-
Jokowi bantah isu operasi plastik saat persidangan kasus ijazah palsu.
-
Secara medis perubahan wajah Jokowi seiring usia terjadi akibat penuaan.
-
Penurunan kolagen dan penyusutan tulang mengubah kontur rahang seiring usia.
Suara.com - Perdebatan mengenai fisik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mencuat ke ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
Dalam sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) dan Roy Suryo, perubahan bentuk wajah Jokowi antara masa kuliah tahun 1985 dan masa kini sempat menjadi materi cecaran jaksa.
Terdakwa Dokter Tifa dan timnya menyoroti foto ijazah S-1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Jokowi.
Melalui analisis digital di media sosial, mereka mempermasalahkan adanya perbedaan pada struktur wajah, bentuk rahang, tulang hidung, gigi, hingga susunan gusi Jokowi.
Bahkan, Dokter Tifa sempat mengklaim foto wisuda tersebut bukanlah Jokowi, melainkan sepupu jauhnya yang bernama Dumatno Budi Utomo.

Klaim serupa sebelumnya juga sempat digaungkan oleh Roy Suryo bersama Refly Harun yang membandingkan persentase kemiripan wajah secara digital.
Mendengar cecaran Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengenai analisis tersebut, Jokowi memberikan bantahan telak.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan operasi plastik atau rekonstruksi wajah apa pun.
"Saya tegaskan, foto di ijazah itu benar-benar saya waktu muda. Dulu saya memakai kacamata dan ada kumis tipis, itu alami. Saya dari dulu sampai sekarang tidak pernah rekonstruksi wajah, operasi, apalagi pakai make-up," tegas Jokowi di persidangan membantah tudingan bahwa sosok di foto tersebut adalah Dumatno Budi Utomo.
Lantas, secara medis dan estetika, mungkinkah bentuk serta struktur wajah seseorang berubah drastis seiring bertambahnya usia tanpa melakukan prosedur operasi?
Penuaan Mengubah Struktur Wajah Secara Menyeluruh
Banyak orang mengira penuaan (aging) hanya memicu timbulnya garis halus atau keriput di permukaan kulit.
Faktanya, secara ilmiah, proses penuaan berdampak jauh lebih dalam hingga mengubah kontur serta arsitektur tulang wajah seseorang.
Mengutip penjelasan dokter estetika dari Le'Immortale Clinic, proses penuaan secara alami memang dapat merombak bentuk wajah seseorang secara signifikan.
Setidaknya ada tiga faktor utama yang memicu perubahan tersebut:
1. Penurunan Kolagen dan Elastin
Seiring bertambahnya usia, produksi serat kolagen dan elastin pada kulit akan merosot tajam.
Akibatnya, elastisitas dan kekenyalan kulit menghilang. Tekstur kulit menjadi bergelombang dan lebih mudah tertarik ke bawah akibat gaya gravitasi bumi.
Hal ini membuat kontur pipi dan rahang yang tadinya padat semasa muda menjadi kendur.
2. Pelemahan Otot dan Ligamen Wajah
Lapisan penyangga di bawah kulit tidak lagi sekuat dulu.
Kekuatan otot-otot serta ligamen di area wajah mengalami degradasi seiring terjadinya atrofi atau proses pengecilan massa otot.
Otot wajah yang mengecil membuat volume wajah tampak menyusut dan mengubah siluet muka secara keseluruhan.
3. Resorpsi atau Penyusutan Tulang
Perubahan yang paling radikal terjadi pada tulang tengkorak.
Tulang manusia mengalami proses resorpsi atau penyusutan struktur seiring waktu.
- Wajah Bagian Atas (Upper Face): Penyusutan jaringan dan tulang menyebabkan area pelipis serta mata terlihat lebih cekung (celongan).
- Wajah Bagian Tengah (Mid Face): Tulang pipi (cheek bone) mengalami resorpsi volume, membuat area pipi tampak turun dan posisi hidung terlihat berbeda secara proporsi.
- Wajah Bagian Bawah (Lower Face): Garis rahang (jawline) dan area dagu menjadi bagian yang paling terdampak. Pengikisan massa tulang rahang bawah serta pengenduran jaringan lunak membuat bentuk rahang bawah tampak berubah dan melorot ke bawah.