Belajar Membatik Langsung di Trusmi, Cara Anak Muda Mengenal Warisan Budaya Cirebon

Dinda Rachmawati

Minggu, 01 November 2026 | 12:33 WIB
Belajar Membatik Langsung di Trusmi, Cara Anak Muda Mengenal Warisan Budaya Cirebon
Belajar Membatik Langsung di Trusmi, Cara Anak Muda Mengenal Warisan Budaya Cirebon (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Pemerintah Kabupaten Cirebon menerima sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal untuk sejumlah motif batik daerah pada Maret 2025.
  • Aquaproof menggelar kegiatan membatik bersama influencer di Sanggar Batik Katura, Cirebon, pada 20 Oktober 2026.
  • Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan proses pembuatan batik secara langsung kepada generasi muda untuk melestarikan budaya.

Suara.com - Cirebon dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki tradisi batik kuat. Tak hanya motif Mega Mendung yang sudah populer, Cirebon juga memiliki Batik Merawit, teknik membuat garis-garis halus dengan menggoreskan malam panas menggunakan canting khusus berukuran kecil.

Keindahan batik Cirebon tidak lepas dari proses panjang dan keterampilan para perajin yang diwariskan dari generasi ke generasi. Upaya menjaga warisan tersebut juga terus dilakukan. Pada Maret 2025, Pemerintah Kabupaten Cirebon menerima sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal untuk sejumlah motif batik daerah.

Semangat mengenalkan batik kepada generasi muda turut dilakukan melalui kegiatan “Aquaproof Membatik Bersama Influencer” di Sanggar Batik Katura, kawasan Trusmi, Cirebon, pada 20 Oktober 2026. 

Kegiatan yang merupakan bagian dari kampanye “Aquaproof Melindungi Karya, Merawat Warisan” tersebut mengajak sekitar 20 influencer dan kreator konten dari Cirebon dan daerah sekitarnya untuk mengenal batik secara langsung.

Tidak hanya melihat kain batik yang sudah jadi, para peserta diajak mencoba sendiri sejumlah tahapan pembuatannya. Mulai dari menggambar pola, mencanting menggunakan malam, hingga proses pewarnaan.

Bagi sebagian peserta, pengalaman tersebut menjadi kali pertama mereka berhadapan langsung dengan proses membatik. Dari sana, mereka bisa merasakan bahwa menghasilkan selembar kain batik membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

“ Ternyata di balik selembar kain batik yang indah, ada proses panjang yang butuh ketelitian dan kesabaran. Hari ini aku berkesempatan langsung belajar di Sanggar Batik Katura yang didukung oleh Aquaproof,” ujar salah satu influencer, pemilik akun @mvhiee_23.

Ia juga membagikan pengalaman melihat langsung karya batik tulis yang dibuat di Sanggar Batik Katura. Menurutnya, setiap motif dan proses pembuatannya memiliki keunikan tersendiri sehingga membuat nilai sebuah karya terasa semakin dekat.

Belajar dari Tradisi yang Dipertahankan Turun-temurun

baca juga

Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendengar langsung cerita mengenai perjalanan Batik Trusmi dari Susi Kusniati, pewaris Sanggar Batik Katura, bersama timnya.

Susi mengatakan, tradisi membatik di lingkungan Sanggar Batik Katura telah berlangsung turun-temurun. Bapak Katura sendiri merupakan generasi kedelapan dalam keluarganya, sementara Susi sudah mengenal kegiatan membatik sejak masih kecil.

Ia menjelaskan, batik Cirebon memiliki dua karakter utama, yakni motif pesisiran dan motif keratonan. Motif pesisiran terinspirasi dari kawasan pantai utara Cirebon dengan ragam flora dan fauna serta penggunaan warna yang beragam. 

Sementara motif keratonan banyak mengambil inspirasi dari lingkungan Keraton Cirebon, seperti Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan.

Perjalanan Sanggar Batik Katura juga memiliki catatan tersendiri. Pada 2005, almarhum Bapak Katura mendapatkan rekor MURI melalui pembuatan batik wayang terpanjang di Indonesia berukuran 9 x 2 meter.

Pengalaman membatik tersebut kemudian dibagikan para peserta melalui media sosial. Harapannya, cerita dari pengalaman langsung ini dapat membuat semakin banyak anak muda mengenal proses di balik batik sekaligus memahami pentingnya menjaga keberadaan warisan budaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:05 WIB

Generasi Muda dan Gagasan Circular Campus, Saat Kampus Mulai Memikirkan Masa Depan Sampah

Generasi Muda dan Gagasan Circular Campus, Saat Kampus Mulai Memikirkan Masa Depan Sampah

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Kain Tenun Sumba Gak Boleh Sembarang Dipotong, Desainer Terapkan Teknik Draperi

Kain Tenun Sumba Gak Boleh Sembarang Dipotong, Desainer Terapkan Teknik Draperi

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Terkini

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:35 WIB

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:28 WIB

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Minggu, 01 November 2026 | 17:12 WIB

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:10 WIB

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

×