- Pemberlakuan PPN sebelas persen di Indonesia membuat perempuan mempertimbangkan penggunaan pembalut kain cuci ulang sebagai alternatif.
- Keamanan pembalut kain bergantung pada perawatan, di mana produk harus dicuci bersih serta dikeringkan menyeluruh.
- Pembalut kain menghemat biaya jangka panjang dan mengurangi sampah, namun kurang praktis serta membutuhkan perawatan khusus.
Suara.com - Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) efektif sebesar 11 persen pada pembalut sekali pakai di Indonesia memunculkan perbincangan mengenai biaya kebutuhan menstruasi.
Kondisi ini membuat sebagian perempuan mulai mempertimbangkan alternatif lain, termasuk beralih menggunakan pembalut kain cuci ulang.
Namun, keputusan untuk beralih ke pembalut kain cuci ulang memunculkan pertanyaan mengenai kebersihan dan keamanan produk yang digunakan berulang kali pada area intim.
Lantas, pembalut kain cuci ulang apakah aman digunakan selama menstruasi? Sebelum memilihnya sebagai pengganti pembalut sekali pakai, penting untuk memahami cara penggunaan, kelebihan, dan kekurangannya.
Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman?

Pembalut kain cuci ulang pada dasarnya merupakan bantalan berbahan kain yang berfungsi menyerap darah menstruasi. Produk ini dapat digunakan berulang kali setelah dicuci dan dikeringkan dengan benar.
Pembalut kain modern umumnya dirancang dengan beberapa lapisan penyerap serta lapisan luar untuk membantu mencegah kebocoran.
Sebagian produk juga dilengkapi kancing atau penjepit pada bagian sayap agar dapat terpasang pada celana dalam dan tidak mudah bergeser.
Keamanan penggunaannya sangat bergantung pada kebersihan dan perawatan. Pembalut yang tidak dicuci dengan baik atau belum benar-benar kering berisiko menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme dan menimbulkan bau tidak sedap.
Karena itu, pembalut perlu segera dibersihkan setelah digunakan sesuai petunjuk perawatan dari produsen. Setelah dicuci, produk harus dikeringkan secara menyeluruh sebelum disimpan di tempat yang bersih dan kering.
Pengguna juga perlu mengganti pembalut secara berkala, menyesuaikan dengan banyaknya darah menstruasi dan daya serap produk. Jangan menunggu hingga pembalut terasa penuh atau mengalami kebocoran.
Kelebihan Pembalut Kain
Pembalut kain memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya dipilih sebagai alternatif produk menstruasi sekali pakai. Berikut beberapa kelebihannya:
1. Dapat digunakan berulang kali
Pembalut kain bisa dicuci dan dipakai kembali selama kondisinya masih layak. Hal ini membantu mengurangi kebutuhan membeli pembalut baru setiap siklus menstruasi.
2. Lebih hemat dalam jangka panjang
Meskipun membutuhkan biaya pembelian awal, pembalut kain dapat digunakan berkali-kali. Pengeluaran untuk produk menstruasi berpotensi berkurang karena pengguna tidak perlu terus membeli produk sekali pakai.
3. Mengurangi sampah menstruasi
Penggunaan pembalut kain membantu mengurangi jumlah sampah produk menstruasi sekali pakai. Keunggulan ini terutama terasa jika produk dirawat dan digunakan dalam jangka waktu lama.
4. Tersedia dalam berbagai bahan dan ukuran
Pembalut kain umumnya dibuat dari bahan seperti katun dengan pilihan ketebalan, ukuran, dan daya serap yang beragam. Pengguna dapat memilih produk berdasarkan kenyamanan dan kebutuhan selama menstruasi.
5. Dapat menjadi pilihan bagi kulit sensitif
Sebagian produk tidak menggunakan pewangi tambahan sehingga dapat menjadi alternatif bagi pengguna yang merasa tidak nyaman dengan bahan tertentu pada pembalut sekali pakai. Namun, reaksi kulit tetap bergantung pada bahan dan kondisi masing-masing pengguna.
Kekurangan Pembalut Kain
Di samping kelebihannya, pembalut kain juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum digunakan.
1. Kurang praktis saat bepergian
Pengguna perlu membawa pembalut pengganti sekaligus tempat khusus untuk menyimpan pembalut bekas sampai bisa dicuci. Hal ini dapat merepotkan ketika melakukan perjalanan jauh atau menggunakan fasilitas toilet yang terbatas.
2. Membutuhkan perawatan khusus
Pembalut kain harus dicuci hingga bersih dan dikeringkan secara menyeluruh. Proses ini membutuhkan waktu serta perhatian agar produk tetap higienis.
3. Berpotensi meninggalkan noda
Darah menstruasi dapat meninggalkan bekas pada serat kain, terutama jika tidak segera dibersihkan. Noda juga bisa semakin sulit dihilangkan apabila produk sudah digunakan dalam waktu lama.
4. Daya serap dan kenyamanan berbeda-beda
Tidak semua pembalut kain memiliki ketebalan dan kemampuan menyerap yang sama. Pengguna perlu menyesuaikan pilihan produk dengan volume menstruasi agar tidak mudah bocor.