- Pemerintah Kabupaten Cirebon menerima sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal untuk sejumlah motif batik daerah pada Maret 2025.
- Aquaproof menggelar kegiatan membatik bersama influencer di Sanggar Batik Katura, Cirebon, pada 20 Oktober 2026.
- Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan proses pembuatan batik secara langsung kepada generasi muda untuk melestarikan budaya.
Suara.com - Cirebon dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki tradisi batik kuat. Tak hanya motif Mega Mendung yang sudah populer, Cirebon juga memiliki Batik Merawit, teknik membuat garis-garis halus dengan menggoreskan malam panas menggunakan canting khusus berukuran kecil.
Keindahan batik Cirebon tidak lepas dari proses panjang dan keterampilan para perajin yang diwariskan dari generasi ke generasi. Upaya menjaga warisan tersebut juga terus dilakukan. Pada Maret 2025, Pemerintah Kabupaten Cirebon menerima sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal untuk sejumlah motif batik daerah.
Semangat mengenalkan batik kepada generasi muda turut dilakukan melalui kegiatan “Aquaproof Membatik Bersama Influencer” di Sanggar Batik Katura, kawasan Trusmi, Cirebon, pada 20 Oktober 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari kampanye “Aquaproof Melindungi Karya, Merawat Warisan” tersebut mengajak sekitar 20 influencer dan kreator konten dari Cirebon dan daerah sekitarnya untuk mengenal batik secara langsung.
Tidak hanya melihat kain batik yang sudah jadi, para peserta diajak mencoba sendiri sejumlah tahapan pembuatannya. Mulai dari menggambar pola, mencanting menggunakan malam, hingga proses pewarnaan.
Bagi sebagian peserta, pengalaman tersebut menjadi kali pertama mereka berhadapan langsung dengan proses membatik. Dari sana, mereka bisa merasakan bahwa menghasilkan selembar kain batik membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
“ Ternyata di balik selembar kain batik yang indah, ada proses panjang yang butuh ketelitian dan kesabaran. Hari ini aku berkesempatan langsung belajar di Sanggar Batik Katura yang didukung oleh Aquaproof,” ujar salah satu influencer, pemilik akun @mvhiee_23.
Ia juga membagikan pengalaman melihat langsung karya batik tulis yang dibuat di Sanggar Batik Katura. Menurutnya, setiap motif dan proses pembuatannya memiliki keunikan tersendiri sehingga membuat nilai sebuah karya terasa semakin dekat.
Belajar dari Tradisi yang Dipertahankan Turun-temurun
Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendengar langsung cerita mengenai perjalanan Batik Trusmi dari Susi Kusniati, pewaris Sanggar Batik Katura, bersama timnya.
Susi mengatakan, tradisi membatik di lingkungan Sanggar Batik Katura telah berlangsung turun-temurun. Bapak Katura sendiri merupakan generasi kedelapan dalam keluarganya, sementara Susi sudah mengenal kegiatan membatik sejak masih kecil.
Ia menjelaskan, batik Cirebon memiliki dua karakter utama, yakni motif pesisiran dan motif keratonan. Motif pesisiran terinspirasi dari kawasan pantai utara Cirebon dengan ragam flora dan fauna serta penggunaan warna yang beragam.
Sementara motif keratonan banyak mengambil inspirasi dari lingkungan Keraton Cirebon, seperti Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan.
Perjalanan Sanggar Batik Katura juga memiliki catatan tersendiri. Pada 2005, almarhum Bapak Katura mendapatkan rekor MURI melalui pembuatan batik wayang terpanjang di Indonesia berukuran 9 x 2 meter.
Pengalaman membatik tersebut kemudian dibagikan para peserta melalui media sosial. Harapannya, cerita dari pengalaman langsung ini dapat membuat semakin banyak anak muda mengenal proses di balik batik sekaligus memahami pentingnya menjaga keberadaan warisan budaya.