Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB
Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam
Ilustrasi lingkungan. Magnific.com

Suara.com - Laju ekspansi perkebunan monokultur dan ancaman krisis iklim terus membayang-bayang kelestarian lingkungan. Namun, sebuah benteng hijau di pedalaman Provinsi Jambi terbukti mampu bertahan dan tetap berdiri kokoh. Rahasianya bukan terletak pada teknologi konservasi canggih, melainkan pada sinergi benteng hukum dan kearifan lokal masyarakat adat setempat. 

Kabupaten Bungo menjadi bukti nyata bagaimana pengakuan resmi atas hutan adat mampu menjadi kunci utama dalam menyelamatkan keanekaragaman hayati Nusantara. Pembelajaran berharga ini terungkap dalam studi ilmiah terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal internasional Biodiversitas pada 2025.

Riset tersebut menegaskan bahwa pengakuan hukum atas hak-hak masyarakat adat bukan sekadar formalitas administratif atau pembagian sertifikat pertahanan semata. Lebih dari itu, legalitas tersebut merupakan fondasi paling krusial untuk menjaga kelestarian ekosistem hutan hujan tropis dari kepunahan. 

Selama bertahun-tahun, masyarakat adat di Bungo menerapkan sistem pengelolaan ruang hidup yang sangat ketat melalui aturan adat turun-temurun. Mereka membagi kawasan hutan menjadi zonasi terstruktur, seperti hutan larangan yang pantang dirusak, hutan simpanan, hingga zona pemanfaatan terbatas untuk kebutuhan hidup sehari-hari. 

Namun, kearifan lokal yang telah teruji zaman ini sering kali rapuh dan berada di ujung tanduk ketika tidak dibentengi oleh payung hukum yang kuat dari pemerintah. Tanpa pengakuan resmi, kawasan wilayah adat sangat rentan diklaim secara sepihak, dikonversi menjadi lahan industri, atau dialihfungsikan oleh aktivitas tambang ilegal.

Para peneliti dalam studi Biodiversitas ini menggarisbawahi bahwa penetapan status hukum memberikan kepastian serta membangun kepercayaan sosial (social trust) yang tinggi antara negara dan warga lokal. Kepercayaan inilah yang melahirkan iklim konservasi berbasis komunitas yang sehat dan setara.

"Pengakuan resmi bukan sekadar memberikan hak kepemilikan atas tanah, melainkan bentuk kepercayaan dan penetapan kemitraan yang setara antara negara dan masyarakat adat demi menjamin masa depan lingkungan yang lestari," catat para peneliti dalam riset tersebut.

Pengawasan lingkungan berbasis masyarakat (community-based conservation) terbukti jauh lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan dibandingkan dengan sistem penjagaan hutan konvensional yang kerap berbiaya tinggi namun minim hasil. Rasa memiliki yang kuat membuat warga adat secara sukarela menjadi garda terdepan dalam meronda dan melindungi hutan mereka dari aksi pembalakan liar.

Dampaknya sangat luar biasa bagi keanekaragaman hayati. Pohon-pohon raksasa penyeimbang iklim tetap berdiri tegak, koridor lalu lintas satwa liar tetap terhubung, dan pasokan mata air bersih untuk kehidupan warga terus mengalir tanpa henti.

baca juga

Di saat Indonesia terus berjuang menekan laju deforestasi dan mengejar target penurunan emisi karbon, praktik baik dari Kabupaten Bungo ini menawarkan skema nyata yang dapat direplikasi di seluruh pelosok negeri. Mengakui hutan adat bukan hanya tentang pemenuhan hak asasi dan keadilan sosial bagi masyarakat lokal, melainkan langkah paling realistis dan strategis untuk menyelamatkan masa depan bumi.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Kala Karhutla Nusantara Terus Berulang: Siapa yang Menanggung Derita?

Kala Karhutla Nusantara Terus Berulang: Siapa yang Menanggung Derita?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 09:20 WIB

Bagaimana Cerita Rakyat Tengger Mengajarkan Perempuan Menjaga Alam?

Bagaimana Cerita Rakyat Tengger Mengajarkan Perempuan Menjaga Alam?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:08 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:14 WIB

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:09 WIB

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:59 WIB

×