- Jas hujan menjadi perlengkapan penting bagi pengendara motor saat musim hujan agar perjalanan tetap nyaman dan aman.
- Jas hujan ponco lebih praktis dikenakan karena berbentuk lebar, sedangkan jas hujan setelan terdiri dari atasan dan celana terpisah. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.
- Pemilihan model jas hujan perlu mempertimbangkan keselamatan, terutama risiko kain tertiup angin saat motor melaju, serta kualitas bahan agar tahan air dan nyaman digunakan.
Meski demikian, bagian kain yang menjuntai dapat berkibar akibat terpaan angin. Jika kain tersangkut pada rantai atau roda, pengendara berisiko kehilangan keseimbangan dan mengalami kecelakaan.
Selain itu, bagian depan ponco dapat menampung air hujan, sementara bagian kaki tidak selalu terlindungi dengan baik saat digunakan berkendara.
Karena itu, model ini kurang direkomendasikan untuk perjalanan menggunakan sepeda motor.
2. Jas hujan setelan
Jas hujan setelan terdiri dari atasan dan celana terpisah yang dirancang untuk menutupi tubuh secara lebih menyeluruh.
Model ini membantu mengurangi bagian kain yang menjuntai sehingga risiko tersangkut pada komponen motor relatif lebih kecil.
Panduan memilih jas hujan di laman 3Second juga merekomendasikan model setelan bagi pengendara yang sering berada di jalan.
Selain memberikan perlindungan yang lebih tertutup, model ini cenderung tidak berkibar-kibar ketika terkena angin.
Namun, pastikan ukuran jas hujan tidak terlalu sempit maupun terlalu besar. Jas hujan yang pas dan fleksibel membantu pengendara tetap leluasa menggerakkan tangan, kaki, serta kepala ketika mengendalikan motor.
Dengan demikian, jas hujan setelan menjadi pilihan yang lebih tepat untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
Meski demikian, pengendara tetap perlu berhati-hati karena jas hujan bukan satu-satunya faktor yang menentukan keselamatan di jalan.
Tips Memilih Jas Hujan yang Awet

Selain memperhatikan model, pengendara perlu memilih jas hujan dengan bahan dan konstruksi yang berkualitas. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan berdasarkan panduan 3Second.
1. Pilih bahan yang tahan air
Pilih jas hujan berbahan PVC, polyester dengan lapisan pelindung, atau nylon tahan air. Perhatikan pula bagian jahitannya dan pastikan memiliki lapisan penyegel agar air tidak mudah merembes melalui sambungan kain.
2. Pastikan ukuran nyaman digunakan
Jas hujan sebaiknya memiliki ruang yang cukup untuk dikenakan di atas pakaian atau jaket. Hindari ukuran yang terlalu longgar karena dapat mengganggu pergerakan dan meningkatkan risiko kain berkibar ketika berkendara.
3. Utamakan warna terang atau reflektor
Hujan dapat mengurangi jarak pandang pengendara, terutama ketika berkendara pada malam hari. Pilih jas hujan berwarna cerah atau dilengkapi strip reflektif agar keberadaan pengendara lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya.
4. Periksa ritsleting dan detail lainnya
Pastikan ritsleting, karet pada pergelangan tangan dan kaki, serta penutup kepala berfungsi dengan baik. Detail tersebut membantu meningkatkan kenyamanan sekaligus mengurangi kemungkinan air masuk melalui celah pakaian.
5. Rawat jas hujan setelah digunakan
Setelah terkena hujan, bilas jas hujan menggunakan air bersih jika terdapat kotoran, kemudian keringkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik.
Hindari melipat atau menyimpan jas hujan ketika masih basah karena kelembapan dapat memicu bau apek dan pertumbuhan jamur.
Pada akhirnya, jas hujan setelan lebih direkomendasikan bagi pengendara motor karena menawarkan perlindungan yang lebih praktis tanpa kain lebar yang mudah menjuntai.
Pilih produk yang tahan air, ukurannya sesuai, dan memiliki fitur reflektif, kemudian rawat dengan benar agar jas hujan tetap awet dan siap digunakan saat hujan turun.