Ritual Adat Jadi Cara Warga NTT Melindungi Mata Air di Hutan Sanabibi: Bagaimana Caranya?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 05 November 2026 | 20:00 WIB
Ritual Adat Jadi Cara Warga NTT Melindungi Mata Air di Hutan Sanabibi: Bagaimana Caranya?
Ketua TEP 24 ITS, Prof. Ir. IDAA. Warmadewanthi, S.T., M.T., PhD. saat menyerahkan bak penampung kepada perangkat desa dan tokoh adat Desa Dafala. (dok. ITS)

Suara.com - Masyarakat Desa Dafala, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan kearifan lokal untuk menjaga sumber mata air di Hutan Adat Sanabibi. Upaya tersebut dilakukan melalui ritual adat, gotong royong membersihkan kawasan, hingga penanaman pohon.

Kegiatan yang berlangsung pada 24 Oktober 2026 itu menjadi bentuk ungkapan syukur kepada leluhur sekaligus upaya memperkuat komitmen masyarakat dalam melindungi sumber air.

Mengutip laman Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), kegiatan tersebut melibatkan masyarakat setempat bersama Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 24 ITS dan Kementerian Transmigrasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ritual adat, kemudian dilanjutkan dengan membersihkan kawasan mata air dari sampah dan material organik yang menumpuk. Warga juga melakukan penanaman pohon untuk mendukung kelestarian lingkungan.

Kegiatan ditutup dengan memasak dan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan masyarakat.

Aturan Adat untuk Melindungi Mata Air
Bagi masyarakat Desa Dafala, mata air di Hutan Adat Sanabibi tidak hanya menjadi sumber pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Kawasan tersebut juga memiliki nilai budaya dan berkaitan erat dengan sejarah leluhur.

Karena itu, ritual adat menjadi bagian dari upaya masyarakat memperkuat tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. Salah satunya melalui kesepakatan mengenai larangan adat terhadap aktivitas yang berpotensi merusak kawasan mata air.

Warga Desa Dafala, Willi Brodus, mengatakan ritual tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan aturan adat sekaligus mengungkapkan rasa syukur kepada leluhur.

"Ini sebagai rasa syukur kami kepada leluhur. Dengan kegiatan ini, kami juga mengeluarkan larangan adat untuk menjaga kawasan ini yang sudah kami perbaiki bersama adik-adik Patriot (TEP)," ujar Willi.

baca juga

Melalui aturan tersebut, masyarakat berharap sumber mata air tetap terlindungi. Pelestarian lingkungan pun tidak hanya bergantung pada program pembangunan, tetapi juga kepatuhan terhadap kesepakatan yang dibuat bersama.

Perbaikan Jaringan Air Bersih
Selain melalui pendekatan adat, upaya menjaga sumber air juga dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur. Sebelumnya, jaringan air bersih di kawasan tersebut mengalami kebocoran dan penurunan debit aliran.

Bersama masyarakat, TEP 24 ITS melakukan revitalisasi jaringan air bersih, mulai dari pembenahan kawasan mata air hingga bangunan penangkap air atau broncapt.

Perbaikan juga mencakup jaringan pipa high-density polyethylene (HDPE) sepanjang kurang lebih tiga kilometer. Tim turut membangun penyangga pipa di area penyeberangan sungai dan memperbaiki keran hidran umum.

Untuk mendukung kebutuhan rumah tangga, TEP 24 ITS bersama Kementerian Transmigrasi juga memberikan 59 bak penampung air kepada masyarakat.

Ketua TEP 24 ITS, Prof. Ir. I Dewa Ayu Agung (IDAA) Warmadewanthi, mengatakan pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat perlu menjadi bagian dari proses pembangunan.

Menurutnya, nilai penghormatan terhadap leluhur, kebersamaan, dan kepatuhan terhadap kesepakatan adat dapat memperkuat kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan.

"Pendekatan tersebut juga menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar perlu mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, serta pengetahuan lokal masyarakat penerima manfaat," ujarnya.

Upaya di Desa Dafala memperlihatkan bahwa penyediaan air bersih tidak berhenti pada pembangunan sarana fisik. Pemeliharaan jaringan, pemantauan kebocoran, dan perlindungan kawasan sumber air juga diperlukan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Perpaduan antara aturan adat, partisipasi warga, dan perbaikan infrastruktur menjadi bagian dari upaya masyarakat menjaga keberlanjutan sumber air bagi generasi mendatang.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PNM Hadirkan Akses Air Bersih, Jaga Harapan Masyarakat di Tengah Keterbatasan

PNM Hadirkan Akses Air Bersih, Jaga Harapan Masyarakat di Tengah Keterbatasan

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:46 WIB

Gegara Karhutla hingga Banjir Sumatra, Suahasil Tambah Anggaran TKD 2026 Jadi Rp 720 T

Gegara Karhutla hingga Banjir Sumatra, Suahasil Tambah Anggaran TKD 2026 Jadi Rp 720 T

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:28 WIB

Indonesia dan Tiga Krisis: BBM, Air Bersih, dan Integritas

Indonesia dan Tiga Krisis: BBM, Air Bersih, dan Integritas

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Terkini

Urutan Skincare Malam Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun, Ampuh Cegah Kerutan dan Flek Hitam

Urutan Skincare Malam Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun, Ampuh Cegah Kerutan dan Flek Hitam

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 19:54 WIB

Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud

Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud

Kaltim | Kamis, 05 November 2026 | 19:53 WIB

Belajar dari KHW 400: Ini 5 Insight Storytelling Nadia Omara Bagi Kreator

Belajar dari KHW 400: Ini 5 Insight Storytelling Nadia Omara Bagi Kreator

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 19:50 WIB

Dukung Implementasi UU SDI, Mendagri Tito: Perkuat Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah

Dukung Implementasi UU SDI, Mendagri Tito: Perkuat Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah

News | Kamis, 05 November 2026 | 19:50 WIB

Momen Tak Biasa di Sidang Roy Suryo, Botol Minum Jokowi Diambil Petugas

Momen Tak Biasa di Sidang Roy Suryo, Botol Minum Jokowi Diambil Petugas

News | Kamis, 05 November 2026 | 19:50 WIB

Tak Semua Sampah Plastik Berakhir di Laut, Peneliti Ungkap Fakta Terbaru Ini

Tak Semua Sampah Plastik Berakhir di Laut, Peneliti Ungkap Fakta Terbaru Ini

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 19:50 WIB

Dilema Green Jobs: Solusi atas Krisis Iklim atau Ancaman Ekstraktif Baru?

Dilema Green Jobs: Solusi atas Krisis Iklim atau Ancaman Ekstraktif Baru?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 19:45 WIB

Gila! 51 Orang Kena Kartu Merah dalam Satu Pertandingan Gegara Baku Pukul Massal

Gila! 51 Orang Kena Kartu Merah dalam Satu Pertandingan Gegara Baku Pukul Massal

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 19:44 WIB

9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda

9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 19:40 WIB

Bidik Pasar Global, UMKM Binaan Pertamina Ikuti Pameran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026

Bidik Pasar Global, UMKM Binaan Pertamina Ikuti Pameran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 19:34 WIB

×