PNM Hadirkan Akses Air Bersih, Jaga Harapan Masyarakat di Tengah Keterbatasan

Fabiola Febrinastri, Tantri Amela Iskandar

Selasa, 03 November 2026 | 13:46 WIB
PNM Hadirkan Akses Air Bersih, Jaga Harapan Masyarakat di Tengah Keterbatasan
PNM tercatat menyalurkan 427.500 liter air bersih dengan penerima manfaat mencapai 5.379 orang. (Dok: PNM)

Suara.com - Musim kemarau tak hanya menghadirkan teriknya matahari. Bagi sebagian masyarakat, kemarau berarti sumur yang mulai mengering, sumber air yang semakin jauh dijangkau, dan aktivitas sehari-hari yang harus dilakukan dengan keterbatasan. Memasak, mencuci, hingga menjaga kebersihan keluarga menjadi tantangan ketika air bersih tidak lagi mudah didapatkan.

Di tengah kondisi tersebut, satu hal sederhana menjadi sangat berarti, yakni ketersediaan air bersih. Bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk menjaga kesehatan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) terus memperluas kepeduliannya melalui berbagai kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Melalui PNM Peduli, perusahaan menghadirkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, sekaligus mendukung penyediaan sarana air bersih dan sanitasi di sejumlah wilayah.

Upaya tersebut telah menjangkau masyarakat di berbagai daerah Indonesia. Berdasarkan rekapitulasi kegiatan TJSL, PNM tercatat menyalurkan 427.500 liter air bersih dengan penerima manfaat mencapai 5.379 orang. Dukungan ini tersebar melalui 17 cabang di 11 provinsi, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, hingga Sulawesi Barat.

Kehadiran PNM tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran air bersih ketika masyarakat menghadapi kekeringan. Di sejumlah wilayah, dukungan juga diberikan melalui penyediaan sarana penunjang seperti penampungan air, sumur, dan fasilitas sanitasi. Dengan demikian, kepedulian yang dihadirkan tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak, tetapi juga diharapkan dapat mendukung akses air bersih masyarakat secara lebih berkelanjutan.

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Kindaris, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat merupakan bagian penting dari pemberdayaan yang dijalankan PNM.

“Air bersih mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika sulit didapat, seluruh aktivitas kehidupan ikut terdampak. Kami percaya pemberdayaan harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, PNM ingin memastikan kehadiran kami tidak hanya dirasakan dalam pengembangan usaha, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar Kindaris.

Manfaat bantuan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat yang menghadapi keterbatasan air bersih. Salah satunya Ibu Supreh, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, yang mengungkapkan bahwa bantuan air bersih sangat berarti bagi warga, terutama ketika sumber air mulai sulit diperoleh.

“Air adalah kebutuhan utama kami. Saat sumur mulai sulit mendapatkan air, bantuan seperti ini sangat berarti bagi masyarakat. Terima kasih PNM sudah peduli dan datang membantu kami,” tuturnya.

baca juga

Bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, hadirnya air bersih memberikan ruang untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang. Hal yang mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang, justru dapat membawa perubahan berarti bagi keluarga yang selama ini harus berhemat atau mencari sumber air alternatif.

Lebih dari sekadar bantuan, kehadiran PNM melalui berbagai kegiatan TJSL menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat. PNM meyakini bahwa pemberdayaan tidak hanya berbicara tentang penguatan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan sosial dan lingkungan. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Kala Karhutla Nusantara Terus Berulang: Siapa yang Menanggung Derita?

Kala Karhutla Nusantara Terus Berulang: Siapa yang Menanggung Derita?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 09:20 WIB

Bunga Kredit PNM Mekaar Dipangkas Jadi 8 Persen, Pemerintah Siapkan Subsidi Rp2,6 Triliun

Bunga Kredit PNM Mekaar Dipangkas Jadi 8 Persen, Pemerintah Siapkan Subsidi Rp2,6 Triliun

News | Senin, 02 November 2026 | 13:58 WIB

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:57 WIB

Bukan Tak Peduli, Ketika Masyarakat Adat Takut Membela Tanahnya Sendiri

Bukan Tak Peduli, Ketika Masyarakat Adat Takut Membela Tanahnya Sendiri

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:15 WIB

Kemarau Panjang di Kandangwesi, Bagaimana Masyarakat Adat Pulihkan Hutan Demi Jaga Sumber Air?

Kemarau Panjang di Kandangwesi, Bagaimana Masyarakat Adat Pulihkan Hutan Demi Jaga Sumber Air?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:18 WIB

Terkini

Clarentia Prameta: Berkarya Melampaui Batas, Menghidupi Musik dan Pendidikan

Clarentia Prameta: Berkarya Melampaui Batas, Menghidupi Musik dan Pendidikan

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:47 WIB

PNM Hadirkan Akses Air Bersih, Jaga Harapan Masyarakat di Tengah Keterbatasan

PNM Hadirkan Akses Air Bersih, Jaga Harapan Masyarakat di Tengah Keterbatasan

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:46 WIB

Tren Stop the Wedding: Bukti Remaja Takut Menikah atau Sikap Realistis?

Tren Stop the Wedding: Bukti Remaja Takut Menikah atau Sikap Realistis?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:45 WIB

Piala Asia 2027 Ditunda, Jadi Digelar 23 Desember-21 Januari 2028

Piala Asia 2027 Ditunda, Jadi Digelar 23 Desember-21 Januari 2028

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:41 WIB

BPS Akui Sektor Pariwisata dan Industri Hotel RI Anjlok Imbas Karhutla

BPS Akui Sektor Pariwisata dan Industri Hotel RI Anjlok Imbas Karhutla

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:37 WIB

Ulasan Buku The Alpha Girls Guide: Menjadi Perempuan Cerdas dan Mandiri

Ulasan Buku The Alpha Girls Guide: Menjadi Perempuan Cerdas dan Mandiri

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:30 WIB

Seni dan Hiburan di Tengah Derita Gaza, Ini Alasan Massa Tolak Konser Andrea Bocelli

Seni dan Hiburan di Tengah Derita Gaza, Ini Alasan Massa Tolak Konser Andrea Bocelli

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:24 WIB

Kunjungan Turis Asing ke RI Tembus 12,01 Juta per September 2026, Tertinggi Sejak Covid-19

Kunjungan Turis Asing ke RI Tembus 12,01 Juta per September 2026, Tertinggi Sejak Covid-19

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:23 WIB

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Sekadar Hidup Layak Kok Mahal? Menggugat Komersialisasi Kebutuhan Dasar

Sekadar Hidup Layak Kok Mahal? Menggugat Komersialisasi Kebutuhan Dasar

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

×