- Uma Oma Cafe di Blok M, Jakarta Selatan, merayakan ulang tahun ketiga dengan menyajikan menu rumahan baru serta memperluas area Teras Oma dan Ruang Keluarga.
- Founder Junadi Salat menyatakan kafe meningkatkan jumlah pelayan lansia dari lima menjadi delapan orang untuk memperkuat kehangatan dan memberdayakan lansia.
- Pembaruan ruang dan penambahan staf lansia berhasil menciptakan suasana kekeluargaan yang membuat pengunjung merasa seperti bertamu ke rumah nenek sendiri.
Suara.com - Blok M, Jakarta Selatan, menjadi salah satu kawasan yang menawarkan beragam pilihan kuliner. Di antara deretan tempat makan yang bisa dikunjungi, Uma Oma Cafe menghadirkan pengalaman bersantap dengan konsep hidangan rumahan yang mengingatkan pada masakan keluarga.
Memasuki tahun ketiga kehadirannya di Blok M, kafe ini memperbarui sejumlah area sekaligus menghadirkan pilihan menu baru.
Meski tampil dengan ruang yang lebih segar, Uma Oma Cafe tetap mempertahankan sajian bercita rasa rumahan sebagai daya tarik utamanya.
Beberapa menu yang bisa dicoba antara lain Nasi Iga Penyet dan Nasi Goreng Ijo. Keduanya menjadi pilihan hidangan utama bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan berat dengan cita rasa yang akrab di lidah.
Untuk teman bersantai, tersedia pula Singkong Goreng dan Putu Cake sebagai pilihan kudapan. Sementara itu, Sekar Mawar dan Saraba melengkapi pilihan minuman yang ditawarkan.
Ragam menu tersebut menjadi bagian dari upaya Uma Oma Cafe menghadirkan pengalaman makan yang tidak hanya mengandalkan rasa, tetapi juga suasana akrab.
Konsep hidangan rumahan dipilih untuk membangkitkan ingatan tentang masakan keluarga, makanan masa kecil, hingga kebersamaan di rumah.

Ada Teras Oma untuk menikmati kudapan
Selain menu utama, pengunjung juga bisa mampir ke Teras Oma yang kini hadir dengan area lebih luas. Bagian ini menawarkan pilihan kudapan rumahan dan es krim lokal yang bisa dinikmati langsung maupun dibawa pulang.
Konsep tersebut cocok bagi pengunjung yang tidak memiliki banyak waktu untuk makan di tempat, tetapi ingin menikmati camilan di sela aktivitas di Blok M.
Sementara itu, Ruang Keluarga mendapat pembaruan agar pengunjung memiliki tempat yang lebih nyaman untuk berkumpul. Area ini juga dapat dimanfaatkan oleh komunitas untuk bertemu, berbagi cerita, atau sekadar menghabiskan waktu bersama.
Disambut para Oma saat berkunjung
Satu hal yang membedakan Uma Oma Cafe dari tempat makan lainnya adalah kehadiran para Oma yang menjadi bagian dari pelayanan kepada pengunjung.
Suasana yang ingin dibangun bukan sekadar kafe untuk makan, melainkan tempat yang membuat pengunjung merasa seperti sedang bertamu ke rumah nenek. Keramahan dan interaksi personal para Oma menjadi bagian dari pengalaman tersebut.
Founder Uma Oma Group, Junadi Salat, mengatakan pembaruan dilakukan agar pengunjung semakin nyaman, tanpa menghilangkan karakter yang telah dibangun selama tiga tahun terakhir.
Menurutnya, jumlah Oma yang terlibat juga bertambah. Jika sebelumnya ada empat hingga lima Oma, kini Uma Oma Cafe melibatkan delapan Oma.
Penambahan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memberdayakan lansia sekaligus mempertahankan suasana hangat yang menjadi ciri khas kafe.
“Ketika memperbarui Uma Oma Cafe, ada satu hal yang ingin kami jaga sekaligus perkuat, yaitu kehangatan yang hadir melalui para Oma. Jika sebelumnya kami melibatkan empat hingga lima Oma, kini jumlahnya bertambah menjadi delapan Oma,” ujar Juna.
Dengan pembaruan menu dan ruang tersebut, Uma Oma Cafe menawarkan pilihan tempat makan bagi pengunjung Blok M yang ingin menikmati hidangan rumahan sekaligus menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.
Uma Oma Cafe berlokasi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Selain menikmati hidangan utama, pengunjung juga bisa mencoba aneka kudapan dan minuman yang tersedia di kafe tersebut.