-
Jokowi bantah tudingan font Times New Roman skripsinya belum ada pada 1985.
-
Font Times New Roman sudah diciptakan sejak 1932 oleh Stanley Morison.
-
Percetakan era 1980-an sudah lazim menggunakan font Times New Roman.
Suara.com - Sidang lanjutan perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026), sempat memanas gara-gara persoalan tipografi.
Penggunaan font Times New Roman pada sampul skripsi Jokowi tahun 1985 dipersoalkan lantaran dituding belum ada pada masa itu.
Tudingan ini bermula dari analisis Rismon Hasiholan Sianipar terhadap dokumen akademik Jokowi, yang kemudian bergulir menjadi polemik panas hingga menyeret Roy Suryo dan sejumlah pihak ke kursi pesakitan.
Menanggapi klaim tersebut, Jokowi yang hadir langsung di persidangan memberikan bantahan tegas.
Ia membeberkan bahwa skripsinya yang berjudul Studi tentang PolaKonsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta dicetak di Percetakan Perdana, Yogyakarta, usai lulus ujian skripsi dengan nilai A pada 23 Oktober 1985 di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro.

"Kalau dikatakan bahwa cover-nya pakai Times New Roman yang itu belum ada di tahun 1985, nyatanya ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana itu semuanya juga seperti itu dan bisa. Bukan hanya skripsi saya saja, Yang Mulia," tegas Jokowi di hadapan majelis hakim.
Lalu, benarkah jenis huruf Times New Roman belum eksis pada tahun 1985? Mari menengok rekam jejak dan sejarah kemunculan font legendaris ini.
Bukan Produk Modern, Times New Roman Sudah Lahir Sejak 1932
Banyak orang keliru mengira Times New Roman baru lahir bersamaan dengan era komputer pribadi (PC).
Faktanya, font berserif ini sudah ada jauh sebelum era digital dimulai.
Times New Roman pertama kali diciptakan pada 3 Oktober 1932 oleh perancang tipografi Monotype, Stanley Morison, bersama seorang ilustrator bernama Victor Lardent.
Font ini awalnya dirancang khusus atas permintaan surat kabar harian terkemuka di London, Inggris, yakni The Times.
Tujuan pembuatannya sangat fungsional, yakni menciptakan jenis huruf yang memiliki keterbacaan (readability) tinggi, tegas, sekaligus hemat ruang kertas saat dicetak dalam jumlah masif.
Karena keunggulannya, Times New Roman langsung merajai industri percetakan dan penerbitan dunia sejak paruh pertama abad ke-20.
Bagaimana Times New Roman Digunakan pada Era 1980-an?
Pernyataan yang menyebut Times New Roman belum bisa digunakan untuk sampul dokumen pada tahun 1985 terbantahkan oleh teknologi percetakan yang berkembang pesat pada dekade tersebut.
Berikut beberapa fakta industri cetak pada era 1980-an:
1. Teknologi Fototypesetting (Fotocomposition)
Jauh sebelum komputer rumahan populer, industri percetakan buku, jurnal, dan skripsi telah memanfaatkan mesin cetak fototypesetting seperti Linotype dan Monotype.
Mesin-mesin ini sudah lazim menggunakan font proporsional, termasuk Times New Roman, untuk mencetak teks panjang dan judul sampul.
2. Kelahiran PostScript pada 1985
Tepat pada tahun 1985, Adobe merevolusi dunia penerbitan (desktop publishing) lewat bahasa pemrograman PostScript.
Berkat teknologi ini, Times New Roman mulai tersedia secara digital untuk printer laser kelas profesional seperti Apple LaserWriter, mempermudah percetakan menata letak dokumen presisi.
3. Mesin Ketik Canggih Berbola Huruf (Typeball)
Di era transisi mesin ketik manual ke komputer, instansi dan usaha percetakan kerap menggunakan mesin ketik elektrik canggih seperti IBM Selectric.
Mesin ini memakai bola huruf (typeball) yang bisa diganti-ganti jenis fontnya, salah satunya adalah Times New Roman.
4. Kombinasi Software WordStar dan Printer Percetakan
Pada era akhir 1970-an hingga 1980-an, perangkat lunak pengolah kata paling populer adalah WordStar (rilis 1978 untuk CP/M dan MS-DOS).
Meski tampilan layar komputernya masih monospasi (seperti Courier), dokumen WordStar sudah bisa dicetak dengan font proporsional seperti Times New Roman asalkan perangkat printer atau percetakan yang digunakan mendukung fitur tersebut.
Mengapa Kerap Dianggap Baru Ada di Era 90-an?
Kesalahpahaman publik terkait eksistensi Times New Roman umumnya timbul karena asosiasi font ini dengan sistem operasi Microsoft Windows.
Microsoft memang baru mendistribusikan Times New Roman secara massal ke pengguna komputer rumahan lewat Windows 3.1 dan menjadikannya font bawaan (default) pada Microsoft Word 6.0 pada tahun 1992.
Langkah Microsoft inilah yang membuat nama Times New Roman akrab di telinga masyarakat awam dan menggantikan posisi
WordStar.
Namun, bagi dunia percetakan profesional seperti Percetakan Perdana tempat Jokowi mencetak sampul skripsinya, font tersebut sudah menjadi "makanan sehari-hari" puluhan tahun sebelum Microsoft Word merajai komputer dunia.
Sebagai informasi, kasus tudingan ijazah palsu ini kini berujung pada proses hukum.
Roy Suryo dan sejumlah pihak didakwa jaksa penuntut umum dengan Pasal 433 ayat (1) juncto Pasal 441 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta pasal-pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).