- Masyarakat kini menyukai tren perawatan aging gracefully menggunakan collagen stimulator untuk menjaga kesehatan kulit secara bertahap.
- JULÄINE Collagen Stimulator asal Swedia memanfaatkan PLLA dan teknologi LaSynPro untuk merangsang pembentukan kolagen baru.
- Dr. Latisha Lubianca dari BMDERMA Clinic menyatakan pentingnya keamanan, izin resmi, dan kompetensi dokter sebelum prosedur.
Namun, keamanan dan efektivitas suatu produk tetap perlu dinilai berdasarkan bukti klinis, izin edar yang sesuai, serta penerapan teknik penyuntikan yang tepat.
Dengan stimulasi kolagen yang berlangsung bertahap, perawatan menggunakan JULÄINE ditujukan untuk membantu memperbaiki kualitas kulit, termasuk kekencangan, tekstur, dan tampilan kontur wajah.
Perubahan tersebut tidak terjadi seketika karena tubuh membutuhkan waktu untuk membentuk kolagen baru. Dokter estetika BMDERMA Clinic, dr. Latisha Lubianca, M.Biomed (AAM), menegaskan bahwa aspek keamanan menjadi pertimbangan utama sebelum suatu produk direkomendasikan kepada pasien.
“Sebagai praktisi medis, aspek keamanan sebuah produk yang berizin resmi didukung oleh jurnal dan penelitian ilmiah selalu menjadi prioritas tertinggi saya sebelum merekomendasikan sebuah treatment maupun produk ke pasien,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa collagen stimulator tidak memiliki penawar instan seperti hyaluronidase yang dapat digunakan untuk mengatasi komplikasi tertentu pada filler berbahan dasar asam hialuronat.
Untuk itu itu, pemilihan produk, pemahaman terhadap profil risiko, dan kompetensi dokter menjadi bagian penting dalam menjalani prosedur ini.
Meski formulasi yang baik dapat mendukung kualitas produk, collagen stimulator tetap memiliki risiko. Efek samping yang dapat terjadi antara lain pembengkakan, memar, dan rasa tidak nyaman. Komplikasi seperti nodul, infeksi, atau peradangan berkepanjangan juga perlu diantisipasi melalui seleksi pasien dan teknik tindakan yang sesuai.
Siapa yang Dapat Mempertimbangkan Perawatan Ini?
JULÄINE ditujukan untuk individu yang ingin memperbaiki kualitas kulit secara bertahap, khususnya mereka yang mulai mengalami tanda penuaan ringan hingga sedang, seperti berkurangnya elastisitas, kulit kendur, garis halus, dan tekstur yang tidak merata.
Namun, perawatan ini tidak otomatis cocok untuk semua orang. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mengevaluasi kondisi kulit, riwayat kesehatan, tujuan perawatan, serta kemungkinan risiko.
Pasien juga perlu memahami bahwa hasilnya tidak instan dan tidak dapat dijamin sama pada setiap individu.
“Saya sendiri lebih nyaman menyediakan JULÄINE untuk pasien-pasien kesayangan BMDERMA. Produk yang bagus memberikan keyakinan akan proses yang nyaman dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Saya sendiri memilih menggunakan JULÄINE untuk perawatan wajah personal saya,” tutup dr. Latisha.