisinya.
Gula pasir dapat meningkatkan kadar gula darah karena mengandung karbohidrat yang dicerna tubuh.
Stevia dan gula biasa berbeda dari sumber, kalori, hingga pengaruhnya terhadap gula darah. Pilih produk berdasarkan komposisi yang jelas, bukan hanya klaim rendah kalori atau berbahan alami.
Penderita diabetes tetap perlu memeriksa label dan mengikuti saran tenaga kesehatan.