- Desainer Atikah Huza menyelenggarakan Tieka Huza Trunk Show 2026 di Kemang, Jakarta Selatan.
- Acara tersebut memperkenalkan dua puluh empat tampilan busana batik modern untuk menjangkau perempuan muda.
- Koleksi baru ini berhasil memperluas pangsa pasar konsumen hingga ke usia di bawah tiga puluh tahun.
Produksi Sendiri di Pekalongan
Di balik koleksi modern tersebut, proses produksi Tieka Huza tetap berakar di Pekalongan. Atikah menyebut seluruh produk dibuat melalui produsen sendiri yang berada di kota asal Batik Huza.
Koleksinya juga menggunakan teknik batik tulis, dengan proses pewarnaan kimia dan pengerjaan yang tetap mempertahankan tahapan tradisional.
Menariknya, pilihan produk tidak hanya terbatas pada busana perempuan. Tieka Huza juga menyediakan koleksi pria berupa kemeja, serta produk lain seperti kain, scarf, selendang, dan pashmina. Konsumen bahkan dapat memesan busana couple melalui layanan khusus.
Bagi Atikah, batik tidak harus dikenakan dengan tampilan yang seragam untuk menunjukkan identitas budaya. Perpaduan warna dalam satu nuansa dapat menjadi pilihan agar busana keluarga tetap terlihat selaras tanpa harus menggunakan model yang sama.
Melalui Tieka Huza Trunk Show 2026, Atikah ingin memperlihatkan bahwa batik tidak harus selalu tampil klasik atau membuat pemakainya terlihat lebih tua.
"Kalau dari acara ini, saya menunjukkan bahwa batik itu walaupun klasik, tradisional, tapi tetap bisa menampilkan batik-batik itu modern dan kekinian sehingga kita yang pakai tuh enggak kelihatan lebih tua," pungkasnya.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi cara Tieka Huza menjaga warisan batik agar tetap relevan. Bukan sekadar disimpan sebagai peninggalan budaya, melainkan terus dikenakan dan dikembangkan melalui kreativitas tanpa melupakan keterampilan para perajin lokal.